Si Faqir dan Lelaki Misterius bercerita tentang ahmadiyah (Seri Cerita Sangat Pendek)

adalah kebiasaan si Faqir menghabiskan waktu-waktu yang luang dengan ngopi di salah satu warung depan kampus, kebiasaan itu bukan sekedar menghabiskan waktu luang, tapi menurut Si Faqir itu adala bagian pencarian makna hidup.

sebab dengan duduk dan ngopi di warung depan kampus, si Faqir banyak mendengar diskusi-diskusi dari para mahasiswa yang ikutan ngopi…mulai dari diskusi paling konyol sampai dengan diskusi berbobot yang benar-benar menambah pengetahuan dan refleksi diri….

hari itu, kampus sudah mulai sunyi…maklum sudah masuk liburan semester….di warung pun hanya beberapa orang mahasiswa….si Faqir langsung memesan kopi dan mengambil tempat langganannya….tempat paling sudut…tapi alangkah terkejutnya si Faqir…ternyata tempat duduk langganannya sudah ada yang tempati…seorang lelaki paruh baya…akhirnya si Faqir harus mengambil tempat duduk di sudut yang lain.

Si Faqir pun memasang telinga….mencoba mendengarkan apa yang sedang diperbicangkan oleh para mahasiswa itu….ternyata mereka sedang memperbincangkan kasus ahmadiyah di Indonesia….sepertinya mereka terbagi kedalam tiga kelompok pendapat

pendapat pertama adalah mereka yang setuju dengan kekerasan yang dilakukan terhadap ahmadiyah….dengan alasan ahmadiyah telah melecehkan agama Islam

pendapat kedua adalah mereka yang tidak setuju dengan kekerasan….tapi juga tidak setuju dengan keberadaan ahmadiyah…kelompok ini setuju ahmadiyah berubah saja menjadi agama baru.

pendapat ketiga adalah mereka yang tidak peduli dengan kasus ahmadiyah…sebab masih banyak kasus di Indonesia yang lebih penting dan urgen yang segera ditangani oleh pemerintah…bahkan kelompok ini berpikir jangan-jangan kasus ahmadiyah adalah kasus yang sengaja diciptakan sebagai pengalihan isu…

Diskusi tiga kelompok pendapat itu seru…walaupun terkadang ngawur…tidak terarah…atau diselingi dengan tema lain…apalagi jika ada mahasiswi melintas….diskusi jadi berubah….tapi si Faqir menikmati diskusi lepas itu…

setelah beberapa lama diskusi itu berlangsung…kopi di gelas pun semakin menipis….dan sebagian besar dari mahasiswa itu sudah mulai setuju bahwa ahmadiyah itu sesat dan menodai ajaran Islam….tiba-tiba laki-laki yang “merebut” kursi langganan si Faqir itu angkat bicara……ternyata dia juga tertarik…walaupun di akhir-akhir diskusi…

“maaf ade-ade…saya mau bertanya soal ahmadiyah itu…soalnya saya orang biasa..jarang tahu informasi…bisa ya ?” tanya si laki-laki dengan segan

“bisa pak…bisa…silahkan…kita memang sering diskusi…apalagi kita khan mahasiswa….wajib mengajarkan ilmu-ilmu kami pak….kepada orang seperti bapak” jawab seorang mahasiswa dengan bangga seolah ingin menunjukan status kemahasiswaannya.

” maaf ya….saya mau tanya….apa ahmadiyah itu…pernah menghina islam ? menjelek-jelekan Islam ? mengatai-ngatai Islam dengan penuh penghinaan…dengan kata-kata jelek…mencaci maki Islam ?  seperti yang dilakukan oleh para orientalis barat atau beberapa orang penganut agama lain terhadap islam ?…..atau justru ahmadiyah mengagungkan Islam diantara agama-agama lain ?”  tanya si laki-laki itu

mendengar pertanyaan itu para mahasiswa mulai terdiam…dan si faqir pun tertarik untuk mendengarkan laki-laki itu…laki-laki yang pada awalnya hanya dianggap pengujung warung yang hanya datang ngopi seperti biasa….mendengar pertanyaan laki-laki itu…si faqir langsung yakin…dia bukan laki-laki biasa.

“tapi ahmadiyah itu pak…menganggap ada nabi lain setelah nabi Muhammad..itu khan menodai ajaran Islam pak” jawab salah satu mahasiswa

“oh….dia punya nabi baru ya….”

“iya pak….” jawab mahasiswa dengan penuh semangat seolah sudah menjawab pertanyaan si laki-laki itu…tapi laki-laki itu bertanya lagi

“tapi…apakah ahmadiyah pernah menghina Rasul Muhammad ?….mencaci maki Rasul Muhammad ?…memfitnah Rasul Muhammad ? mengata-ngati Rasul Muhammad dengan kata-kata kasar ?  seperti yang dilakukan oleh para kafir Quraisy dulu…atau para orientalis dan beberapa orang penganut agama lain ? apakah ahmadiyah itu membenci Rasul Muhammad ? yang karena kebencian mereka…ingin sampai-sampai ingin membunuh Rasul Muhammad kalau beliau masih hidup ?….atau ahmadiyah itu menghormati dan mengagungkan rasul Muhammad ?

para mahasiswa itu terdiam….si faqir semakin tertarik….

“apakah ahmadiyah menghina Quran ? menginjak-injak Quran ?…merobek-robek Quran ?…atau berusaha membakar Kitab Quran ? atau membuang kitab yang kita cintai itu ke tempat sampah ? seperti yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam di zaman dahulu ? dan pernah direncanakan oleh seorang pendeta diluar negeri ?…..atau ahmadiyah sangat menghormati Kitab Quran….

“tapi pak…Ahmadiyah punya nabi baru…dan punya kitab sendiri selain Quran” seru mahasiswa dengan nada protes…

” apakah kalian pernah mendengar langsung…apa kata ahmdiyah tentang Islam ?  apa kata ahmadiyah tentang Rasul Muhammad ? apa kata ahmadiyah tentang Kitab Quran ?  kita ini banyak mendengar tentang ahmadiyah….bukan dari ahmadiyah sendiri…tapi justru dari orang-orang yang tidak menyenangi ahmadiyah….

“kalian sebagai mahasiswa….apa defenisi “menodai agama” itu ?  jika seseorang mengagungkan Islam sebagai satusatunya agama yang benar….jika seseorang sangat menghormati Rasul Muhammad…jika seseorang memperlakukan kitab Quran dengan penuh penghormatan….apakah itu menghina agama Islam ?  apakah seseorang yang menganggap ada nabi lain setelah Rasul Muhammad didefenisikan menodai agama ?

‘tapi pak…mereka punya Nabi setelah Nabi Muhammad dan punya Kitab yang mengubah-ubah Kitab Suci Al quran” seru mahasiswa yang lain mengulang apa yang dikatakan temannya sebelumnya

” apakah kalian sudah pernah mendengarkan penjelasan dari ahmadiyah langsung…siapa sebenarnya Mirza Ghulam Ahmad itu dan bagaimana posisinya terhadap Nabi Muhammad  ?  apakah kalian sudah pernah mendengar apa sebenarnya kitab Tadzkirah dan bagaimana posisinya terhadap Quran ?

Mahasiswa itu terdiam…dan si Faqir pun terdiam….

“jangan-jangan bapak pengikut ahmadiyah !!!! ” seru seorang mahasiswa….

“tidak…saya bukan pengikut ahmadiyah…..dan saya banyak berbeda dengan pemahaman ahmadiya…tapi tidak karena perbedaan itu…kemudian saya berhak menghakimi mereka tanpa dasar….tanpa mendengarkan penjelasan langsung dari mereka…atau karena perbedaan itu…kemudian saya tidak menghormati pendapat mereka….toh pendapat-pendapat itu akan mereka pertanggungjawabkan nanti di hadapan Tuhan yang Maha Tahu…

“ketika saya meninggal…kalian meninggal…pengikut-pengikut ahmadiyah itu meninggal…kita akan mempertanggungjawabkan semua keyakinan, pemahaman dan tindakan kita khan kepada Tuhan…dan Tuhan pasti memberikan balasan ata semua perbuatan kita ?

“bukankah adalah fitrah…bahwa keyakinan tidak bisa dipaksakan ? sebab jika dia diterima karena paksaan…keyakinan itu akan tertolak….apakah ahmadiyah pernah memaksakan pemahamannya kepada kalian ? kepada kita semua ?….tapi kenyataannya sekarang…kita sedang berusaha memaksakan pemahaman kita kepada mereka….agar mereka mau mengikuti pemahaman kita…..nah sekarang…siapa yang sedang memaksakan kehendak ? memaksakan keyakinan dan pemahaman ?

Mahasiswa-mahasiswa itu terdiam…sebagian menunjukan wajah protes…sebagian menunjukan wajah bingung…sebagian menunjukan wajah senang….sementara si Faqir terus menikmati penjelasan si laki-laki misterius itu

“jika kita berbeda pendapat….maka perlulah kita diskusi…dialog…duduk bersama dengan posisi setara…sehingga saling mendengarkan….dialog itu tidak akan jalan jika satu pihak merasa lebih tinggi dan merasa lebih mengetahui dari yang lain….kalian pelajari tidak ?  teori komunikasi partisipatif Habermas ?….

Mendengar kata Komunikasi Partisipatif Habermas….para mahasiswa itu terkejut…bagaimana bisa..laki-laki dengan penampilan biasa…selama ini diam…tiba-tiba dia tahu Habermas…..si Faqir tersenyum…sebab dari awal dia sudah menganggap bahwa laki-laki ini bukan laki-laki biasa…terang saja…Teori Habermas saja dikuasai 🙂

“selama ini kita memposisikan diri lebih benar dan lebih tahu….sehingga kita merasa tidak perlu lagi mendengar penjelasan atau tepatnya pembelaan dari kelompok-kelompok yang berbeda dengan pengetahuan kita….kita mengukur dan menilai pemahaman orang lain dengan pemahaman kita sendiri…ketika pemahaman orang lain berbeda dengan kita…kita langsung menyebutnya pemahaman sesat…..

“kalau pun toh mereka benar-benar sesat….tetap saja mereka memiliki hak untuk menjelaskan pemahaman mereka…kita tidak memiliki hak untuk memaksa mereka untuk mengikuti pemahaman kita….

“mereka khan memiliki nabi dan kitab lain….jadi jangan jadi Islam lah…jadi agama lain lah ” seru seorang mahasiswa

“menurut kalian….siapa yang berhak menciptakan agama baru ?   lalu jika ahmadiyah menjadi agama baru…kalian menerima mereka ? tidak mempersoalkan pemahaman mereka ? atau tetap memusuhi mereka dan mengusir mereka karena di negera ini hanya mengakui lima agama…dan selama ini…kita telah menyebut mereka ahmadiyah….jarang saya dengar orang menyebut mereka Islam atau Muslim….selalu mereka dipanggil dengan sebutan ahmadiyah…”

“tapi mereka sesat !!!!” seru salah seorang mahasiswa

“anggaplah mereka sesat menurut pemahaman kalian…trus apakah itu membuat mereka tidak berhak hidup ? itu membuat mereka tidak berhak berkeyakinan dan menganut apa yang dianggapnya benar ? apakah kalian memaksa mereka untuk mengikuti pemahaman kalian ? apakah mereka harus diusir dari negeri ini ?

“pertanyaanya adalah kalau mereka sesat….apa yang harus kita lakukan ? apakah kalian pernah membaca Quran tentang larangan bersifat kasar sebab sifat kasar itu justru menjauhkan mereka dari kalian…dan ajakan untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah ? (catatan penulis : QS 3:159)

“psikologi penganut keyakinan tertentu itu…sama dengan analogi palu dan paku…..semakin kita memukul paku itu dengan palu….semakin paku tertancap dalam….artinya semakin keyakinan seseorang dikerasi…semakin kukuhlah keyakinan itu…

“bukankah itu terjadi juga pada kalian…seandainya ada seseorang yang datang kemudian memaksa kalian untuk meninggalkan keyakinan kalian dengan kekerasan…saya yakin justru kalian semakin yakin dengan keyakinan kalian…itu yang akan terjadi jika kalian keras terhadap pengikut ahmadiyah…….

“yang harus kita lakukan sekarang adalah….bukan menyerang pengikut ahmadiyah itu agar tidak menyebarkan pemahamannya…..tapi membentengi diri kita…keluarga kita…saudara-saudari kita…teman-teman kita…tetangga-tetangga kita…agar bisa menilai dengan tepat mana pemahaman yang benar dan mana yang keliru….

“dengan begitu…ajaran-ajaran yang keliru akan kehilangan pengikut dan akan mati dengan sendirinya….selama ini ajaran-ajaran keliru memiliki banyak pengikut…karena kita gagal mendakwahkan ajaran yang benar….tapi kegagalan itu diselesaikan dengan menyerang kelompok lain…yang dianggap mengancam…

“kalaupun satu kelompok diserang dan bubar….tapi masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk menilai mana yang benar dan mana ajaran yang keliru….satu saat nanti…mereka tetap akan terjebak dan mengikuti ajaran yang keliru…

“maaf ade-ade mahasiswa….saya harus pergi….jadi sampai disini perbincangan kita” laki-laki itu langsung berdiri dan keluar dari warung….

si faqir terpesona dan merenungkan dengan dalam penjelasan terakhir si laku-laki itu…sampai-sampai tidak sadar bahwa laki-laki itu sudah keluar dari warung….setelah sadar..si faqir langsung bangkit mengejar…tapi anehnya..si faqir tidak menemukan lagi laki-laki itu diluar…dia bagai lenyap tertelan bumi.

akhirnya si Faqir menulis di catatannya : “LELAKI MISTERIUS YANG BERCERITA TENTANG AHMADIYAH”

(avatarwijaya.bandung.20.02.20.11.11.03)

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Catatan Harian, Kajian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s