Penghargaan (Catatan-catatan liburan)

Kita akan menemukan makna ketika mencoba melihat sesuatu (yang biasa terjadi, sehari-hari) dengan prespektif lain….ketika kita mengubah pandangan kita seolah-olah kita adalah manusia pemula (istilah Heidegger)….atau menjadi anak-anak yang selalu mempertanyakan sesuatu.

Apel jatuh….adalah kejadian biasa….yang sudah terjadi…berkali-kali….

sejak apel itu ada….tapi mengapa oleh Newton lah……apel jatuh….menjadi sangat bermakna untuk perkembangan ilmu pengetahuan…..sebab ia mengubah cara pandangnya.

Maka selama liburan saya mencoba membuat catatan akan makna-makna atas kejadian-kejadian yang saya alami selama liburan..walaupun bukan untuk orang lain…..sekurang-kurangnya untuk saya sendiri.

PENGHARGAAN (catatan 1)

Pada satu kesempatan, saya bertemu dengan beberapa orang kawan dan salah seorang diantara kawan tersebut begitu bersemangat bercerita tentang dirinya……

Tentang kepintaraannya…..tentang kesuksesannya membuat kegiatan….tentang jabatan yang sedang diembannya….tentang pergaulannya dengan pejabat-pejabat….tentang pekerjaan-pekerjaannya yang katanya tidak bisa dilakukan oleh kawan lain….dst.

Diam-diam pikiranku secara liar langsung menyimpulkan bahwa kawan yang satu ini butuh PENGHARGAAN…….Penghargaan yang tidak pernah dia dapatkan selama ini.

Setiap manusia membutuhkan penghargaan dari orang lain……sebab penghargaan adalah pengakuan eksistensi….itu adalah fitrah.

Maka siapa saja yang tidak mendapatkan penghargaan tersebut….maka ia akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya.

Tindakan memuji diri sendiri….mengagung-agungkan diri sendiri….bercerita tentang kesuksesan….bercerita tentang kepahlawanan diri sendiri….bercerita tentang perbuatan baik….dsb

dan semua cerita itu ditujukan kepada orang lain…..maka sesungguhnya dia sedang membutuhkan PENGHARGAAN…….atau dengan kata lain……dia ingin dihargai……dihormati…..dan diakui

Ia adalah orang yang “kesepian penghargaan” dari orang lain…..

Semua cerita yang diungkapkannya adalah manifestasi dari keinginan dan kesepian tersebut….

Padahal sebuah penghargaan datang…..biasanya dari tindakan/sikap/prilaku yang tidak “di niatkan” atau tidak di motivasi untuk mendapatkan penghargaan….

itulah konsep ke iklhlas an…….

Walaupun dalam kehidupan sehari-hari….terdapat penghargaan palsu…….inilah konsep “menjliat”….”baik didepan jahat dibelakang”……”memuji didepan menjelek-jelekan dibelakang”…dsb

sementara penghargaan sejati…..datang dari hati yang ikhlas orang lain kepada sesuatu yang ikhlas

Tapi kita terlalu ingin mendapatkan penghargaan sehingga tidak bisa lagi membedakan mana penghargaan sejati…..mana penghargaan palsu.

(Bersambung ke catatan 2 : Kampung Halaman Agama)

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s