Kenangan Yang Tersisa (catatan 15.03.20.11.04.40)

Dingin malam ini….mengantarkanku pada kenangan pada beberapa tahun yang lalu….

Bukit Kawatuna…….udara semakin dingin….seolah angin malam ingin menegaskan eksistensinya pada waktu yang tersisa…karena sebentar lagi pagi kan menjelang….

Sarung dan sisa-sisa api unggun yang semakin meredup semakin memberikan kuasa pada dingin untuk merajalela menjajah tubuh kami…duduk dan melingkarkan tangan dilutut adalah pilihan yang terbaik…

formasi duduk melingkar kami tak terlalu berubah…setelah semalaman kami menghabiskan waktu untuk bicara….bicara tentang omong kosong sampai kesejatian hidup…bicara soal ke-tiada-an sampai puncak ke-ada-an…bicara soal kiri sampai kanan…bicara soal bawah sampai atas….bicara soal bumi sampai langit….bicara soal makhluk yang paling hina sampai Dzat yang paling suci…..

dan sekarang kami duduk terdiam….seolah memberikan kesempatan untuk berbicara pada diri masing-masing….sesaat terpekur diam…lalu dia bergumam :

Aku adalah Kiri diantara Kalian Yang Kanan….

Aku adalah Kanan diantara Kalian yang Kiri….

Aku adalah Bawah diantara Kalian yang Atas….

Aku adalah Atas diantara Kalian yang Bawah….

Aku adalah tiada diantara kalian yang mengada….

Aku adalah ada diantara kalian yang meniada….

Aku adalah pemberontak diantara kalian yang patuh….

Aku adalah yang patuh diantara kalian yang pemberontak….

Aku adalah penggugat diantara kalian yang yakin….

Aku adalah yang yakin diantara kalian yang penggugat….

Aku adalah penanya diantara kalian yang menjawab….

Aku adalah penjawab diantara kalian yang bertanya….

Biarlah aku tetap menjadi aku…..dan kalian tetap menjadi kalian….

Tapi kita akan berdiri bersama dalam satu barisan…..Menantang kerasnya hidup….

 

Mendengar ucapannya…kami tak bergerak….terpenjara dalam diam….membiarkan kata-kata itu merasuk lebih dalam kerelung-relung jiwa kami….dan mempersilahkan pencerahan datang…..

Azan subuh terdengar dari sela-sela deru angin malam yang mulai meninggalkan kami….kami pun bangkit…dan berdoa dan membuat pengharapan…..sebab hanya orang memiliki harapan yang bisa bertahan hidup…

(kenangan yang tersisa….bukit kawatuna…entah tahun berapa)

(Nanang Wijaya.bandung.15.03.20.11.04.40)

 

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Catatan Harian. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kenangan Yang Tersisa (catatan 15.03.20.11.04.40)

  1. leo machox berkata:

    ” setiap asa pasti barharap, sepertinya tak ada manusia yang tak berharap. seperti aku yang selalu barharap akan setiap harap yang diharap menjadi harapan yang nyata yang bukan hanya sekedar menjadi asa “.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s