MANUSIA PARADOKSAL (Catatan Waktu Masih Mahasiswa 1 ; tanpa tanggal dan tahun….dari data file komputer catatan ini dibuat tahun 2004) Kita adalah sosok paradoksal realitas ……kita hidup dalam realitas yang kita benci……….realitas yang memuakkan kita………… realitas rutinitas yang membosankan……….tapi kita terpaksa untuk hidup didalamnya Dan kita tak bisa berbuat apa-apa untuk merubah keadaan. Karena tidak bisa berbuat apa-apa maka kita berusaha menikmatinya………… atau pura-pura menikmatinya…..
Coba lihat begitu rendahnya penilaian terhadap realitas………… bukankah terkadang menilai sesuatu dari realitas luarnya…….. tanpa mau memaknai apa yang dibalik realitas luar……….. pada kondisi demikian kita mencaci maki Iblis, padahal Iblis memiliki peran untuk kebermaknaan keimanan kita…….. dan pada realitas demikian kita mencaci orang-orang yang berbeda dengan kita…….. jahat dengan kita……..membenci kita……padahal mereka terkadang sangat bermakna dengan kita………
Ingat ; Kita adalah mentari yang dicaci Kita adalah mentari yang di puji Kita adalah hujan yang dinanti Kita adalah hujan yang dibenci. Dalam realitas kita terkadang membutuhkan musuh kita……….. dan terkadang kita ragu atas sahabat kita. Kita terjebak pada wilayah hitam putih……….
Padahal ada wilayah abu-abu………. Pakai jilbab baik dan tidak pakai jilbab tidak baik…….. orang rajin shalat adalah orang beriman dengan baik sementara orang yang tidak shalat bukanlah orang yang beriman dengan baik………… kalau bukan baik pasti buruk…….. kalau bukan lurus pasti sesat……… kalau bukan bersih pasti kotor………
bayangkan pandangan kita itu ………kita menempatkan diri pada posisi atas bawah………….. dan kita dengan angkuh menempatkan diri pada posisi atas yang berhak untuk mencaci, memaki, menghakimi orang lain. Beranikah kita hidup di area abu-abu…..beranikah kita merubah rutinitas menjadi ledakan-ledakan kreatifitas….beranikah kita untuk hidup bersama sekalipun itu dengan Iblis…………… seberapa beranikah kita ?????????
( Nanang Wijaya / 2004 ; Tanpa tanggal)