King’s Of Speech VS Pocong kehilangan Kafan

Sudah hampir sebulan proses bimbingan proposal penelitian terhenti, kesehatan Pembimbing 1 masih dalam perawatan intensif (semoga Beliau diberikan kesembuhan yang cepat). Akhirnya sebulan penuh hari-hari hanya diisi denga diskusi, perpustakaan, pasar buku, mall, wisata kuliner dan bioskop.

Hari ini….tidak ada jadwal diskusi dengan teman2….tidak ada jadwal wisata kuliner…ke perpustakaan malas…ke pasar buku tapi belum ada yang cair….ke mall malas…maka pilihan satu-satunya adalah Bioskop….kebetulan film The King’s of Speech masih sementara tayang….

The King’s of Speech….film kisah nyata Raja Inggris (Raja George VI) yang harus dilantik menjadi Raja Inggris, disaat Ingris sedang dalam ancaman perang dengan Jerman….tapi masalahnya Raja Goerge VI…gagap (mengalami kesulitan bicara)…bayangkan saja bagaimana jika orang yang berbicaranya seperti azis gagap….jadi Raja dan berpidato dihadapan ribuan orang…khan jadi runyam….

dimulailah  kisah bagaimana sang Raja mencari guru agar dia bisa bicara dengan lancar.

Cerita sederhana…tapi dikemas dengan apik menyelipkan humor dan drama…sehingga pantas untuk meraih 4 oscar….dan penghargaan Golden Globe

Film ini ingin menyampaikan kepada penonton bahwa :

1. apapun kelemahan yang kita miliki……kunci kesuksesan adalah rasa percaya diri dan tekad

2. Sahabat terkadang menjadi guru yang baik….dan seorang guru yang baik harus menjadi sahabat

3. Dibelakang laki-laki yang hebat….ada wanita yang hebat

4. Pengalaman Masa kecil berpengaruh besar pada usia dewasa

Adegan yang paling saya suka “ketika Raja Goerge VI menonton Hitler pidato”…… dan adegan “ketika kedua putrinya memberi hormat lalu memanggilnya “Yang Mulia”……..begitu banyak makna didalam adegan itu.

setelah menonton film ini, saya jadi berpikir….Indonesia penuh dengan tokoh…..yang bisa di filmkan kisah hidupnya..kita punya Soekarno…kita punya Hatta…atau Kita punya Pangeran Diponegoro…atau kisah kartini….seingat saya dulu…juga ada film cut nyak dien…tapi sekarang tidak bisa dinikmati lagi….dan berbagai kisah tokoh-tokoh di negeri ini…..dengan segala kontroversi dan prestasi mereka…

kenapa tidak ada satupun sineas kita mengangkat cerita mereka….kita baru punya film “GIE” dan “Cut Nyak Dien” yang patut diacungi jempol…

Jika Film Asing tidak bisa masuk lagi ke Indonesia….maka bersiaplah menonton “Pocong Ngesot…..Ranjang Pengantin….Tuyul Ngesot….Goyang Bulan Madu….Pocong kehilangan Kafan…kuntilanak manten….Raungan Jenglot….dll”

Wajar saja…banyak hantu…di negeri ini…hantu di eksekutif…hantu di yudikatif…hantu di legislatif…..

dimana-mana ada hantu…..

(avatarwijaya.bandung.03.03.20.11.15.07)

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Catatan Harian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s