Kamar, dinding dan Rumah ; Percakapan Antara Ayah dan Anak (seri catatan filsafat)

Anak : ayah…..kenapa kita tidak bisa melihat akhirat saat ini ? aku ingin melihat surga…aku ingin melihat neraka….aku ingin melihat singgasana Tuhan…..aku ingin bertemu dengan Tuhan….mengapa tidak bisa ayah ???

Ayah : anakku…..jika engkau berdiam dikamarmu seperti sekarang ini…bisakah engkau melihat kamar lain ?……jika engkau bertinggal dalam rumah…bisakah engkau melihat rumah secara keseluruhan ?

Anak : tidak bisa ayah…..

Ayah : Mengapa ?

Anak : karena pandanganku terhalang oleh dinding……

Ayah : antara dunia dan akhirat sesungguhnya dekat…anakku….kita hanya bersebelahan kamar….jika engkau bisa membongkar dinding yang menyekat….maka semua kamar akan menjadi satu….itu yang disebut rumah….

anakku….karena kita tinggal di dalam rumah….maka bagaimana bentuk sempurna dari rumah yang kita tinggali tidak terlihat oleh kita….tapi walaupun engkau tidak bisa melihat rumah…tapi engkau yakin tinggal didalam rumah sayangku…

anak : tentu ayah….aku yakin sekali bahwa akau tinggal didalam rumah…walau aku tidak melihat wujud rumah…

terima kasih atas penjelasannya ayah……..tapi berjanjilah…ayah akan menjelaskan kepadaku tentang dinding-dinding yang menghalangiku dari kamar lain……

Insya Allah anakku……….

About these ads

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Tulisan ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s