Kaus Kaki (catatan.03.12.20.11.12.15)

Menikmati sinar mentari yang masuk melalui jendela kaca…

pada pagi yang tidak terlalu terik…ku ingin mengadu pada mentari…atas keresahanku pagi ini…

pagi yang resah….sebab sebelah kaus kaki miliku hilang lagi entah kemana….ini bukan kali yang pertama….sudah berkali-kali….akan tetap anehnya….setiap kaus kaki itu hilang….beberapa hari kemudian akan muncul kembali…

seolah-olah kaus kaki ku memiliki aktivitas sendiri yang tidak mau diganggu….jika ia lagi tak ada acara….dia rela menemaniku…tapi ketika ia punya acara pribadi…ia akan meninggalkanku mentah-mentah tanpa pamit…

dan pagi ini….sebelah kaus kaki ku entah mengikuti kegiatan apa lagi…mungkin sedang mengkuti pertemua kaus kaki sedunia…atau mungkin sedang mengikuti acara kampenye perlindungan kaus kaki  membantu sesama kaus kaki yang sampai bocor dibagian tumit…tapi masih dipekerjakan pemiliknya..

pagi ini rencananya….saya harus ke toko buku dan ke perpustakaan kampus….mencoba menjadi intelektual sejati yang belanjaannya adalah buku dan selalu berdiam berjam-jam di perpustakaan…(padahal biasanya buku-buku itu tidak habis dibaca, tapi sudah dianggap selesai dibaca)….tapi sebelah kaus kaki ku entah kemana…

oh…kaus kaki….kalau seandainya ada komisi pengaduan pengguna kaus kaki…mungkin sudah lama saya melaporkan kaus kaki itu…..tapi sayang di negeri ini  tidak ada….tapi buru-buru saya sadar….kalaupun ada komisi seperti itu…pasti tidak berfungsi…pengalaman di negeri ini begitu banyak komisi yang dibentuk…tapi tidak pernah jelas tugas, fungsi dan efektifitas keberadaannya…

tapi biasanya….setelah menghilang entah kemana….beberapa hari kemudian tiba-tiba muncul begitu saja….dan munculnya langsung di tempat yang tidak diduga…kadang tiba-tiba ada di tas laptop…kadang tiba-tiba muncul di kamar mandi….tiba-tiba muncul di langit-langit kamar….bahkan pernah sekali…kaus kaki ku tiba-tiba ditemukan di jemuran tetangga…..sampai-sampai tetangga kebingungan….

tapi ada satu yang saya sadari pagi ini….saya ternyata tidak bisa jadi pejabat tinggi di negeri ini….sebab kehilangan sebelah kaus kaki saja saya sudah resah luar biasa….bahkan sampai mau mengadu ke mentari….

sementara menjadi pejabat tinggi di negeri ini….tidak boleh resah apalagi panik…kalau sumber daya alam negeri ini diambil oleh asing…..menjadi pejabat di negeri ini tidak boleh mengadu..melankolis apalagi merasa sedih…kalau hasil tambang…hasil hutan..hasil laut…dsb…diambil oleh perusahaan asing…justru harus harus pasang muka gembira dan berkata “ini untuk pembangunan negeri”

saya ternyata tidak bisa jadi pejabat tinggi di negeri ini….kaus kaki membuat saya gagal kriteria…..payah..

(nanang wijaya / bandung.03.12.20.11.12.15)

Iklan

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Catatan Harian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s