Dialogi Cinta dengan Sang Guru (bagian 1)

MURID : Wahai Guru yang kami cintai…….Bagaimana kami menyebarkan kebenaran-kebenaran yang telah engkau ajarakan ?

GURU : Sampaikanlah kebenaran itu dengan cinta…..dan janganlah menyebarkan kebenaran dengan kebencian…..

Sebab kebenaran yang disampaikan dengan kebencian….maka akan diterima dengan kebencian oleh orang lain.

Sementara kebenaran yang disampaikan dengan cinta….maka akan diterima pula dengan cinta oleh orang lain.

MURID : tapi guru…..bagaimana kebenaran yang akan menyakitkan pendengarnya…..bukankah kebenaran harus disampaikan walaupun menyakitkan ?

GURU : Muridku……selain kebenaran…ada kebaikan dan ada keindahan…..maka sampaikanlah kebenaran itu dengan kebaikan dan keindahan.

Penyatuan kebenaran, kebaikan dan keindahan……itulah akhlak.

Jika kebenaran disampaikan dengan penuh akhlak…..maka itu akan mengurangi rasa sakit hati pendengar yang tersinggung oleh kebenaran itu….dan Insya Allah ia akan membuka hati dan pikirannya

……Muridku….lihatlah disekitarmu….bukankah banyak orang yang benar….tapi tidak bersikap akhlaki….apa yang terjadi ? mereka ditolak oleh ummat….mereka dibenci….dan pada akhirnya kebenaran yang mereka sampaikan tidak terima.

kebenaran, kebaikan dan keindahan jika menyatu akan melahirkan kesadaran, kekaguman, simpati, cinta dan keikhlasan….adapun orang yang menolaknya……sesungguhn

ya dalam diri, dalam hati dan nurani mereka menerima….dan diam-diam mereka akan belajar akan kebenaran itu.

MURID : tapi guru…..orang-orang itu terkadang tidak berakhlak dan jahat kepada kita.

GURU :….Muridku….apakah mereka tidak berakhlak….akan kalian balas dengan sikap dengan tidak berakhlak juga ?

Apakah mereka yang jahat kepada kalian….akan kalian balas dengan kejahatan pula ?

Lantas apa bedanya kalian dengan mereka ?

MURID :….guru…terkadang kami kesal dengan orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran…

GURU :……Muridku….kebenaran yang dipaksakan akan menjadi kezaliman

sementara kebenaran yang disebarkan dengan cara bathil…..akan berubah dari kebenaran menjadi kebatilah itu sendiri.

MURID :….Guru…lantas apa yang harus kami lakukan…jika kami telah menyampaikan kebenaran…tapi orang tidak mau menerimanya ?

(bersambung ke bagian berikutnya……..)

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s