Pengumpan:
Tulisan
Komentar

maghrib sudah hampir menjelang….kami belum sampai tempat yang dituju…sementara hujan sejak tadi siang belum menunjukan keinginan untuk berhenti….

melangkah dengan basah kuyup memiliki sensasi tersendiri bagi tukang hiking amatiran seperti kami…sebab antara keringat dan air hujan menyatu…
Lanjut Baca »

 

FENOMENA ALIRAN SESAT DAN NABI PALSU DI INDONESIA

(SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGI AGAMA)

 Oleh : Nanang Wijaya

 

I.              Sikap Knower

Seorang knower atau peneliti  sesungguhnya memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan ilmunya yang untuk itu setiap peneliti (knower) harus memiliki sikap tertentu dalam mendukung proses pengembangann keilmuan tersebut. Sikap-sikap tersebut adalah :

1.      Tanggungjawab ilmiah.

Setiap peneliti (knower) harus memiliki tanggungjawab ilmiah, baik terhadap ilmu pengetahuan yang dikuasainya juga terhadap perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya. Tanggung jawab ilmiah ini akan mendorong peneliti (knower) untuk berkerja secara profesional dalam tugas sebagai peneliti sebab hasil penelitian tersebut berguna bagi pengembangan pengetahuan.

Jika rasa tanggung jawab ilmiah ini tidak ada, maka penelitian yang dilakukan akan sembarangan, tidak profesional tanpa kesadaran bahwa penelitian tersebut berguna bagi perkembangan pengetahuan.

Lanjut Baca »

Peran Organisasi Agama Dan Penanggulangan Terorisme

Oleh : Nanang Wijaya

I.         Terorisme di Indonesia

Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia akrab dengan aksi terorisme. Pada tahun 2000, setidaknya terjadi empat aksi teror.  Pada 1 Agustus 2000 bom meledak dari sebuah mobil yang diparkir di depan kediaman Duta Besar Filipina, Menteng Jakarta. Aksi tersebut mengakibatkan dua orang tewas. Pada 27 Agustus 2000 sebuah granat meledak di kompleks Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada yang tewas dalam aksi tersebut. Pada 13 September 2000 terjadi ledakan di gedung Bursa Efek Jakarta. Aksi ini mengakibatkan 15 orang tewas. Sedangkan, pada 24 Desember 2000 terjadi seangkaian serangan di gereja-gereja Jakarta dan kota-kota lain.

Lanjut Baca »

A.      Kehidupan dan Karya

Emile Durkheim lahir di Lorraine, Prancis, 1858 dan meninggal di Paris 1917. Selamanya hidupnya Emile Durkheim menghasilkan beberapa karya :

  1. The Devision of Labour in Society (1893)
  2. Rules of Sociology Method (1895)
  3. Sucide (1897)
  4. The Elementary Forms of Religious Life (1912)

B.       Konsep Dasar Tentang Moderenitas

Respon Durkheim terhadap modernitas terdiri atas dua, yakni :

  1. Durkheim menegaskan bahwa masyarakat modern itu harmonis dan tertib
  2. Durkheim ingin menciptakan suatu ilmu pengetahuan untuk menghasilkan pengetahuan yang diperlukan untuk mewujudkan cita-cita membangun masyarakat yang tertib dan harmonis itu.

Max Weber

 

Max Weber

 

A.      Kehidupan dan Karya

Max Weber lahir di Erfurt, Thuringia, Jerman tahun 1864 dan meninggal di Munich 1920. Selama hidupnya Max Weber menghasilkan beberapa karya :

  1. Methodological Essays (1902)
  2. The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism (1902-1904)
  3. Economy and Society (1910-1914)
  4. Sociology of Religion (1916)

Lanjut Baca »

KARL MARX

A.      Kehidupan dan Karya

Karl Marx lahir di Trier, Rhinenland, Prusia pada tahun 1818 dan meninggal di London 1883 dan wafat pada tahun 1883. Selama hidupnya Marx telah melahirkan beberapa karya, sebagai berikut :

  1. Philosophical and Economic Manuscript (1844)
  2. German Ideology (1846)
  3. The Poverty of Philosophy (1847)
  4. The Communist Manifesto (1848)
  5. The Eighteenth Brumaire of Louis Bonaparte (1852)
  6. Grundise  (Outline of a Critique Of Political Economy) (1857)
  7. Preface to a Contribution to The Critique of Political Economy (1857)
  8. Theories of Surplus Value (1862 – 1863)
  9. Capital, vol 1 (1863 – 1867)
  10. Critique of The Gotha Programme (1875)

Lanjut Baca »

Setidaknya lima kali dalam sehari kita mendengar azan. Tapi bagaimana asal-muasal azan menurut mayoritas umat muslim? Ketika kaum muslim secara jumlah semakin banyak, Rasulullah kebingungan tentang bagaimana menyampaikan waktu salat. Maka beliau mengajak para sahabat untuk bermusyawarah.

Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan bendera. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup trompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang dilakukan orang Nasrani. Ada juga seorang sahabat yang menyarankan untuk menyalakan api pada tempat yang tinggi agar orang bisa melihat cahaya dan asapnya. Lalu ada usul dari Umar bin Khattab untuk menunjuk satu orang sebagai pemanggil kaum muslim untuk salat.

Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.