The Last Testify

Salam

4 Elemen Hidup avatar

Pemberian hadiah kepada seseorang merupakan tindakan simbolis yang lebih agung dari kata-kata….

Hadiah adalah simbol dari permohonan maaf dari yang salah…..

Hadiah adalah simbol ungkapan kasih sayang atas ikatan persaudaraan, pertemanan dan persahabatan yang agung……

Hadiah adalah simbol anugerah cinta dari sang pengasih kepada sang kekasih…….

Sayang hadiah itu ditolak……..aku ucapkan terima kasih  atas penolakan itu dengan setulus jiwa walau harus bertempur dengan kesedihan dan kekecewaan…..

(Bagai kesatria yang terluka oleh pemberontakan kekasihnya sendiri

dan sekarang harus berhadapan dipadang pertempuran…..

tatkala cinta dan kasih akung harus bertarung dengan amarah

dan kebencian dalam diri sang kesatria………)


Jangan pernah hadiah itu dikembalikan……sebab pengembalian adalah hinaan……aku pun berpesan….jangan pernah mengembalikan hadiah dari siapapun….sebab ia adalah celaan……

4 Elemen Hidup avatar

4 Elemen Hidup avatar

Untuk itu ku minta kepadamu dengan permintaan yang amat sangat…..kumpulkanlah semua hadiah yang ingin kau kembalikan…..dan bakarlah ia dengan api…..agar menyatu dengan api…..biarkan asapnya membumbung ke langit…….tempat bersemayam segala kesucian…..agar ia berubah menjadi awan dan kembali disucikan menjadi air……biarkan abunya ditelah oleh tanah……agar menyatu menjadi tanah…..asal dari segala penciptaan…….dan biarkan kenangan atasnya menjadi udara…..elemen hidup pengembara segala penjuru…..tak terlihat dan terlupakan…….

Jangan biarkan hadiah itu kembali……sebab ia akan membuat luka……luka yang akan menganga sampai waktu menutup dirinya sendiri………

Pada titik ini….izinkan aku berterima kasih atas segala persahabatan….pertemanan….dan persaudaraan yang telah diberikan kepada ku……dan kepersembahkan semua kepada Raja Diraja Sang Penguasa Alam Semesta……agar dibalas dengan sempurna atas Kemaha SempurnaanNya………..

Pada titik ini….izinkan aku meminta maaf atas segala kejahatan….keusilan….kemarahan….kekanak-kanakan….kesalahan….yang telah kuberikan kepadamu….dan kuserahkan kepadamu seutuhnya keputusanmu atasku……….

Pada titik ini…….agar akhir menjadi awal……agar semua menjadi semula……agar cerita bari dapat dimulai…..agar waktu berbicara akan takdirnya sendiri…..agar aku menjadi diriku dan engkau menjadi dirimu……dan kitapun hidup pada negeri yang kita cintai sendiri……

Pada titik ini….ku sebut titik nol…….segalanya kembali ke nol……dimana tidak ada apa-apa…..tak ada kenyataan…tak ada realitas….tak ada rasionalitas….tak ada perasaan…tak ada emosi….tak ada cinta….tak ada kebenciaan….tak ada kasih sayang….tak ada kemarahan…..tak ada kerinduan….tak ada kekecewaan…

Semuanya kembali nol…….seperti semula…….

Persahabatan ? pun terkubur oleh nol…..

pertemanan ? pun terkubur oleh nol…..

permusuhan ? pun terkubur oleh nol…….

cinta ? pun terkubur oleh nol……

kerinduan ? pun terkubur oleh nol……

semuanya menjadi terasing pada titik nol ini.


“Bagai kesatria dengan kesedihan

harus membunuh kekasihnya dan membunuh dirinya sendiri….

agar cerita menjadi usai….dan bisa memulai cerita yang lain”


Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah menganggapmu sahabat terbaikku…..

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah menghormatimu, sehingga nama avatar pemberianmu tetap kusemat dalam hidupku….

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah menyayangimu dengan seluruh hidupku…..

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah membantu, mendukung, menolong, menjaga dan mencintaimu dengan seluruh usahaku…..

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah berusaha tawamu menjadi tawaku dan tangismu menjadi tangisku…..

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah mengingkanmu untuk menjadi pendamping hidupku sampai akhir hayatku…..

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah menyakitimu…..

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah usil atas hidupmu…..

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah mempermainkanmu…..

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah mengecewakanmu…..

Pada titik ini…..menjadilah aku….orang yang pernah membuatmu sedih…..

Dan engkaupun….menjadilah demikian…….

Tapi…..pada titik kemudian….semuanya menjadi tidak ada……..

Semuanya menjadi tidak ada……………..

Tidak ada…….

Dan Biarkan Tuhan berbicara dengan takdirNya atas kita

Nanang Wijaya elemen utama

Iklan

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Cinta. Tandai permalink.

Satu Balasan ke The Last Testify

  1. NANANG surajpraja berkata:

    bagus,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,it’s very good

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s