Keangkuhan Berpengetahuan

Mengikuti analogi “manusia gua” dari Plato.

Masih ada saja orang yang merasa sudah mengusai seluruh khazanah keilmuan didunia ini, sehingga merasa dia lah yang paling benar, yang paling tahu dan sialnya perasaan ini diikuti dengan perasaan paling beriman dan paling bertakwa.


Orang lain selalu dinilai berdasarkan ilmu dan pemahaman yang dia miliki. Ketika datang orang yang berbeda dengan pengetahuannya, langsung ditolak dan dianggap salah, dianggapnya tidak tahu apa-apa, keliru, sesat dan salah

Analoginya : Seseorang yang baru membaca 100 buku, merasa sudah membaca seluruh buku yang ada, padahal jumlah buku milyaran.

Kemudian dia membanggakan dirinya didepan orang yang sudah membaca buku 1000 lebih banyak dari dia.

Sudah pasti, orang yang dianggapnya tidak tahu apa-apa, sesat, keliru dan salah itu tersenyum, karena tahu batas dan sedikitnya pengetahuan yang dimiliki orang yang angkuh dengan pengetahuannya tadi.

Semoga kita tidak menjadi angkuh dengan pengetahuan kita dan semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita untuk itu.

Iklan

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s