Filsafat Heidegger, Becana Alam dan Kematian

Korban GempaHeidegger dalam filsafatnya tidak pernah membahas soal bencana alam, akan tetapi filsafat “keterlemparan” dapat dipakai oleh kita untuk memaknai bencana alam.

Heidegger menyatakan bahwa manusia (Dasein) mengalami “keterlemparan” dalam hidupnya. manusia mendapatkan bahwa ia telah hidup dalam sebuah lingkungan yang ia harus hidup dan mengikuti lingkungan itu. Kita mengalami “keterlemparan” di Indonesia, mengalami keterlemparan sebagai muslim, atau mengalami “keterlemparan” sebagai suku jawa, batak, sunda atau kaili, bugis, dll. Kita mengalami “keterlemparan” hidup pada masyarakat petani atau nelayan. dst


Ketika manusia mencoba untuk keluar dari “keterlemparan” nya ini, maka menurut Heidegger manusia menjadi “tidak asli” yang pada satu ketika pasti akan kembali kepada “keterlemparan” awalnya. Heidegger mencoba mengatakan kita tidak bisa lagi keluar dari “keterlemparan” tersebut. yang bisa kita lakukan adalah hidup dalam “keterlemparan” dengan kreativitas.

lantas hubungannya dengan bencana alam ?????

Ternyata bangsa ini…bangsa Indonesia…seluruh masyarakat Indonesia mengalami”keterlemparan” pada situasi geografis dimana kita berada pada pertemuan 3 lempeng bumi. artinya gempa akan menjadi makanan kita sehari-hari.

Kondisi itu pula mengingatkan kepada kita bahwa masa yang akan datang. bencana gempa akan terus datang, baik yang kecil maupun dengan skala yang besar dari yang pernah ada.

Dengan memaknai “keterlemparan” dari Heidegger seharusnya kita sudah mempersiapkan diri kita secara kreatuf untuk dapat menjalani gempa-gempa berikutnya. kreatif tersebut bisa dengan apa saja yang akan membuat kita bisa menjalani gempa-gempa yang akan datang sesuai dengan keinginan kita.

Dan heidegger pada akhirnya bercerita pada kematian…dimana “keterlemparan” tersebut akan bisa diakhiri dengan kematian……artinya dengan posisi geografis Indonesia seperti ini, sangat memungkinkan kita untuk mati karena Gempa…..

Akan tetapi pertanyaannya adalah : Siapkan kita menjalani kemungkinan kematian tersebut ?

Heidegger

Heidegger

Iklan

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

2 Balasan ke Filsafat Heidegger, Becana Alam dan Kematian

  1. mujahid muda berkata:

    Bagus!!!!!!!!!!!!!. tapi mengapa tidak mengambil referensi dari kalangan pemikir muslim. kan banyak !!!!!!!

  2. Jadid Art berkata:

    kondisi Indonesia yang penuh bencana, miskin, banyak korupsi. Kesan yang muncul, menyedihkan kita terlempar di Indonesia ini. Kesan ini perlu ditinjau dari filsafat Heiddeger bahwa dunia tidak saja terdiri dari alam fisik saja, tetapi pengartian atas alam fisik dan pengalaman yang ditemukan oleh perhatian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s