Menjaga Kebaikan

maghrib sudah hampir menjelang….kami belum sampai tempat yang dituju…sementara hujan sejak tadi siang belum menunjukan keinginan untuk berhenti….

melangkah dengan basah kuyup memiliki sensasi tersendiri bagi tukang hiking amatiran seperti kami…sebab antara keringat dan air hujan menyatu…

antara dingin dan panas tubuh menyatu….hujan terus berjatuhan dan kami terus melangkah….kami terus melangkah seolah berkejaran dengan waktu yang begitu cepat gelap….

derasnya hujan tak menyisakan sedikitpun mataharii untuk menampakkan di mata kami…..sampai dia meminta kami berhenti…dan menyarankan kami istirahat dan bersiap untuk shalat maghrib sambil menunjuk sebuah pohon besar yang cukup layak dipakai untuk berteduh…

setelah mendirikan tenda darurat…mengganti baju…dan kemudian shalat berjamah…..kami coba membuat perapian dari kayu-kayu yang basah….sementara hujan sedikit mereda….kami duduk mengelilingi api yang kadang apinya meredup dan tidak bisa menutupi rasa dingin tubuh kami……

dia kemudian berkata :

“kalian lihat pohon ini…..ia tumbuh ditengah hutan…ia menerima siapapun yang berteduh dibawahnya….ia menyiapkan ranting-ranting kecilnya untuk kita jadikan api….

ia rela daun-daunnya berjatuhan dan menyuburkan tanah…ia menjadi penahan untuk tanah agar tidak terjadi longsor…..”

“hari ini kita berteduh dibawahnya dari hujan….kita sangat bersyukur dengan adanya pohon ini…..beberapa jam lagi atau besok…kita akan pergi meninggalkan pohon ini….dan kita akan melupakannya”

“begitu banyak kebaikan-kebaikan dari yang lain datang kepada kita….tapi kemudian kita melupakannya…sebab kita menganggap kebaikan itu tidak berarti….seperti kebaikan pohon ini….yang mungkin besok kita akan lupakan”

“pesan saya untuk kita semua teruslah berbuat baik…..walaupun kebaikan dianggap tidak berarti atau orang mungkin melupakannya….teruslah berbuat baiksebab TUHAN berfirman : Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya…..Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”…….al Zalzalah ayat 7 dan 8”

dia menutup pembicaraanya lalu berdiri mempersiapkan makanan untuk makan malam……

(nanangwijaya.bandung.27.02.20.12.22.25)

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s