Rencana Penelitian Fenomena Aliran Sesat

 

FENOMENA ALIRAN SESAT DAN NABI PALSU DI INDONESIA

(SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGI AGAMA)

 Oleh : Nanang Wijaya

 

I.              Sikap Knower

Seorang knower atau peneliti  sesungguhnya memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan ilmunya yang untuk itu setiap peneliti (knower) harus memiliki sikap tertentu dalam mendukung proses pengembangann keilmuan tersebut. Sikap-sikap tersebut adalah :

1.      Tanggungjawab ilmiah.

Setiap peneliti (knower) harus memiliki tanggungjawab ilmiah, baik terhadap ilmu pengetahuan yang dikuasainya juga terhadap perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya. Tanggung jawab ilmiah ini akan mendorong peneliti (knower) untuk berkerja secara profesional dalam tugas sebagai peneliti sebab hasil penelitian tersebut berguna bagi pengembangan pengetahuan.

Jika rasa tanggung jawab ilmiah ini tidak ada, maka penelitian yang dilakukan akan sembarangan, tidak profesional tanpa kesadaran bahwa penelitian tersebut berguna bagi perkembangan pengetahuan.

2.      Sikap Objektif

Peneliti (knower) menghindari sikap subjektif yang tentunya akan mempengaruhi kevalidan hasil penelitian. Sikap objektif adalah menerima dan mengungkap sebuah fenomena apa adanya, tanpa adanya nilai, perasaan, emosi, kesenangan, atau kepentingan-kepentingan tertentu yang mempengaruhinya.

3.      Sikap Jujur

Sejalan dengan sikap objektif, maka peneliti (knower) haruslah memiliki sikap jujur dalam setiap tahapan proses penelitian sampai pada pengungkapan/publikasi hasil penelitian. Apapun yang ditemukan pada penelitian haruslah diungkap secara jujur dan tidak tunduk pada kepentingan-kepentingan tertentu.

4.      Sikap Berani

Sikap jujur harus dibarengi dengan sikap berani dalam mengungkapkan segala fakta atau kesimpulan penelitian sesuai dengan kenyataan yang ditemukan pada penelitian.

5.      Sikap Relatif

Sikap relatif ini penting bagi peneliti (knower) untuk menjaga objektifitas penelitian. Kenyataan apa adanya penting bagi penelitian, maka jika ditemukan kenyataan yang berbeda dengan apa yang diyakini atau tidak sesuai dengan pendapat peneliti (knower) maka peneliti harus melepaskan pendapatnya. Sehingga penelitian tidak diarahkan pada arah tertentu sesuai dengan pendapat yang diyakini oleh peneliti.

6.      Sikap Skeptik

Sikap ragu sesungguhnya mendorong peneliti untuk betul-betul menguji segala apa yang didapat atau ditemukannya dalam penelitian. Peneliti tidak boleh dengan mudah percaya dengan info atau data yang diterima, sebab bisa jadi info atau data yang diterima bukan info atau data yang sebenarnya.

7.      Sikap tidak memihak pada nilai tertentu (bebas nilai)

Sikap ini lebih pada untuk menghindari peneliti untuk menghakimi, menilai, memutuskan atau menyimpulan hasil penelitian berdasarkan nilai atau keyakinan yang dianutnya. Pada saat penelitian, peneliti harus mengungkap fakta apa ada, kemudian ada penilian terhadap hasil penelitian tersebut seharusnya tidak dilakukan pada saat penelitian akan tetapi setelah penelitian tersebut disimpulkan atau ditemukan fakta yang sebenar-benarnya.

8.      Kecerdasan Emosional

Peneliti harus mempu mengendalikan dan mengantur emosi, perasaan sehingga tidak mempengaruhi proses penelitian baik dalam pengambilan data maupun proses analisis data untuk mengambil kesimpulan.

9.      Penguasaan Metode Penelitian

Penelitian yang valid tentunya didasarkan pada metode penelitian yang tepat. Untuk itu seorang peneliti (Knower) haruslah menguasai metodologi penelitian sehingga bisa menentukan dan memilih metedo penelitian yang tepat dalam proses penelitian.

10.  Sabar, sederhana dan teliti

Sikap-sikap diatas adalah sikap yang sangat dibutuhkan oleh seorang peneliti dalam proses penelitian, sebab sikap-sikap tersebut akan mendukung suksesnya proses peneltian.

 

II.           Analisis Ontologi
A.    Fenomena-fenomena di masyarakat

  1. Aliran Satria Pingit dengan pimpinan Agus Imam Solihin  digerebek petugas pada Senin 26 Januari 2009 di kawasan Jalan  Kebagusan 2, RT 10 RW 6, nomor 37, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Aliran ini memiliki 13 ritual termasuk melakukan persetubuhan dengan bertukar pasangan yang ditonton oleh anggota mereka. Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) tengah menyelidiki apakah aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwono yang menghalalkan bersetubuh dengan bertukar pasangan terkait simbol agama tertentua tau tidak. (Sumber ; Viva News, 28 Januari 2009)
  2. Masyarakat Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikejutkan dengan beredarnya nabi melalui selebaran, yang berisi seseorang bernama Bakri Abdullah alias amak Junaidi warga Dasan Tinggi Daye Sambalie sebagai sosok nabi. Menurut keterangan dalam selebaran tersebut, Lelaki berusia 70 tahun itu disebut telah menerima wahyu dari Malaikat Jibril. Akibatnya, isu nabi palsu itu menarik perhatian pemerintah Lombok Timur. “Saya memang dua kali melakukan mi’raj yang pertama itu saya naik tahun 1975 dan yang kedua tahun 1997 dan langsung menerima ijazah,” ujar Bakri kepada wartawan. Bakri Abdullah juga mengaku pernah hendak dihakimi warga akibat ulahnya itu. Meski demikian hingga saat ini dirinya memimpin aliran yang disebut sebagai Istijenar Raksa Gunung Rinjani yang beranggotakan 29 orang. Kelompok ini biasanya melakukan ritual setiap malam Jum’at. (Sumber ; Viva News ; 29 Oktober 2009)
  3. Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Priok tengah memburu Sakti Alexander Sihite,32, seorang pria yang mengaku sebagai utusan Tuhan. Polisi berencana klarifikasi soal pernyataannya sebagai rasul atau nabi pada blog pribadi. Pria asal Riau ini mengaku mendapatkan induksi energi pada 13 September 2007 di dalam tidurnya. ”Ada cahaya yang menyuarakan, ‘engkau adalah rasulullah’, kata Sihite seperti dikutip dari blog pribadinya.  Setelah tiga minggu dari peristiwa tersebut dia pun mendeklarasikan dirinya sebagai utusan Tuhan melalui jejaring sosial. Sejauh ini, alumnus fakultas hukum Universitas Indonesia (UI) itu belum terbukti menyebarkan sebuah ajaran agama baru. Dia lebih banyak berdialog soal agama melalui blog miliknya itu.
  4. Aliran sesat berkedok yayasan di Dusun Cepiples, Desa Singogalah, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dibubarkan warga, Selasa (10/11) malam. Warga marah karena yayasan melarang pengikutnya salat lima waktu bila sudah berbuat baik. Yayasan bernama Kharisma Usada Mustika. Mereka sudah beroperasi sejak satu tahun silam. Lantaran itu kemarahan warga menggumpal. Warga nyaris berbuat nekat dengan menghakimi pengikut aliran ini andai tak dicegah pejabat desa setempat. Menurut warga, aliran ini sudah keterlaluan. Selain melarang salat, tak kurang dari 100 anggota yayasan juga minta diperlakukan eksklusif, kalau tak ingin dikatakan kurang ajar. Soalnya para anggotanya mengharuskan orang tua mencium tangan mereka. (Sumber ; Metrotvnews.com ; 11 November 2009)
  5. Ajaran Tajul Muluk, yang diduga sebagai aliran ajaran sesat, berkembang di wilayah Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.  “Ajaran ini kami anggap sesat karena tidak percaya salat Tarawih dan menganggap bahwa salat Tarawih itu tidak ada di zaman Nabi Muhammad SAW,” kata tokoh ulama Pamekasan K.H. Munif Sayuti saat mendampingi warga Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben yang melaporkan keberadaan ajaran itu ke Mapolwil Madura, Jumat. Menurut Munif, ajaran Tajul Muluk menganggap salat Tarawih hanya sebagai hasil kreasi ibadah Khalifah Umar bin Khatab, sehingga tidak perlu dilakukan. Mereka bahkan menganggap salat Tarawih tergolong bid`ah, yakni sebuah bentuk ibadah tambahan yang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad dan tidak tertulis dalam Alquran maupun hadis. Selain itu, ajaran ini juga tidak mempercayai Alquran yang ada sekarang ini karena dianggap tidak asli, mengingat telah terjadi penambahan dan pengurangan. Yang mendasari ajaran Tajul Muluk bahwa Alquran yang ada ini mengalami modifikasi, adalah karena mengalami revisi pada masa Khalifah Ustman bin Affan. (Sumber : ANTARA News ; 16 Oktober 2009)
  6. Majelis Ulama Indonesia Sumatra Selatan, memvonis aliran kelompok Amanat Keagungan Ilahi sebagai aliran sesat. Ajaran kelompok ini dinilai melenceng dari tuntunan ajaran Islam yang baku dan berlaku umum di Indonesia. Kehadiran kelompok ini mulai membuat masyarakat setempat resah. Pasalnya, masyarakat merasa ajaran yang mereka sebarkan adalah bentuk penistaan terhadap agama Islam. Menurut warga, ini berpotensi menimbulkan konflik antarumat beragama. (Sumber : (Sumber ; Metrotvnews.com ; 27 November 2009)
  7. Ratusan warga di dua kecamatan yakni Kecamatan Bangsalsari dan Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga mengikuti aliran islam sejati yang dipimpin oleh Ustad Mhfudz dan diduga menyimpang dari syariat islam. Ketua Majelis Wali Cabang (MCC) NU Bangsalsari, Jember, Wakik, SH, Selasa mengatakan aktifitas islam sejati yang dilakukan ratusan islam sejati di dua kecamatan itu, misalnya tidak menjalankan sholat lima waktu namun cukup dengan mengingat saja. Selain itu, juga terhadap ibadah haji di Mekkah, tidak perlu dijalankan karena hanya bersifat wisata saja. (Sumber : ANTARA News ; 06 November 2007)
  8. Warga Jombang menutup Pondok Pesantren Al-Muroq Al-Karim di Desa Pagak, Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur, baru-baru ini. Alasannya, ponpes tersebut dianggap sesat. Selain itu, pengasuh ponpes tersebut dituduh membawa lari seorang gadis desa setempat. Warga setempat menuduh pengasuh ponpes yang bernama Kiai Tajuddin sesat. Ini berdasarkan pengakuan Kiai Tajuddin bahwa Kiai Hamin Jazuli atau Gus Mik masih hidup dan hadir di setiap pengajian pesantren. Padahal Gus Mik telah lama meninggal. Selain itu warga setempat juga kecewa dengan polisi yang tidak menindaklanjuti laporan warga untuk menutup pesantren dan menangkap pengasuh pondok yang dituduh membawa lari gadis setempat. (Sumber : 19 September 2006)
  9. Puluhan orang tak dikenal membakar pondok pengajian tarekat Satariah Sahid di Desa Stabat Lama, Langkat, Sumatra Utara, belum lama ini. Pondok pengajian dibakar karena diduga mengembangkan ajaran sesat. Pondok pengajian ini adalah cabang tarekat Satariah Sahid di Belawan, Sumut, yang jumlah pengikutnya mencapai ratusan orang. Salah satu ajaran kelompok ini adalah melarang umat Islam mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW sebab beliau telah meninggal dunia (Sumber : Liputan6.com ; 10 Juni 2006)
  10. Diduga menjadi tempat penyebaran ajaran sesat, sebuah pondok pengajian di Desa Sekong, Pandeglang, Banten, pada Selasa (8/9) malam dibakar ratusan warga. Warga juga merusak rumah pemimpin pondok yang dinilai sesat karena mengajarkan serta melakukan pernikahan gaib dengan seorang janda dan kedua putrinya. Warga kesal dan resah dengan aktivitas pengajian pimpinan Ustad Sahrudin. Kepada para santrinya yang mayoritas berasal dari Jakarta, Ustad Sahrudin mengajarkan pernikahan gaib, yakni pernikahan yang tidak memerlukan saksi, wali nikah, ataupun penghulu. Pernikahan gaib sudah dianggap sah hanya dengan kehadiran mempelai laki-laki dan perempuan. Ustad Sahrudin sendiri termasuk yang melakukan praktik perkawinan gaib dengan mengawini seorang janda beranak dua dan sekaligus menikahi kedua anak tirinya tersebut. Dari janda tersebut, Ustad Sahrudin memiliki satu orang anak, sedangkan dari kedua putri tirinya memperoleh tiga anak. (Sumber : Liputan6.com ; 09 September 2009)
  11. Kepolisian daerah Jambi menangkap pimpinan aliran Islam Baru, Edi Ridwan serta tiga pengikutnya yaitu Harmain, Amir, dan Sudibyo, belum lama ini. Penangkapan di kawasan Simpang Tiga Sipin itu dilakukan setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi menyatakan aliran ini sesat. Kepada pengikutnya, aliran ini membolehkan seseorang untuk tidak mengerjakan salat. Selain itu, mereka juga tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul. Mereka beralasan karena akan muncul rasul baru di Jambi dalam waktu dekat. (Sumber : 20 November 2007)
  12. Empat ustad di Desa Lamatti-Riaja, Bulu-Poddo, Sinjai, Sulawesi Selatan ditangkap polisi, Rabu (10/10). Keempat orang tersebut diduga menyebarkan aliran Al-Qiyadah Al Islamiyah yang menurut Majelis Ulama Indonesia Sinjai adalah aliran sesat. Ustad yang dibekuk adalah Anwar Pai, Usman, Muhammad Saleh, dan Burhanuddin. Melalui aliran yang diyakininya mereka tak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir. Aliran ini juga mengajarkan ritual salat, puasa, dan zakat yang bertentangan dengan Islam. Contohnya, jumlah rakaat berbeda dan puasa dan zakat bukan kewajiban tapi sunnah. Para tersangka mengaku sudah menjadi pengikut aliran ini sejak setahun lalu. Mulanya Anwar mengenal ajaran Al-Qiyadah lewat Burhanuddin yang pertama kali mengenalkannya dengan Al-Masih Al Ma`un yang diklaim sebagai nabi Al-Qiyadah Al Islamiyah.(Sumber : Liputan6.com ; 10 November 2007)
  13. di seluruh Kabupaten Tulungagung, disebutkan setidaknya ada 157 penganut Baha`i.Pada dasarnya, kehadiran ajaran Baha`i di Desa Ringinpitu tidak banyak menjadi masalah sebelumnya. Sebab, dari sekitar 8.000 jiwa yang tinggal di Ringinpitu, sekitar 60 persen-nya merupakan penganut aliran kepercayaan. Di antaranya aliran kebatinan “Saptodarmo”, “Perjalanan Pangestu” serta “Roso Sejati”. Artinya, perbedaan keyakinan bukanlah hal asing. Baha`i mulai jadi perhatian luas setelah mereka menerbitkan surat atau akta nikah sendiri, khusus untuk pernikahan antar sesama pengikut Baha`i. Selain itu, mereka ngotot ingin mencantumkan Baha`i dalam kolom ”agama” di KTP.
    Praktik ibadah mereka, yang kemudian dirasa asing oleh warga Ringinpitu yang mayoritas muslim, adalah puasa selama 19 hari sebelum merayakan hari raya-nya, yakni Hari Raya Naurus, yang jatuh pada tanggal 21 Maret. Serta cara sembahyang mereka yang hanya dengan berdiri dan menengadahkan tangan, menghadap kiblatnya di Gunung Caramel, Haifa, Israel. Menurut Karnu, ajaran Baha`i mulai masuk Ringinpitu pada tahun 1980-an, dibawa oleh seseorang bernama H. Yusuf. (Sumber : Surya Live ; 03 Desember 2009)
  14. Warga Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, tak lagi dapat menahan kekesalan. Kemarin malam, mereka berduyun-duyun mendatangi pengajian yang tengah digelar di rumah Gus Aan, sebutan bagi Ahmad Naf`an, pemimpin Perguruan Ilmu Kalam Santriloka. Warga resah karena ajaran Santriloka tidak mewajibkan salat lima waktu dan puasa Ramadan. Salat yang mereka lakukan hanya empat waktu tanpa ruku dan sujud. Khawatir amarah warga tak terkendali, Ahmad Naf`an kemudian diamankan polisi. (Sumber : Liputan6.com ; 30 Oktober 2009)
  15. Pagi itu, pekan ketiga bulan September 2006, ratusan warga Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Sumatra Barat, berunjuk rasa di halaman Masjid Baitul Izza. Massa menuntut peresmian masjid yang diketahui milik jamaah Jamiyatul Islamiyah (JI) oleh Gubernur Sumbar, hari itu, ditunda. Sebab warga menilai ajaran JI sesat. Ini berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (Sumber : Liputan6.com ; 07 Oktober 2006)
  16. Untuk diketahui, ajaran JI masuk ke wilayah Sumbar sejak tahun 1970-an. MUI setempat mencatat, ajaran ini masuk dan disebarkan oleh Abdul Karim Djamak, pemimpin JI yang berasal dari Kerinci, Provinsi Jambi. Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Sumbar Muchlis Bahar, sejak masuk ke wilayahnya, pengajian JI sempat beberapa kali ganti nama. Tahun 1981, Kejaksaan Tinggi Sumbar mengeluarkan keputusan yang menyatakan ajaran JI sesat dan menyesatkan. Muchlis menjelaskan, dalam ajaran JI bahwa manusia itu terdiri dari badan dan roh. Badan tersebut dapat mati dan bersifat kafir. Selain itu, jasad Nabi Muhammad SWA setelah wafat dimakamkan di Madinah. Kemudian, roh Muhammad dianggap sama dengan roh Allah dan tetap hidup di Mekkah. Setelah kurun ke-14, roh Rasul digantikan dengan Buya Kiai Haji Abdul Karim Jamak. Bagi jamaah JI, Abdul Karim Jamak pada hakekatnya Rasul Allah, Muhammad akhir zaman, dan Imam Mahdi. (Sumber : Liputan6.com ; 07 Oktober 2006)
  17. Kepala Sekolah SDN 219/II BTN Lintas Asri Kecamatan Bungodani Provinsi Jambi, Djanewar, menyatakan dirinya sebagai nabi atau rasul. Pernyataan Djanewar itu dituliskannya dalam sepucuk surat yang dialamatkan kepada Dinas Pendidikan Bungodani. Hasil pemeriksaan Nazaruddin, Djanewar memberikan penjelasan yang tidak masuk akal. Pendapat-pendapatny a pun terkesan aneh. Makanya kemudian Djanewar dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi untuk berkonsultasi dengan psikiater dan menjalani pemeriksaan. Belakangan, keluarga Djanewar sendiri menyatakan ibu empat anak itu mengidap gangguan mental dan beberapa kali masuk rumah sakit jiwa. Bahkan Djanewar disebut-sebut pernah melakukan percobaan bunuh diri. (Sumber : Riau Pos ; 22 November 2007)
  18. Chandra Adenan Rasjad terpaksa berurusan dengan polisi. Ia mengaku sebagai rasul sejak enam bulan lalu setelah diutus Tuhan untuk mencerahkan dunia. Meski mengaku rasul Islam, ajaran Chandra adalah gabungan dari beberapa kitab suci seperti Alquran, Injil, dan Taurat. Kini, aparat Kepolisian Kota Besar Bandar Lampung, Lampung, memeriksa Chandra karena telah meresahkan warga. Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Bandar Lampung Komisaris Polisi Namora Simanjuntak, pihaknya akan menjerat tersangka dengan pasal tentang penodaan agama (Sumber : Liputan6.com ; 15 Juni 2008)
  19. Orang yang mengaku sebagai nabi sepertinya tak pernah habis. Setelah kasus Ahmad Moshaddeq muncul, kini Chandra (54) pria asal Lampung mengaku sebagai nabi. Namun parahnya pria itu kini ditahan karena dituduh memperkosa tetangganya. Chandra digiring ke kantor polisi setelah Is (19) tetangganya di Jalan Terusan Enim Gang Rajawali Pahoman Bandar Lampung itu mengadukan perbuatan cabul Chandra yang dilakukan dua kali pada Jumat 1 Agustus 2008 lalu. Menurut Is kepada polisi, pelaku menodainya sebanyak dua kali yaitu pada pukul 11.00 dan 13.00. (Sumber : Okezone.com : 04 Agustus 2006)
  20. Polisi menangkap seorang warga di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Jumat (23/10), yang mengaku sebagai wali suci dan mengajak warga untuk menjadi pengikutnya dengan syarat bersedia digauli. Dilaporkan tujuh orang perempuan jadi korban dan mengaku telah digauli dan dicabuli oleh tersangka. Chaeruddin alias Etta (60 tahun), warga Desa Lampasio, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, yang diam-diam mengajarkan faham sesat dan mengaku sebagai wali suci ini ternyata hanya menjadikan misinya sebagai pelampiasan hawa nafsu bejatnya. (Sumber : Mtrotvnews.com ; 24 Oktober 2009)
  21. Amaq Bakri (60), warga Nusa Tenggara Barat, mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Bahkan ia juga mengaku telah melakukan mi`raj. Pengakuan Amaq Bakri itu mengundang keresahan warga.  Terkait dengan itu, Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat Prof. H. Syaiful Muslim meminta pemerintah, agar segera menghentikan ajaran yang disebarkan oleh Amaq Bakri. Muslim juga mendesak, agar Amaq Bakri mencabut pernyataannya sebagai nabi untuk menghindari amuk massa. (Sumber : Liputan6.com : 16 Oktober 2009)
  22. Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Deli Serdang, Sabtu (20/9), mengamankan seorang pria, warga Helvetia, Medan, Sumatra Utara, yang mengaku sebagai nabi terakhir dan sang pemimpin akhir zaman. Bersama dia turut diamankan pula 14 orang pengikutnya di kawasan Tanjung Morawa. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut laporan warga yang mengaku resah dengan keberadaan kelompok ini. (Sumber : Liputan6.com ;21 September 2008)
  23. Bandung digegerkan seorang yang mengaku nabi terakhir. Pengakuan itu tertuang dalam dua buah buku yang ditulisnya. Ahmad Sayuti, “nabi” akhir zaman ini pun harus berurusan dengan polisi. Namun akhirnya ia pun bertobat dan menyatakan kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya. Pasca pengakuan nabi oleh Ahmad Mosadeq pimpinan Alqiyadah Al Islamiyah beberapa waktu lalu, kini Bandung digemparkan lagi oleh Mohammad Sayuti atau Ahmad Sayuti (70) yang juga mengaku sebagai nabi. Bahkan dengan tegas ia menyatakan diri sebagai nabi terakhir, dan Muhammad yang disebut-sebut dalam kitab suci Alquran sesungguhnya tiada lain adalah dirinya sendiri. Pernyataan pengakuan sebagai nabi ini terurai dalam dua buah buku yang beredar secara terbatas sejak 2005. Dua buku itu ditulis dan diterbitkan sendiri oleh Ahmad Sayuti. Buku pertama berjudul “Kelalaian Para Pemuka Agama dalam Memahami Kitab-kitab Peninggalan Nabi-nabi Rasul Allah (Taurat, Injil dan Alquran) dengan Segala Akibatnya”. Dan buku kedua berjudul “Mungkinkah Tuhan Murka”. Pengakuan Sayuti sebagai nabi terakhir, tertulis dalam bukunya yang terakhir halaman delapan. (Sumber : ekorisanto.blogspot.com ; 11 Agustus 2009)
  24. Kapolres Cirebon, Jabar, AKBP Sufyan Syarif mengaku pihaknya sudah menerima laporan tentang adanya aktivitas penyebaran dua aliran keagamaan, Hidup Dibalik Hidup dan Surga ADN yang dianggap sesat dan mulai meresahkan masyarakat.  “Kami sudah menurunkan anggota untuk menyelidiki dua aliran tersebut. Nanti hasil penyelidikan kemudian akan kami evaluasi untuk mengambil langkah apa yang seharusnya dilakukan,” kata Sufyan. (Sumber : ANTARA News ; 20 November 2009)
  25. Suriyadi serta pengikutnya ditangkap satuan Reserse dan Kriminal Polres Deli Serdang,kemarin malam, di tengah kegiatan pasar murah warga Tanjung Morawa. Warga Helvetia, Medan, itu dibekuk lantaran mengaku sebagai nabi terakhir dan sang pemimpin akhir zaman. Hal ini kembali ditegaskan Suriyadi saat diperiksa polisi. Status itu diakui Suriyadi diketahui sejak berusia lima tahun. Menurut ia, kini tugasnya memperkenalkan diri dan statusnya kepada khalayak agar dikenal (Sumber : Liputan6.com ; 20 September 2008)

Berdasarkan data-data diatas, maka terlihat begitu banyuk dan massifnya fenomena aliran sesat dan nebi palsu di Indonesia. Olehnya ini sesungguhnya telah menjadi masalah sosial di Indonesia yang menimbulkan permasalahan dalam setiap sendi kehidupan sosial baik oti politik, sosial, ekonomi dan budaya.

B.     Permasalahan

Dari fenomena diatas ditarik beberapa permasalahan :

  1. Bagaimana perkembangan aliran sesat dan Nabi Palsu di Indonesia ?
  2. Faktor-faktor apa yang mendorong lahirnya aliran sesat dan Nabi Palus di Indonesia
  3. Bagaimana masyarakat merespon fenomena aliran sesat dan nabi Palsu di Indonesia
  4. Bagaimana pemerintah Indonesia menyikapi fenomena aliran sesat dan nabi Palsu di Indonesia

C.    Unsur dan Proses
1.      Aliran Sesat dan Nabi Palsu

Dalan penelitian ini mencoba mengungkap wujud dari aliran sesat dan Nabi Palsu  tersebut serta bagaimana proses terbentuk atau lahirnya aliran sesat atau nabi palsu di masyarakat. Berikut penjelasan MUI terhadap ciri atau kriteria aliran sesat dan Nabi Palsu :

  1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.
  2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.
  4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.
  5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
  6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.
  7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
  8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.
  9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.
  10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Dan dalam fenomena aliran sesat dan Nabi Palsu ini pengaruh politik, ekonomi, sosial dan budaya tentunya sangat besar dalam proses terbentuk atau lahirnya aliran sesat dan nabi Palsu ini.

 

2.      Agama dan Proses lahirnya Aliran-aliran

Agama sebagai suatu sistem mencakup individu dan masyarakat, seperti adanya emosi keagamaan, keyakinan terhadap adi kodrati, ritus serta ikatan-ikatan jamaah yang sangat mengikat secara emosional selain itu agama juga menerapkan sistem simbol yang memantapkan individu dalam menerapkan hukum dan ketentuan pada kehidupan sosialnya.

Dalam sebuah ajaran agama terdepat sistem kepercayaan, sistem ritus atau ibadah, sistem hukum atau aturan-aturan terhadap prilaku maka ajaran agama akan membentuk pola-pola prilaku tertentu baik individu maupun sebuah komunitas tertentu yang terbentuk dkarenakan ajaran agama yang diyakini.

Pada dasarnya aliran-aliran dalam agama itu timbul karena perbedaan pendapat dalam memahami ajaran yang terdapat dalam Qur’an dan beberapa penyebab timbulnya mazhab :

  1. Perbedaan pemikiran
  2. Ketidakjelasan masalah yang menjadi tema pembicaraan
  3. Perbedaan kesenangan dan kecenderungan
  4. Perbedaan cara Pendang
  5. Karena mengikuti pendahulunya
  6. Perbedaan Kemampuan
  7. Masalah Kepemimpinan dan Cinta pada Penguasa
  8. Fanatisme kelompok yang berlebihan.

 

III.             Analisis Epistemologi

Dapat dilihat bahwa penelitian ini berangkat dari fenomena yang terjadi dimasyarakat yang bersifat konkret, spesifik dan locus. Sehingga pendekatan yang diambil adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian, sebagaimana kata Bogdan dan Tailor ”menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang dapat diamat .

Pendekatan kualitatif adalah untuk mencari kebenaran relatif. ” sementara Chadwick et.al mengatakan bahwa ”penelitian kualitatif mengacu pada strategi penelitian observasi partisipan dan wawancara mendalam yang bertujuan untuk memahami aktivitas yang diselidiki yang memungkinkan peneliti mempeoleh informasi dari tangan pertama mengenai masalah sosial empiris yang hendak dipecahkan. Berdasarkan pendapat di atas disimpulkan bahwa, pendekatan kualitatif memiliki perspektif ganda dimana peneliti membangun perspektif demikian berdasarkan analisis lapangan.

Pendekatan kualitatif dipakai dalam penelitian ini berdasarkan pada pertimbangan yang secara signifikan mempengaruhi penajaman substansi penelitian. Pertimbangan yang dimaksud adalah: Metode kualitatif menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan informan, obyek dan subyek penelitian bersentuhan langsung. Metode kualitatif lebih tepat dipergunakan saat penelitian berhadapan dengan fenomena ganda, dalam studi ini, yang diteliti adalah masalah konflik yang memiliki perspektif ganda  Kemudian, Penelitian kualitatif dianggap peka, tajam dan mampu menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.

A.    Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengumpulan data yang utamanya digunakan dalam penelitian kualitatif yang meliputi wawancara secara mendalam (in-depth Interview), observasi partisipan dan dokumentasi.

Guna  memperoleh  data  dan  informasi  yang  dibutuhkan  ditempuh penggalian berbagai data, berupa wawancara langsung dengan informan, sifatnya mendalam, (in-dept interview) tidak terstruktur. Wawancara model demikian dilakukan sebagai upaya agar, pertama hubungan antara peneliti dengan informan berlangsung tidak formal, kedua, wawancara diupayakan berkembang sebagaimana mestinya, jawaban informan akan dikaji lebih dalam (wawancara mendalam) sesuai dengan jawaban yang diberikan sebelumnya,

Data-data diperoleh melalui pengamatan langsung dibeberapa lokasi peristiwa, sementara data lain (primer) melalui wawancara yang dilakukan dengan cara indepth interview (wawancara bebas dan mendalam).  Sementara data sekunder diperoleh melalui penelusuran berbagai bahan kepustakaan, seperti buku-buku, dokumen, surat kabar, majalah dan berbagai sumber tertulis lainnya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut maka metode yang cocok untuk itu adalah deskriptif analitik, sementara metode pengumpulan data melalui tiga macam cara yaitu :

  1. Observasi : sebuah teknik pengumpuan data yang seringkali dipakai dalam penjaringan data kualitatif  yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung guna melihat dan mencatat segala sesuatu yang berkembang di lapangan.
  2. Wawancara mendalam : Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh data dari informan yang berupa pemahaman, perasaan dan makna sesuatu. Dalam wawancara dengan informan, peneliti memberikan keleluasan kepada mereka untuk menjawab segala pertanyaan, sehingga memperkuat data-data melalui pengamatan. Wawancara dilakukan secara tidak terstruktur dan memakai pedoman wawancara
  3. Penelitian kepustakaan : Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menelusuri teori yang dipakai sebagai dasar analisis, kemudian peneliti melakukan pengumpulan berbagai referensi yang berkaitan dengan konflik di Kota Palu. Berbagai teori, penelitian lain dan data sekunder lainnya sangat membantu dalam metode selanjutnya.

Penelitian ini juga menekankan proses eksplorasi, terutama menyangkut aspek yang belum dikaji lebih dalam. Eksplorasi dilakukan berkaitan dengan berbagai data dengan bahasan penelitian, hal ini dimaksudkan agar obyek penelitian menjadi tajam, mendalam dan berupaya menemukan data yang sifatnya baru Metode eksplorasi adalah teknik yang dilakukan oleh peneliti, dengan mempelajari berbagai tulisan, baik yang berupa tulisan ilmiah maupun berupa tulisan-tulisan jenis berita yang terdapat  di koran, majalah dan berbagai sumber tertulis lainnya, kemudian data sekunder yang diperoleh tadi, disamping dirujuk dalam tulisan juga dijadikan sebagai referensi untuk bahan pertanyaan dan diskusi antara peneliti dan informan

Berdasar pada hal-hal di atas maka dalam penelitian ini akan ditentukan dalam tiga tahap: Pertama, pengumpulan berbagai data sekunder untuk mengetahui masalah penelitian. Kedua, melakukan diskusi intensif dengan informan tentang obyek penelitian dan penentuan informan biasa

B.     Teknik Analisis Data 

Analisis data adalah suatu kegiatan proses penyederhanaan data kedalam formula yang mudah dibaca serta mudah diinterpretasi. Analisis data disini tidak saja memberikan kemudahan interpretasi, tetapi mampu menjelaskan makna  dari setiap fenomena yang diamati, sehingga implikasi yang lebih luas dari hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan kesimpulan akhir penelitian (lebih jauh lihat Garna, 1999 : Muhajid 1998)

Dalam analisis data juga dilakukan tafsiran data, hal ini dimakudkan untuk memberi makna analisis, menjelaskan pola klasifikasi data, mencari hubungan antar berbagai konsep penelitian. Penafsiran dalam hal ini dimaksudkan sebagai pengembangan perspektif atau pandangan peneliti.

Selanjutnya hal yang penting juga dilakukan pada tingkat keabsahan data melalui referensial, sebagai hasil pembanding dari tulisan yang telah disusun. Selanjutnya keabsahan data diperkuat melalui peralatan berupa tape recorder, kamera foto, dan perlengkapan lain yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Tulisan ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

2 Balasan ke Rencana Penelitian Fenomena Aliran Sesat

  1. himpass berkata:

    http://www.hariyanto27.wordpress.com

    http://khalifahhimpass.blogspot.com/

    Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.

    Alif laam miin.

    Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,

    Allah MengkaLamkan kepada kaMu sekalian. Dengarkan dan perhatikan! Setiap kamu, apakah kamu dari bangsa jin apalagi manusia, semua tercurah pendengarannya dan perhatiannya supaya kamu berpegang teguh dengannya, apalagi dalam alam dunia yang penuh dengan tipu daya ini. Yang kamu lihat hanyalah sebatas fatamorgana. Yang tak ada rupanya ada, yang jauh rupanya dekat, yang salah rupanya benar, yang gelap rupanya benar, yang gelap rupanya terang, yang ummi (bodoh) rupanya fathanah (cerdik). Demikian berlaku pula sebaliknya, sehingga kamu terombang ambing dalam keragu-raguan berjalan di muka bumi Allah ini.

    Maka dari itu wahai sekalian Alam, aku sampaikan kepada kamu sekalian selaku pembawa berita gembira dan peringatan, agar kamu semuanya selamat, berpeganglah kepada kitab AlQur’an, karena ini adalah kita yang tiada keraguan didalamnya. Sesiapa yang mengambil kitab selain AlQur’an, ingat! Pastilah kitab-kitab selain AlQur’an itu, mengambil sebagian Ayat-ayat AlQur’an, supaya kamu mulai berkeyakinan bahkan ber’itiqad bahwa dengan mempelajari kitab-kitab selain AlQur’an itu, barulah kamu bisa memahami isi AlQur’an. Sungguh penyimpangan yang yang sangat jauh, namun mereka sama sekali tidak sadar.

    Alif laam miin.

    Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,

    Wahai orang2 yang bertakwa, ketahuilah olehmu bahwa allah maha melihat yg gaib maupun yang nyata, yg kamu sembunyikan maupun yg kamu nyatakan, yg mendirikan sholat atau celaka, yg menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugrahkan mereka atau bakhil walaupun banyak shadaqah. Maka kembalilah kamu sekaliannya kepada AlQur’an, karena AlQur’an petunjuk bagi orang yg bertakwa. Taqwa tidaknya kamu dilihat dari apakah AlQur’an menjadi petunjuk buatmu atau selain AlQur’an yang lebih jelas menunjukkan buatmu.

    Ilmu yg kamu tuntut2 dari dari manapun, amal yg kamu buat2 sebaik mungkin, ibadah yg kamu khidmatkan setulus2 hatimu, tidakkan menjadikan kamu orang yang bertaqwa melainkan jika AlQur’anlah sebagai penjelasan yang sempurna bagi kamu jika memang kamu manusia yg berakal.

    (Al Quran) Ini adalah penjelasan yang Sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran

    Namun banyak manusia berkeyakinanada kitab selain selain atau sebelum AlQur’an yg mesti mereka pegang sebagai referensi untuk mengerti AlQur’an. Mereka membuat2 AlQur’an dan Membaca Kitab2 untuk mengenal Tuhan, bersatu (bertauhid) dengan Tuhan, dengan mengambil beberapa ayat AlQur’an, diletakkan pada kitab2 buatan manusia itu. Mereka membuat2 dan membaca kitab2 untuk berlaku baik, menghukum perbuatan yang mereka anggap buruk, juga mencaplok ayat beberapa ayat AlQur’an, diletakkan pada kitab2 buatan manusia itu. Mereka membuat2 dan membaca kitab untuk menyembah Tuhan, sehingga berbeda aliran atau keyakinan jika ada orang lain yang menyembah Tuhan yang tak sesuai dengan tata cara mereka, juga memasukan ayat2 AlQur’an kedalm kitab yg dibuat2 tsb.

    Wahai sekalian alam, aku datang kepadamu untuk mengIngatkan kamu sekalian bahwa Allah tadak pernah menurunkan kitab2 yang kamu buat2 dan kamu baca2 tsb. Allah tidak pernah menurunkan satu kitabpun yg kamu pelajari-pelajari itu. Adakah diantara kamu yang mendegar peringatanku?!

    Dan kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun.

    Ada sebagian mereka mendengar seruanku ini; namun karena AlQur’an yang aku bacakan ini sebagai ayat yg pernah mereka pelajari disekolah2 dan lulus jika menjawabnya sesuai dengan kaidah2 kitab yg dibuat2 atau dikarang nenek moyang mereka selama ini, maka jadilah hati mereka dan pendengaran mereka tertutup tak dapat memahami, apa yg aku serukan. Bagi mereka AlQur’an ini hanya sebagai kitab sejarah, yg akhirnya setiap aku bacakan ayat2 Allah mereka mengatakan “ini cerita orang dulu”.

    Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal kami Telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quran Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu.”

    Rupanya seperti orang yang beriman dengan belajar agama yg menggunakan kitab selain AlQur’an, padahal tidaklah sekali2 mereka itu orang beriman.

    Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

    Kamu disuruh berpegang pada wahyu yg disampaikan kepadamu melalui Utusan yg membacakan ayat-ayat Allah kepadamu. Maka wahai sekalian Alam, berpulanglah, berpeganglah! Kamu semuanya kepada kitab yang tidak ada keraguan padanya, agar kamu mendapatkan kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan didunia ini, dan jadilah kamu orang2 yg berada diatas jalan yg lurus (Mustaqiim).

    Pengkabaran besar yang aku sampaikan kepadamu supaya kamu diperingatkan dengan penjelasan yg sejelas2nya, bahwa AlQur’anlah yg fardhu bagi setiap kamu untuk kamu perpengi sebagai kitab yg dari sisi Allah, yg baginyalah kerajaan langit dan bumi. Kitab inilah yang tidak akan ada perdebatannya apabila kamu baca kepada sekalian alam, melainkan orang2 yg ingkar

    Dan Katakanlah: “Sesungguhnya Aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan”.

    Sebagaimana, kami Telah menurunkan kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah),

    orang-orang yang Telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi.

    Hai orang yg beriman dengan Kalam Allah, jika kamu telah memelihara Kitab2 selain AlQur’an yg sama sekali aku tidak menyalahkan kitab2 tsb. Maka pada ‘idul Adhha 2010 ini, marilah dengan suka atau terpaksa sembelilah, qurbankanlah, kitab2 yg telah kamu pel;ihara dengan baik selama ini, sehingga bukan daging dan darah, ilmu dan amal sampai kepada Allah melainkan Taqwamu. Demikianlah AlQur’an ini menundukkanmu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira ini kepada orang-orang yang berbuat baik.

    Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah Telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

    Wahai orang yg beriman peliharalah dirimu dari orang yang menyampaikan selain AlQur’an. Janganlah kamu memakan harta(ilmu) mereka itu. Sebab mereka adalah anak2 yatim yg Allah tak pernah sekali2 menurunkan kitab yang mereka baca2 yang dijarakannya kepadamu. Apapun kitab yg mereka ajarkan selain AlQur’an dengan segala tipu muslihat, ketahuilah bahwa mereka datang dengan kesesatan yg nyata.

    Sesungguhnya yang difardhukan atasmu itulah Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.

    Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

    Wassalam

    AL JABIR

  2. himpass berkata:

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
    MARI BERSATU
    LET’S ONE WORLD
    Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa”
    Aku sampaikan kepada semua manusia dimuka bumi ini untuk berTuhankan kepada DIA yang tak seumpama dengan segala sesuatu. DIA tidak dapat dipelajari dengan pengetahuan kata-kata tulisan, kata kata ucapan, kata kata fikiran dan kata kata rasa. DIA tidak terjangkau oleh sesuatu kerana Dia bukan sesuatu.
    Allah adalah nama bagi manusia dimuka bumi ini untuk menyatakan DIA sebagai Tuhan semesta alam. Allah adalah definisi dari Tuhan yang sudah dikenal dengan pengetahuan lisan, tulisan, akal, dan rasa. Maka segala sebutan bilangan dan nama, adalah nama Allah. Kemana sahaja wajah engkau palingkan, baik wajah lisan, tulisan, akal dan rasa, disanalah wajah Allah.
    Semua manusia dimuka bumi ini, baik yang mengaku berTuhan atau tidak berTuhan, sedar atau tidak, mereka sedang berhadapan dengan DIA yang tidak ada seumpamanya, sebandingnya, setaranya, semisalnya dan tidak ada duanya. Sehingga muncullah perkataan “TIDAK ADA TUHAN MELAINKAN ALLAH”. Nama apa pun yang kamu beri untuk menyatakan Tuhanmu, aku selaku penyampai Salam dari Tuhan menyebut dengan satu nama yakni: “ALLAH”. Dan aku berharap kamu sekaliannya setuju dengan sebutan ku ini dengan meninggalkan segala perbedaan antara aku dan kamu.
    Maka dari itu, wahai sekalian umat manusia yang ada dimuka bumi ini aku sampaikan salam dari Tuhanku, yang juga Tuhanmu, Tuhan kita semua: “QUL HUWA ALLAHU AHAD” = “KATAKAN, DIA ALLAH ESA”.
    Dengan sampai (baligh) nya salam dari Tuhan ini kepada kamu sekaliannya, maka kamu yang mempunyai akal (‘aqil) akan bersatu dengan yang mengatakan Kalam Tuhan: “KATAKAN, DIA ALLAH ESA”.
    Dan aku telah mengatakan Kalam Tuhan ini dengan tidak memandang status kehidupan sosial, budaya, negara bahkan agama. Semoga kamu sekaliannya mahu aku ajak bersatu, sehingga cinta kasih dan kedamaian tersebar keseluruh penjuru dunia. Atau jika kamu enggan dengan segala alasan maka ajaklah aku bersatu dengan kamu sehingga cinta kasih dan kedamaian tetap tersebar keseluruh penjuru dunia.
    Salam dariku untuk umat manusia dimuka bumi ini.
    A L J A B I R

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s