Dua Wajah Agama

wajahSesungguhnya agama memiliki dua wajah yang sangat kontras.

Terkadang agama datang dengan wajah yang sangat lembut, damai dan mencerahkan. menawarkan jalan keselamatan dengan ramah dan simpatik dan menjunjung tinggi kemanusiaan, mengajak dialog seluruh elemen untuk bersama-sama menemukan kebenaran.

Dalam setiap elemen berdiri sejajar dalam meraih kebenaran. Perbedaan dilandasi dengan penghormatan atas kemandirian setiap orang dengan pendapatnya, argumentatif dengan tidak memaksakan kehendak.
Akan tetapi terkadang agama datang dengan wajah seram, penuh dengan teror, ganas, brutal, sangat tidak manusiawi, anti dialog. Hubungan yang dibangun adalah hubungan vertikal (yang menguasai – yang dikuasai, yang benar – yang sesat,kelompokku – kelompokmu).

Kaku dalam memahami agama dan memaksakan pemahamannya kepada orang lain. Dengan penghormatan yang sangat kecil bahkan tidak ada kepada orang atau kelompok yang berlainan pemikiran dengannya.

Bagaimana dengan perjalanan keagamaan di Indonesia khususnya Islam ????

pada masa awal, Islam datang dengan wajah ramah dan lembut sehingga ia dengan mudah diterima. Akan tetapi beberapa tahun terakhir wajah yang ramah itu berubah menjadi wajah yang sangat menghakimi, menyeramkan dan menebar teror baik itu fisik maupun psikologis.

Teror fisik dilakukan dengan cara membunuh dan menyakiti siapa saja yang dianggap bersalah
Teror Psikologis dilakukan dengan cara menghakimi siapa saja yang berbeda dengan pemikirannya adalah sesat dan kafir.

Bagaimana masa depan perjalanan keagamaan di Indonesia khususnya Islam ????

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s