Penafsir Kebenaran

ubermensch04Karena Kebenaran bisa ditafsirkan salah dan pada kenyataannya bahwa Nabi tidaklagi diangka, maka untuk menjaga Kebenaran itu tetap ada yang murni dam asli, dibutuhkan penafsiran kebenaran yang tafsirannya sama dengan kebenaran murni atau mendekati kebenaran murni.
Penafsir kebenaran entah itu diberi gelar Imam, Mujtahid, Ulil Albab, Rausan Fiqr, Nabi sosial atau apa saja, seharusnya tidak berada diujung menara gading apalagi ghaib (walaupun mungkin kata ghaib akab diperdebatkan). Sebab jika demikian halnya sesungguhnya mengingkari tanggungjawab sosialnya.

Tanggungjawab sosial adalah manifestasi dari Tauhid Murni dengan logika berbanding lurus. Dimana Semakin murni Tauhid seseorang maka akan semakin sadar akan tanggungjawab sosialnya

Maka sangat dipastikan para Imam,Mujtahid, Ulil Albab, Rausan Fiqr, Nabi Sosial dll itu harus berada ditengah-tengah masyarakat dan melakukan perubahan-perubahan di masyarakat dengan segala resikonya.

Jika ia tidak berada dimasyarakat maka syarat sebagai penafsir kebenaran itu menjadi batal. Sebab tafsiranya harus disebarkan ditengah-tengah masyarakat, agar masyarakat tetap dapat melihat Kebenaran Murni

Iklan

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s