Hasil Diskusi Ringan Tentang Problematika Sistem Politik Islam

Mayoritas ulama/intelektual Muslim yang mengkaji sistem politik Islam, mengakui bahwa kedaulatan tertinggi ada pada Tuhan sehingga seluruh sistem yang mengatur masyarakat ada pada Tuhan, baik sistem politik, sistem ekonomi, sistem sosial bahkan sistem pertahanan keamanan…..semua sistem yang diinginkan oleh Tuhan kemudian termuat dalam Kitab Suci

Akan tetapi, problematika pun muncul dari keyakinan ini…..Tuhan tidak kemudian turun ke bumi dan mengambil alih sendiri kepemimpinan di muka bumi….Tuhan tidak mungkin memimpin langsung manusia di muka bumi (mengapa tidak mungkin…Filsafat Ketuhanan mengkajinya).

Sehingga Tuhan mengutus Nabi/Rasul untuk menjadi wakil Tuhan dalam memimpin manusia di muka bumi dengan tugas menerapkan segala sistem kehidupan (politik, ekonomi, sosial-budaya dan keamanan) sebagaimana yang ada dalam Kitab Suci sebagai Keinginan Tuhan (firman Tuhan).

Akan tetapi ketika era para Nabi telah selesai dengan wafatnya Rasul Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir….problematikapun muncul…yakni siapa yang menjadi wakil Tuhan dan bagaimana mekanisme pengangkatannya….dari sini mulai perbedaan dan perdebatan dalam sistem politik Islam…..

Siapa yang menjadi wakil Tuhan di muka bumi pasca Rasul Muhammad dan bagaimana mekanisme pemilihan/pengangkatannya….penunjukan langsung dari Tuhan ?…..penunjukan dari Nabi ?…dipilih oleh sekelompok kecil orang ?….ditunjuk oleh pemimpin sebelumnya ?  Berdasarkan garis keturunan ? berdasarkan siapa yang lebih kuat (peperangan) ? dan seterusnya…..

sampai sekarang problematika ini masih menjadi perdebatan….dimana masing-masing kelompok memiliki jawaban…mengklaim jawaban mereka yang benar….dan berusaha menerapkan jawaban tersebut.

Problematika selanjutnya adalah sumber hukum dalam sistem kehidupan…..awalnya seluruh sistem telah dimuat dalam Kitab Suci….akan tetapi perkembangan kehidupan masyarakat….tetap dibutuhkan untuk menyusun hukum-hukum terapan/praktis untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarakat yang terus berkembang dalam segala bidang.

Lantas siapa berhak untuk menyusun hukum-hukum turunan dari hukum-hukum dasar dalam Kitab Suci….apakah di serahkan sepenuhnya kepada Pemimpin yang terpilih ? apakah harus dibentuk sekelompok kecil orang yang bertugas untuk menyusun hukum-hukum turunan tersebut ? apakah diserahkan masing-masing orang untuk berijtihad ? dan seterusnya…..hal ini juga masih menjadi perdebatan……

Ringkasnya….dua problematika utama dalam sistem politik Islam…adalah :

1. Siapa yang menjadi pemimpin pemegang kedaulatan sebagai wakil Tuhan di muka bumi  dan bagaimana mekanisme pemilihannya ?

2. Siapa yang memiliki legitimasi dalam menerjemahkan hukum-hukum dasar dalam Kitab Suci menjadi hukum-hukum turunan/praktis ?

dari dua problem utama diatas….kemudian akan melahirkan problem-problem turunan yang begitu banyak juga

Jawaban atas pertanyaan diatas sudah terangkum dalam teori-teori Sistem Politik Islam yang ada saat ini sebagai upaya manusia untuk menjawab dua problem utama diatas….

artinya teori-teori sistem politik Islam yang ada tidak lebih dari hasil ijtihad para ulama/tokoh/intelektual dengan menafsirkan Firman Tuhan, menafsirkan hadits Nabi dan mempelajari pengalaman praktek-praktek politik Islam sebelumnya….

walapun hasil ijtihad tersebut kemudian sangat diagungkan oleh para pengikutnya sebagai satu-satunya teori sistem Islam yang paling “islami”……

Dan kita bisa menyaksikan dalam sejarah peradaban Islam bagaimana implikasi dan konsekuensi perbedaan dan perdebatan sistem politik Islam tersebut sampai saat ini…..dari hanya sekedar berbeda pendapat….sampai pada peperangan yang menyebabkan ribuan ummat harus tewas karena perbedaan tersebut….

Lantas bagaimana dengan Masyarakat Indonesia ?

mengadopsi hasil ijtihad para ulama sebelumnya…yang mereka berijtihad pada masanya….dengan setting sosial dimana dia tinggal (yang mayoritas hidup puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu dan di timur tengah)….kemudian kita terapkan pada masyarakat Indonesia

atau…………………..

mengembangkan ijtihad untuk menyusun teori sistem politik Islam beru yang bersumber pada Kitab Suci, hadits Nabi, Praktek2 pemerintahan Islam yang pernah ada, hasil ijtihad ulama-ulama sebelumnya dan kesesuaian dengan setting sosial masyarakat Indonesia…….lalu kita menyebutnya “sistem politik Islam keindonesiaan”………🙂

(avatarwijaya.bandung.12.03.20.11.22.58)

 

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Catatan Harian, Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s