Institusionalisasi Kejahilan

Institusional kejahilan Nanang WijayaDalam beberapa gerakan, kelompok atau pemikiran terdapat dua ciri yang merupakan upaya menginstitusionalisasi kejahilan pencari kebenara.

Artinya kejahilan itu dilegitimasi dengan menggunakan ayat-ayat dan Hadits atau landasan lain yang mendukung :

Pertama : mematikan tradisi kritis, larangan untuk bertanya banyak, larangan untuk menggugat apa yang diucapkan atau “difatwakan”: oleh Murabbi, imam, pemimpin, mentor, dll. Pencari Kebenaran akhirnya menjadi taklid atas apapun keputusan Murabbi, imam, pemimpin, mentor, dll itu. Ini kemudian menutup pikiran atas kemungkinkan kebenaran dari pihak lain.

Kedua : Menumbuhkan tradisi menyesatkan pemahaman/pendapat/pemikir

an lain. Doktrin bahwa pemahamannya adalah kebenaran satu-satunya diikuti dengan menunjuk pemahaman lain sesat, menyimpang, salah. Akhirnya Pencari Kebenaran menjadi terbiasa dan spontan untuk terus memberikan cap sesat kepada orang lain yang berbeda dengan dia.

Dua ciri ini dapat kita temukan di beberapa gerakan pemikiran Islam.

Institusionalisasi Kejahilan ini melahirkan : Sosok Pencari Kebenaran yang tertutup dengan pemikiran orang lain dan merasa sudah benar (Sok suci). Ini kemudian melahirkan pseudo keberimanan.

( Nanang Wijaya )
Iklan

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s