Adalah pertanyaan klasik jika saya harus mengguggat eksistensi cinta dalam kehidupan ini. Lagipula jawaban atas gugatan tersebut berserakan di kitab-kitab para pujangga cinta. Akan tetapi sesuatu yang harus saya akui bahwa pertanyaan itu tetap muncul, menggelayut dalam pikiranku, merambah relung-relung jiwa dan memenuhi ruang logikaku……Cinta ? mengapa ia mesti ada ? mengapa terkadang cinta dikalahkan oleh kebencian ? Atau cinta adalah upaya manipulasi jiwa oleh kita, tatkla kehidupan terlalu tak teramalkan ujungnya. Dan kitapun bermain dengan cinta.
Seharusnya kita tak lagi menganggap cinta bagian dari hidup, sebab ia kadang datang dan kadang pergi. Cinta hanyalah alat untuk hidup, sebuah kebutuhan yang harus terpenuhi ketika kita berusaha untuk bertahan hidup. Maka sesungguhnya romantisme cinta adalah omong kosong. Jika cinta hanyalah upaya pertahanan hidup, maka demikian pula romantisme adalah upaya untuk memperlihatkan indahnya cinta. Romantisme adalah bungkus dari wajah asli dari cinta. Lantas bagaimana sesungguhnya wajah asli cinta ? wajah asli dari cinta adalah egoisme pribadi setiap pecintanya.

cintailah karena Alloh
aku cinta dia bukan karene apa apa..
tapi karena Allah
cinta adalah kumpulan perasaan positif yang terkandung di dalam hati manusia, dan ciptaan Allah yang satu ini adalah hadiah spesial hanya untuk kita para manusia, syukurillah nikmat Allah, shingga kita di beri hidup sampai sekarang, muuach