Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Ketika masyarakat sadari bahwa sistem yang ada tidak membahagiakan atau mensejahterakan mereka….maka masyarakat akan melakukan perubahan sosial bahkan melakukan revolusi sosial…

Tapi kenapa ada masyarakat dalam sistem yang tidak mensejahterakan bahkan hidup dalam sistem yang menindas….tapi tidak mau melakukan perubahan sosial atau revolusi ?
Lanjut Baca »

Maafkan Aku…..

Aku tak ingin berbicara denganmu….tentang kemarahan….tapi tentang kasih sayang

Aku tak ingin berbicara denganmu….tentang kebencian….tapi tentang cinta

Aku tak ingin berbicara denganmu….tentang permusuhan….tapi tentang kebersamaan

Lanjut Baca »

Dia pernah berpesan kepadaku “Apapun yang terjadi dengan hati kita…seberapapun kecewanya hati kita…seberapapun sakitnya hati kita….seberapapun hancurnya hati kita… akan tetapi….hati itu selalu bisa dipulihkan atau disembuhkan….kecuali orang yang sengaja untuk tidak memulihkan atau sengaja tidak mau menyembuhkan hatinya….maka jadilah kamu…orang yang selalu menyembuhkan dan memulihkan hatimu….apapun yang terjadi”

Waktu itu, saya hanya bisa diam karena belum mengerti apa makna dari kata-katanya itu….

( Nanang Wijaya.bandung.09.06.20.11.22.30)

Dia datang kepadaku sambil uring-uringan, mulutnya tidak henti-hentinya mengutuk para pejabat tinggi negeri ini, negeri ini sudah penuh kebohongan dan tidak satupun lembaga tinggi negeri ini yang bisa dipercaya katanya….Kepresidenan – DPR – MK – MA – KPU – KPK – dll   tidak ada lagi yang bisa dipercay…..

Lanjut Baca »

Jangan pernah mau terjebak dengan ketidakmengertian sebab ketidakmengertian adalah batu didalam sungai dan kita kita adalah air yang tidak akan tertahan oleh batu, jika tidak mengerti teruslah membaca bak air yang terus mengalir.

( Nanang Wijaya / 2004 ; Tanpa tanggal)

Lanjut Baca »

MANUSIA PARADOKSAL (Catatan Waktu Masih Mahasiswa 1 ; tanpa tanggal dan tahun….dari data file komputer catatan ini dibuat tahun 2004) Kita adalah sosok paradoksal realitas ……kita hidup dalam realitas yang kita benci……….realitas yang memuakkan kita………… realitas rutinitas yang membosankan……….tapi kita terpaksa untuk hidup didalamnya Dan kita tak bisa berbuat apa-apa untuk merubah keadaan. Karena tidak bisa berbuat apa-apa maka kita berusaha menikmatinya………… atau pura-pura menikmatinya…..

Lanjut Baca »

Menikmati sinar mentari yang masuk melalui jendela kaca…

pada pagi yang tidak terlalu terik…ku ingin mengadu pada mentari…atas keresahanku pagi ini…

pagi yang resah….sebab sebelah kaus kaki miliku hilang lagi entah kemana….ini bukan kali yang pertama….sudah berkali-kali….akan tetap anehnya….setiap kaus kaki itu hilang….beberapa hari kemudian akan muncul kembali…

seolah-olah kaus kaki ku memiliki aktivitas sendiri yang tidak mau diganggu….jika ia lagi tak ada acara….dia rela menemaniku…tapi ketika ia punya acara pribadi…ia akan meninggalkanku mentah-mentah tanpa pamit…

Lanjut Baca »

Saya sering mendapati status-status di Facebook berisi doa….seperti “Ya Tuhan izinkan aku bla…bla…bla…bla” atau “Ya Allah berikan aku bla…bla…bla…bla”

Setiap membaca status-status doa tersebut saya selalu berpikir……apakah doa tersebut memang ditujukan kepada Tuhan ? atau sebenarnya ditujukan kepada Facebooker lainnya ?  apakah doa itu serius ? atau hanya main-main ?

Salah satu teman facebook saya menjawab “berdoa khan bisa dimana saja dan kapan saja…termasuk di facebook”….masuk akal…masuk akal….jawabannya….tapi kalau kita benar-benar ingin serius berdoa…kita ingin doa kita diijabah oleh Tuhan…bukankah kita akan mengikuti petunjuk Tuhan dan NabiNya bagaimana adab berdoa…sehingga kita benar-benar mempersiapkan diri dan benar-benar berdoa….

Lanjut Baca »

Saya benar-benar terkejut membaca perkembangan Supermarket 50 % pertahun, Hypermarket 70% pertahun dan yang lebih fantastis adalah Minimarket berkembang 254,8% pertahun….sementara pasar tradisional menghilang  8% pertahun….dan Indonesia ternyata mendapat gelar Negeri Seribu Mall oleh dunia…..(sumber : Mal Surga Tanpa Tuhan Ruang Tanpa Waktu;Omar Ishananto)

apa artinya ?

Lanjut Baca »

Hujan diluar sudah reda….anak-anak tukang kebun istana pun sudah berhenti bermain bola, karena dilarang orang tua mereka yang tahu bahwa Pangeran Shiva selalu sedih jika melihat anak-anak mereka bermain bola diwaktu hujan….

Pengeran Shiva tetap duduk di dekat jendela sambil menatap langit yang berangsur-angsur bersih dan cerah…sedianya hari ini adalah waktu Pangeran Shiva bercengkrama dengan ayahnya dan mendengar cerita..dongeng…atau pengajaran kebijakan dari ayahnya dan sesekali Raja bercerita tentang kondisi kerajaan…..sebab Raja sangat sadar Pangeran Shivalah yang akan menggantikan dirinya….itulah sebabnya Raja ingin…Pangeran Shiva sudah harus diakrabkan dengan situasi istana….dan pada saatnya nanti…Raja akan mengajak Pangeran Shiva ikut dalam rapat dewan Istana.

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.