Kebenaran Sejati

Dikutip dari : http://www.al-shia.org

Dan kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. (QS. Al-Hujurat [49]:13)

Islam datang di saat masyarakat dan bangsa-bangsa berpecah belah dan saling berseteru. Tetapi berkat doktrin ketauhidan dan persatuan, Islam mampu menyelesaikan berbagai per-tikaian, permusuhan dan saling membelakangi menjadi saling mengenal, bantu membantu dan terjalin silaturahmi.

Sebagai hasilnya, muncullah umat yang satu dan besar, yang telah memberikan kontribusi berupa peradaban yang besar dan mampu mengubah masyarakatnya dari segala kezaliman menjadi umat yang terhormat di tengah bangsa-bangsa dunia, dan menjadi kelompok masyarakat yang berwibawa di hadapan taghut dan orang-orang yang zalim.

Itu semua tidak akan terealisir kecuali dengan adanya persatuan dan jalinan silaturahmi di antara masyarakat dan bangsanya di bawah naungan Islam, meskipun beraneka ragam jenis, berbeda hasil ijtihad pemikiran dan budayanya. Karena kesamaan cukup hanya dalam landasan-landasan dan dasar-dasar atau usul akidah serta dalam kewajiban-kewajiban syariat. Pada dasarnya persatuan adalah kekuatan, sedang perpecahan adalah kelemahan.

Problematika umat seperti ini berjalan terus, hingga perkenalan berubah menjadi pertengkaran, saling memahami menjadi saling membenci. Sebagian kelompok mengkafirkan yang lain hingga terjadi saling permusuhan di antara mereka. Pada gilirannya, hilanglah kemuliaan dan harga diri, dan hancurlah kekuatan serta wibawa. Dan orang-orang zalim atau taghut memandang hina umat ini, sehingga serigala-serigala menguasai mereka, para penjajah dunia dan orang-orang terkutuk menjajah negeri-negeri mereka, sampai kekayaan mereka terkuras, kesucian mereka terhina dan harga diri mereka diinjak oleh orang-orang yang zalim. Mereka mengalami kejatuhan demi kejatuhan, kekalahan demi kekalahan hingga keruntuhan di Andalusia, Bukhara, Samarkan, Thasykan dan Baghdad, Dan itu terjadi sampai sekarang di Palestina dan Afganistan.

Apabila mereka menyeru, tidak dijawab, dan bila mereka meminta pertolongan, tidak ditolong. Mengapa demikian? Karena penyakit adalah sesuatu, sementara obat sesuatu yang lain. Dan sesungguhnya Allah swt. menginginkan dan memberlakukan segala masalah melalui sebab-sebabnya. Dan nasib umat ini tidak akan menjadi baik kecuali di awali dengan sesuatu yang baik pula.

Saat ini, umat Islam dihadapkan pada serangan yang dahsyat terhadap eksistensi ideologi serta terhadap kesatuan dan persatuan mereka, dengan cara menciptakan konflik internal di antara pengikut mazhab dalam memahami mazhab dan ijtihad.

Serangan ini hampir mencapai sasarannya dan memetik hasilnya. Maka, sudah sepatutnya umat Islam merapatkan barisan dan mengokohkan hubungan. Oleh karena itu, meskipun berbeda mazhab tetapi ada titik temu dan kesamaan, yaitu dalam menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai sumber, dan Tauhid, Kenabian dan iman pada Hari Akhir sebagai prinsip akidah dan ideologi. Titik temu juga dalam dilihat dari perkara shalat, puasa, haji, zakat, jihad, halal dan haram sebagai ketentuan-ketentuan syariat mereka, dan umat Islam juga satu dalam kecintaan kepada Nabi yang suci dan Ahlul Bait beliau sebagai bentuk kecintaan dan kesetiaan serta penolakan terhadap musuh-musuhnya. Sebagian masalah ini sangat jelas, meskipun terdapat perbedaan dari sisi kuat dan lemahnya penekanan. Mereka bagaikan jari-jari tangan yang satu, yang berawal pada pergelangan yang satu, meskipun berbeda dari sisi panjang, lebar dan bentuknya.

Mereka bahkan seperti tubuh yang satu, yang dari satu sisi memiliki berbagai anggota badan, dan dari sisi yang lain, saling berhubungan kerja sama dalam merealisasikan fungsi sistem tubuh dalam kehidupan manusia, meskipun ada perbedaan dalam bentuknya. Dan tidak menutup kemung-kinan bahwa hikmah dari perumpamaaan umat Islam dengan tangan yang satu atau dengan “tubuh yang satu”, merujuk kepada realitas yang demikian ini.

Ulama-ulama terdahulu dari berbagai golongan dan mazhab dapat hidup berdampingan tanpa terlibat permu-suhan. Bahkan mereka sudah cukup lama saling membantu. Ulama yang satu mensyarahi karya ilmiah ulama yang lain, baik karya-karya teologi maupun fiqih, satu sama lain saling berguru kepada yang lainnya, serta saling memuliakan dan menguatkan pendapat yang lain. Sebagian mereka mem-berikan ijazah kepada yang lain dalam periwayatan hadis. Sesama mereka saling membolehkan untuk menukil riwayat dari sumber-sumber mazhab dan golongannya. Mereka mendirikan shalat berjamaah dan bermakmuman bersama, menunaikan zakat di antara mereka, saling mengenal dan menghormati eksistensi mazhab yang lainnya, bahkan golongan-golongan dalam kehidupan bermasyarakat, mereka hidup rukun dan damai dengan penuh keharmonisan, seolah-olah tidak ada perbedaan dan perselisihan di antara mereka. Meskipun terkadang terjadi saling kritik, tetapi hal itu dilakukan secara ilmiah, sopan dan santun.

Di sana terdapat dalil-dalil yang konkret dan bukti-bukti sejarah yang bermacam-macam, yang menjelaskan adanya hubungan kerja sama yang dalam dan luas.

Para ulama banyak memiliki kekayaan warisan ilmiah dan budaya Islam berkat adanya hubungan timbal balik ini. Sebagaimana yang telah mereka tampilkan dalam kebebasan bermazhab, bahkan mereka telah menjadi pusat perhatian dunia dan memperoleh kehormatannya.

Sungguh tidaklah susah bila para ulama mau berkumpul dan berdialog secara santun dan saling memahami, serta ikhlas dengan niat yang tulus, seputar persolan-persoalan yang diperselisihkan guna memahami dalil-dalil setiap kelompok dengan menjadikan argumentasi sebagai hakim.

Begitu juga, adalah logis dan baik bila setiap kelompok dan golongan memaparkan akidah, metode pemikiran dan masalah-masalah fiqih mereka dalam nuansa yang bebas dan transparan, supaya menjadi jelas kebohongan tuduhan-tuduhan dan kebatilan syubhat-syubhat terhadap mereka, sebagaimana yang telah diketahui bersama perbedaan dan titik temu di antara mereka.

Mereka juga mengetahui bahwa perbedaan umat Islam lebih banyak daripada perbedaan yang mereka miliki. Maka itu, segala kebekuan akan tercairkan di antara umat Islam.

Risalah ini merupakan langkah dalam membuka pintu persatuan tersebut, dan menjadi sebuah realitas yang jelas dan diketahui oleh semua, sebagaimana mestinya. Dan hanya Allah-lah Dzat Pemberi perlindungan.

Iklan

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s