Tugas Pewaris Para Nabi (Percakapan Antara Ayah dan Anak ; seri catatan filsafat)

Anak : ayah….bagaimana aku belajar tentang kebenaran ?

Ayah : anakku….mulai lah dengan mempertanyakan mengapa kebenaran selama ini yang kita anut dianggap sebagai sebuah kebenaran

Anak : ayah…bukankah itu berarti meragukan kebenaran ?

Ayah : anakku….selama ini kita menerima kebenaran dari nenek moyang kita…dari orang-orang tua kita…yang terkadang bukanlah kebenaran….walaupun itu kebenaran….tapi kebenaran yang dangkal…

Anak : tapi ayah…..apakah itu berarti kita melepaskan kebenaran yang kita yakini ?

Ayah : tentu tidak anakku….mempertanyakan itu sama dengan kritis…..dan kritis adalah upaya kita untuk membersihkan kebenaran dari segala macam mitos….sangka….takhayul…dan segala macam kepalsuan yang mengotori kebenaran itu….

Anakku…seiring perkembangan waktu dan perjalanan panjang kebenaran itu ….maka kebenaran itu dihinggapi berbagai macam mitos…takhayul….prasangka….sehingga kebenaran itu menjadi bercampur dengan kebathilan…..

itulah salah satu hikmah…mengapa pada masa-masa tertentu…Tuhan mengirimkan Nabi-Nabi dan Rasul-RasulNya untuk membersihkan kebenaran itu…untuk memurnikannya kembali….dan menanggalkan segala bentuk mitos…takhayul…prasangka dan segala kepalsuan.

Dan  kebenaran….yang telah mengkonstruksi sosial sebuah masyarakat…..berubah menjadi tradisi…kebudayaan…dan peradaban….jadi ketika kebenaran itu telah bercampur dengan kebathilan….seperti mitos….takhayul dan kepalsuan  tadi….maka tradisi…kebudayaan…dan peradaban pun menjadi tidak jelas…bahkan menjadi tradisi…kebudayaan dan peradaban yang rusak….tradisi…kebudayaan dan peradaban yang bathil….

Itu pula sebabnya sejarah para Nabi dan Rasul adalah sejarah kritik terhadap Tradisi…kebudayaan dan peradaban…yang dikonstruksi oleh kebenaran yang bercampur dengan kebathilan…..

Dan orang-orang yang mengambil keuntungan dari tradisi…kebudayaan…dan peradaban yang rusak tadi….akan menolak segala bentuk usaha kritis dari para Nabi dan Rasul itu….

Anak : tapi sekarang…para Nabi dan Rasul tidak ada lagi ayah….

Ayah : tugas itu dilanjutkan para pewaris para Nabi…..dimana mereka harus terus kritis dengan tradisi…kebudayaan dan peradaban….dimana mereka hidup….agar tradisi..kebudayaan dan peradaban itu murni berdasarkan kebenaran yang hakiki…..dan kelak…engkau menjadi salah satu diantara pewaris para Nabi itu anakku….

Anak : Insya Allah….tapi ayah…nanti kapan2 diceritakan ya…kenapa sampai ada mitos yang muncul mengganggu kebenaran itu..ya ayah….

Ayah : Insya Allah…sekarang waktunya kamu istirahat….semoga Tuhan melindungi kita.

🙂

(Inspirasi : QS 2:170 ; QS 5:104 ; QS 7:28 ; QS 10:78 ; QS 11:109)

 

(avatarwijaya.Bandung.08.02.20.11.22.08)

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Catatan Harian, Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s