Sufistik dan Alam

sufiKita bisa menempatkan diri kita dengan alam sebagai berikut :

1. Kita dan alam berada dalam garis vertikal, dimana manusia lebih tinggi dengan alam. karena posisinya lebih tinggi maka manusia berhak untuk memperlakukan alam sebagaimana keinginanannya. Manusia adalah objek dan Alam dan Objek. Terserah kita…….

2. Kita dan alam berada dalam garis horizontal, dimana manusia dan alam berada dalam garis sejajar. Manusia dan alam saling membutuhkan. manusia membutuhkan alam untuk menjalani kehidupannnya, sementara alam membutuhkan manusia untuk kelangsungan hidupnya.

3. Kita dan alam berada dalam garis vertikal, dimana manusia adalah bagian kecil dari alam. kehidupan manusia diatur dan ditentukan oleh hukum-hukum alam dan manusia hanya bisa menerima begitu saja apa yang terjadi.

Akan tetapi dalam dunia sufistik, alam adalah manifestasi terendah dari Tuhan sementara Manusia adalah Manifestasi tertinggi dari Tuhan. akan tetapi alam memanifestasi dengan sendirinya sementara Manusia membutuhkan alam untuk menyempurnakan manifestasinya.

Alam semacam buraq (kendaraan Rasul ketika bermi’raj) bagi manusia dalam menyempurnakan manifestasinya. maka prilaku buruk manusia terhadap alamnya bukti bahwa manusia tidak memiliki kesadaran atas manifestasi ke-Tuhan-nan dalam dirinya, sehingga tidak memiliki cita-cita untuk bertemu/kembali kepada-Nya.

Seperti seseorang yang ingin menuju kesuatu tempat akan tetapi dengan sengaja merusak kendaraannya.

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s