Dongen Putri Angsa dan Pencarian Makna Hidup (Bagian II ; Belajar Membaca)

Paman Kancil adalah sosok kontroversi di hutan kami, satu ketika Paman Kancil menghilang dari hutan kami, entah kemana. Seluruh penghuni hutan bingung, mencari kesana kemari, tidak hasilnya nihil.

Sebagian bintang percaya bahwa Paman Kancil telah tersesat di dalam hutan, mungkin jatuh di jurang dan mati….sebagian binatang percaya bahwa Paman Kancil pergi kehutan lain sebab dia sering bercerita tentang cita-citanya ingin mengembara di seluruh alam…ada juga binatang yang percaya bahwa Paman Kancil telah diculik makhluk lain dan dijadikan sebagai hewan peliharaan dan mungkin hewan percobaan yang kadang dilakukan tanpa prikebinatangan.

Setelah beberapa lama….para binatang sudah merelakan dan melupakan kejadian yang menimpa Paman Kancil walaupun tidak jawaban yang memuaskan dimana rimbanya Paman Kancil…..tiba-tiba Paman Kancil muncul dengan utuh tanpa kurang apapun dan dengan ekspresi seolah-olah tidak terjadi apapun.

Warga hutan geger…..kediaman Paman Kancil menjadi riuh dengan para binatang yang terbelenggu rasa ingin tahu kemana Paman Kancil selama ini…..tapi segera para penghuni hutan kecewa….sebab Paman Kancil menjelaskan sesuatu yang tidak bisa mereka pahami.

Paman Kancil selama ini berada di satu tempat yang tidak memiliki nama….dimana tidak ada ruang…tidak waktu…tidak ada hukum….semuanya bisa berubah secepat kedipan mata…tapi semuanya bisa abadi dan tidak pernah berubah…..dimana tidak ada awal dan tidak ada pula akhir….dimana tidak ada nama…tidak ada bentuk…tapi menurut Paman Kancil semua jelas terlihat.

Para penghuni hutan kebingungan mendengar penjelasan Paman Kancil, walaupun sudah ditanya berulang-ulang kali, jawaban Paman Kancil tetap sama…akhirnya para penghuni hutan mulai meninggalkan Paman Kancil dan sebagian dari mereka menganggap Paman Kancil sudah tidak waras lagi….Paman Kancil sudah gila…stres dan berbagai tudingan lainnya.

hanya sedikit yang percaya dengan Paman Kancil walaupun tidak mengerti apa maksud jawaban Paman Kancil…akan tetapi kepercayaan itu ditunjukan diam-diam, sebab jika diketahui oleh penghuni hutan lain, maka mereka akan dianggap gila juga. Dari sedikit yang percaya itu, ibuku salah satunya. Itulah sebabnya setiap aku bertanya dan ibuku tidak bisa menjawab, ia selalu menyuruhkan menemui Paman Kancil.

Menurut Ibuku…orang yang berpengetahuan tinggi akan dianggap gila oleh orang yang berpengetahuan rendah…sebab ketinggian itu coba dipahami dengan kerendahan….padahal seseuatu yang tinggi tidak akan bisa dijelaskan oleh sesuatu yang lebih rendah….tentunya saja siapa saja yang berdiri ditempat yang tinggi bisa menjelaskan apa-apa yang tidak terlihat oleh siapapun yang berdiri ditempat yang lebih rendah…inilah salah satu alasan kenapa yang berilmu lebih tinggi derajatnya dibandingkan yang tidak berilmu…..

Dan sekarang aku belajar membaca dengan Paman Kancil….tentu saja teman-temanku mulai meledekku sebagai anak Angsa gila kerena belajar dengan Paman Kancil yang gila….aku terkadang kesal dengan ledekkan itu…tapi demi memenuhi keinginanku bertemu Raja…aku tetap mau belajar dengan Paman Kancil…walaupun dengan menutup telinga dari segala ledekkan.

si Angsa cerewet…sekarang belajar dengan Si Gila…maka jadinya Anak Angsa cerewet dan gila…penghuni hutan tentunya akan semakin resah….tapi cuek saja bagiku….bukankah pengetahuan lebih utama dari citra ?…bukankah kebenaran lebih utama dari sekedar terlihat waras ditengah-tengah penghuni hutan ? bukankah bertemu Raja adalah pengalaman yang indah sebab semua pertanyaan akan terjawab…dari sekedar bertemu dengan angsa lain yang merasa lebih ganteng atau cantik dibanding yang lain

bagiku…justru yang gila adalah binatang-binatang yang tidak terusik dengan pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran mereka dan justru membunuh pertanyaan-pertanyaan itu dalam pikiran mereka….dan dengan santainya menjalani hidupnya tanpa mau mempertanyakan apa sebenarnya hidup itu….

itu sebabnya…hari ini dengan bangga aku melangkah menuju kediaman Paman Kancil untuk belajar membaca dan menulis…walaupun terdengar bisikan-bisikan tentangku dari teman-temanku lalu terdiam ketika aku melintas dihadapan mereka.

“Paman Kancil….saya siap belajar membaca dan menulis sekarang”

Paman Kancil hanya tersenyum….dan mengajakku ke taman hutan….walaupun aku sedikit heran dan ingin bertanya…tapi sebelum aku bertanya Paman Kancil berkata:

“Putri Angsa yang cantik….terkadang kita langsung bertanya sebelum semua terlihat jelas…..terkadang kita langsung menggugat sebelum semua selesai dijelaskan….terkadang kita langsung menolak sebelum semua terungkap dengan nyata….itulah kita..makhuk paling tidak sabar”

Aku langsung terdiam dan mengikuti langkah kaki Paman Kancil menuju taman hutan. Sesampainya di Taman Hutan, Paman Kancil mengambil satu tempat yang agak tinggi lalu menyuruhku duduk. Aku pun menurut apa perintahnya.

“Putri Angsa yang cantik….sekarang tugasmu membaca apa yang kamu lihat”

Aku terkejut….membaca apa yang terlihat ? seharusnya hari ini aku membaca abjad…kenapa disuruh duduk di Taman dan disuruh membaca sesuatu yang tidak jelas ? ditengah kebingunganku…akhirnya aku memberanikan diri bertanya dengan nada protes

“Paman….Apa yang harus aku baca ? aku tidak melihat huruf atau tulisan disini ? bukankah membaca itu harus ada abjad dan tulisan ?

Paman Kancil tersenyum mendengar pertanyaanku….”anakku yang cantik….awalnya hanya ada Raja…lalu Raja berkata….lalu kata-kata Raja berubah menjadi huruf-huruf yang merangkai kalimat…sekarang huruf-huruf itu ada didepanmu”

aku semakin bingung….tapi buru-buru aku mengingat pesan ibuku…”Putriku…belajar dengan Paman Kancil harus sabar…sebab hanya orang yang sabar yang ditunjukan kebenaran”….dengan nada perlahan aku bertanya ”

“maaf paman…aku tidak melihat abjad dan tulisan dari sini”

“anakku…itulah kita… kita hanya bisa membaca abjad atau kalimat….itupun kita hanya bisa membaca abjad dan kalimat yang sudah kita mengerti maknanya…..itulah sebabnya ketika datang abjad yang tidak bisa kita maknai…kita langsung mengabaikannya…di pengalaman dunia manusia….begitu banyak mereka mengabaikan Alif lam mim….

“anakku….huruf-huruf dari Raja…sekarang bertebaran di depanmu….ada huruf pohon….ada huruf daun…ada huruf tanah…ada huruf akar…ada huruf batu…ada huruf kayu…ada huruf bunga….bahkan diriku…dirimu…dan semua binatang yang ada dihutan ini…adalah huruf-huruf….yang jika kita rangkai dengan benar…maka ia akan menghasilkan pengertian yang bermakna luar bisa….rangkaian huruf itu akan menunjukan siapa Raja…dimana Raja dan bagaimana cara bertemu dengan Raja…serta apa keinginan Raja”

aku hanya terdiam….mencoba meresap kata-kata dari Paman Kancil tentang Raja dan Huruf-hurufnya…..selama ini saya berpikir huruf hanya A..B..C..D dan seterusnya….ternyata huruf bukan cuma itu….yang terpenting adalah bahwa huruf-huruf dari Raja selama ini ada disekitar kita…..

“tapi paman….bagaimana aku membaca huruf-huruf itu ?”

Paman Kancil kembali tersenyum……”yang penting sekarang….kamu sadar dulu Putri Angsa yang cantik….bahwa huruf-huruf dari Raja tersebar disegala penjuru…kemana saja kita memandang…….bahkan diri kita adalah huruf dari Raja…soal bagaimana membacanya….satu saat nanti…engkau akan mampu membacanya….sekarang…perlakukanlah semua yang terlihat olehmu adalah huruf dari Raja yang dikirimkannya kepadamu….untuk itu mari kita duduk sebentar….dalam diam dan hening….untuk memandang huruf-huruf itu”

Paman Kancil lalu ikut duduk disampingku….sambil melemparkan pandangan secara perlahan ke segala penjuru taman…aku pun mencoba mengikuti apa yang dilakukannya…..

(avatarwijaya.bandung.27.02.20.11.00.06)

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Catatan Harian, Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s