Dongeng Putri Angsa dan Pencarian Makna Hidup (Bagian I ; The Beginning)

Menurut ibuku, aku adalah putri angsa yang tercantik di hutan ini….aku sangat senang mendengarnya….tapi menurut penghuni hutan yang lain….aku adalah putri angsa yang paling cerewet….sebab segala hal yang aku tanyakan….

Terkadang pertanyaan-pertanyaanku…tidak bisa terjawab oleh penghuni hutan yang lain…bahkan ibuku sekalipun…padahal aku menganggap selain paman kancil….ibuku adalah makhluk terpandai di hutan ini….aku bangga dan senang memiliki ibuku saat ini.

Aku cerewet bukan karena aku cerewet….sebab baik binatang lain yang juga cerewet…contohlah si Gagak…atau si Bebek…mereka juga cerewet….tapi aku tidak sama dengan mereka….aku hanya ingin bertanya…aku hanya ingin mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku….apakah itu dianggap cerewet ?

apakah jika aku terus bertanya ketika aku tidak puas dengan satu jawaban…aku dianggap cerewet ?  jika jawabannya iya….maka biarlah aku menjadi putri angsa yang cerewet….asalkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pikiranku terjawab.

Satu ketika aku bertanya kepada ibuku…..”kenapa aku dilahirkan sebagai angsa dari ibu angsa juga ? kenapa tidak aku lahir sebagai angsa….tapi dari ibu harimau…atau dari ibu gajah…atau dari ibu kelinci ?” atau kenapa tidak aku lahir sebagai marmut….dari ibu seekor angsa ? atau aku lahir sebagai ikan…dari ibu seekor angsa ?

kenapa….angsa hanya bisa beranak angsa….harimau beranak harimau….gajah beranak gajah…dan seterusnya…

Ibuku hanya tersenyum mendengar pertanyaanku….senyum ibuku adalah senyum paling indah menurutku dari binatang apapun….itulah sebabnya setiap aku bertanyaa….melihat senyum ibuku…setengah dari pertanyaan itu bagaikan telah terjawab….

“anakku….angsa harus memiliki ibu angsa….harimau harus memiliki ibu harimau…gajah harus memiliki ibu gajah….sebab Raja telah mentakdirkan demikian…..dan kita tidak bisa melawan takdir Raja”

“Raja ?????…..siapa Raja itu ibu ? bagaimana bisa dia mengatur-ngatur hidup kita dengan takdirnya….dan bagaimana mungkin kita tidak bisa melawan takdir darinya ? aku ingin bertemu dengannya ibu…..apakah aku bisa bertemu ibu “

“anakku…putri angsa yang cantik…..pergilah engkau dengan Paman Kancil….bertanyalah dengan dia tentang siapa Raja itu….siapa tahu…paman Kancil bisa memberimu jawaban”

Keinginanku bertemu Raja itulah yang membuatku berkenalan dan ingin belajar banyak hal dengan Paman Kancil….tapi sebelum belajar dengannya, Paman Kancil memberiku dua syarat….pertama aku harus bisa membaca….dan kedua kau harus bisa menulis….

sebab menurut Paman Kancil….dengan membaca…kita bisa mengetahui apa saja….bahkan kita bisa tahu apa keinginan Raja…kepada kita….sebab selama ini…Raja hanya berhubungan dengan kita lewat tulisan….yang dibawa oleh utusannya kepada kita…..aku sempat protes….kenapa Raja tidak datang langsung kepada kita ? kenapa harus lewat utusannya ?

Paman Kancil hanya tersenyum….”Putri angsa yang cantik….jika engkau bisa membaca dan menulis….maka engkau akan mengenal siapa raja….dan saya yakin…semua pertanyaanmu akan terjawab….oleh karena itu…belajarlah membaca dan menulis”

“paman….aku sudah tahu membaca itu untuk apa….tapi untuk apa aku belajar menulis ?

“anakku….membaca dan menulis….adalah dua kaki pengetahuan akan kebenaran…..jika tidak memiliki keduanya…atau hanya memiliki salah satunya….maka pengetahuan dalam dirimu…tidak berdiri sempurna…..tapi ingat…pengetahuan…tidak hanya memiliki kaki….tapi dia memiliki tubuh….tangan….kepala…pikiran….dan yang terpenting…pengetahuan itu memiliki ruh….sebab dengan ruh itu pengetahuan yang kita miliki akan hidup”

“paman….apakah ada hubungannya…antara aku ingin bertemu dengan Raja…dengan aku memiliki pengetahuan ?

“tentu anakku…pengetahuan adalah kendaraan menuju kepada Raja…artinya…orang yang tidak memiliki pengetahuan…dia tidak pernah bertemu Raja.

“sungguh seperi itu paman ?”

“iya…anakku”

sejak itu…aku terus belajar dengan keras untuk membaca dan menulis dengan Paman Kancil….aku meninggalkan teman-teman sebayaku yang asyik bermain….seolah hidup mereka adalah bermain….tapi bagiku…aku harus bertemu Raja dan menyampaikan pertanyaanku…”kenapa aku terlahir sebagai putri angsa….kenapa tidak terlahir sebagai yang lain”

(avatarwijaya.bandung.24.02.20.11.14.21)

About these ads

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Tulisan ini dipublikasikan di Catatan Harian, Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s