Analogi-analogi (Bagian ke 5)

Si bapak terus menikmati kopi susu yang terhidangkan didepannya…sambil mencoba mengingat kembali pengalamannya atas pengetahuan tentang kopi susu

Pada fase pertama….si Bapak mengetahui Kopi Susu dari mendengarkan dari orang lain….info/berita tentang apa bahan kopi susu, bagaimana cara membuatnya dan bagimana nikmat rasanya…hadir dalam pikiran berdasarkan berita dari orang lain…. Ini fase pencitraan oleh pikiran………

Pada fese kedua…si bapak mengetahui Kopi Susu dari melihat langsung apa bahan-bahan kopi susu, melihat orang yang membuat kopi susu dan milihat bagaimana ekspresi orang-orang menikmati rasa kopi susu…. Ini fase verifikasi antara citra dan kenyataan….

Pada fase ketiga…si bapak mengetahui Kopi Susu dari menyentuh langsung bahan-bahannya, membuat sendiri Kopi Susu dan merasakan sendiri bagaimana nikmatnya rasa Kopi Susu…… Ini fase penyatuan antara pengetahuan, praktek dan kesadaran/kehadiran

Pada fase ketiga ini….pada awalnya si bapak dibimbing oleh ahlinya…..bagaimana takaran gula, bagaimana takaran susu, bagaimana takaran kopi dan berapa derajat air harus dididihkan….. Akan tetapi lama kelamaan….si bapak…tidak lagi mendapat bimbingan…sebab dia sudah mengetahui sendiri bagaimana mendapatkan Kopi Susu yang enak.

————–

Analogi ini dapat kita bawa kepada proses beragama dan proses keber-Tuhan-an kita. Pada fase Awal….kita hanya mendengar berita……biasanya dari Kitab Suci…. Pada fase kedua….kita menemukan dan berinteraksi atau melihat bukti bagaimana orang-orang yang beragama dan ber-Tuhan secara langsung….

Pada fase ketiga….kita mulai menjalani proses beragama dan ber-Tuhan itu sendiri…walaupun masih dalam bimbingan seorang ustad…kiai…murobbi….marja….guru…instruktur..dll tapi pada tahap selanjutnya…..kita menemukan sendiri….merasakan sendiri….bagaimana nikmatnya beragama dan ber-Tuhan tersebut…..

————–

Maka dalam ajaran Tasawuf/sufi/irfan……..untuk mengundang hadiranya kesadaran….maka triangle Kitab Suci – Nabi – seorang Pembimbing (marja, ustad, kiai, guru, dll sebutannya) adalah penting…..sampai pada tahap tertentu….tersisa Makhluk – Khalik……dan pada tahap akhir yang tersisa adalah Khalik Maha Esa……

————-

Tapi itu….adalah tasawuf….yang penting bagi si Bapak….adalah enaknya Kopi Susu didepannya…. Si bapak tersenyum manis……

Bersambung pada analogi berikutnya……………….

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s