Pulang Kampung dan Hakekat Agama (Catatan-Catatan Dalam Liburan)

Bagaikan memegang sebuah benda yang memiliki banyak sisi, dimana masing-masing sisi memiliki warna yang berbeda….

maka setiap kita menggerakkan badan kita atau benda tersebut, kita akan melihat warna yang lain, ketika kita gerakan lagi, maka kita akan melihat warna yang berbeda lagi….begitu terus menerus….

Maka kejadian sehari-hari yang kita alami sebenarnya juga memiliki sisi yang begitu banyak untuk dimaknai….tergantung apakah kita mau menggerakkan cara pandang kita untuk melihatnya….

Setiap kita merubah cara pandang kita….maka akan muncul makna yang berbeda.

Demikian pula tradisi pulang kampung bagi para perantau……

Mungkin ini adalah tradisi yang sudah sangat biasa……..

Akan tetapi ketika merencanakan pulang kampung dalam rangka liburan…..saya berpikir bahwa setiap manusia (bahkan seluruh makhluk) yang ada memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan “asalnya”

“Asal” itu yang kemudian disebut dengan kampung halaman…….

Keterikatan tersebut termanifestasi atau mawujud dengan sangat kuat ketika kita jauh dari “asal kita…..

Wujudnya adalah kerinduan atas kampung halaman….dan keinginan untuk “pulang kampung”

“INGIN KEMBALI KE ASAL”

akan tetapi kerinduan atas kampung halaman dan keinginan pulang kampung tersebut terkadang mengecil akibat kesibukan kita, perhatian kita teralihkan pada rutinitas, pekerjaan, dll

Akan tetapi pada waktu-waktu tertentu, kerinduan dan keinginan tersebut menjadi besar kembali…

setiap orang yang jauh dari kampung halamannya….pasti ingin kembali….walaupan hanya sekejap berada dikampung halamannya….

Saya berpikir……..sesungguhn

ya “kampung halaman” kita yang hakiki dalam kehidupan ini adalah Agama…..

maka setiap kita pasti kembali ke agama…..

Inilah yang bisa menjelaskan mengapa terkadang manusia pada waktu-waktu tertentu menjadi sangat saleh…tekun beribadah….tapi terkadang menjadi betul-betul melupakan agamanya……

keterikatan manusia dengan “kampung halaman” itulah yang bisa menjelaskannya….

dan kampung halaman itu adalah agama…..

Maka disela-sela kesibukan kita didunia ini….kita pasti merindukan agama……

siapapun dia……..bahkan seorang atheis pun…..

Sementara ketika sudah kembali ke kampung halaman…kita pasti kembali ke rumah….tempat kita dilahirkan…..atau ke orang tua yang melahirkan (sekurang-kurangnya ke makam – bagi orang yang orang tuanya telah meninggal)…….

Maka didalam kampung halaman tersebut…..terdapat pusat kerinduan….semacam centre of hole….titik pusat……asal kita kita menjadi ada….

Dalam “kampung halaman agama”…….maka pusat kerinduannya adalah Tuhan…….

Maka setiap manusia merindukan Tuhan…….setiap manusa ingin kembali ke Tuhan nya sebagai tempat asalnya…..

Akan tetapi (sekali lagi) kerinduan tersebut mengecil…….akibat kesibukan dunia kita.

SESUNGGUHNYA SETIAP MANUSIA MEMILIKI KEINGINAN UNTUK KEMBALI KE ASALNYA.

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s