Karena Kami Mendukung Palestina Lahir dan Bathin….

 

 Oleh : Nanang Wijaya

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel”

(Presiden Soekarno)

Kata-kata diatas diucapkan oleh Presiden Soekarno ketika membuka perlehatan Asian Games pada tahun 1962. Sejatinya sikap bangsa Indonesia telah jelas tertuang dalan pembukaan Undang-undang Dasar yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi ini.

Akan tetapi sepanjangan ramadhan tahun (2014) ini kita menyaksikan kebrutalan Israel menggempur siang malam Palestina khususnya Jalur Gaza dengan menggunakan roket-roket, pesawat tempur dan Kapal Perang bahkan pada hari-hari terakhir Israel mulai menggunakan pasukan darat untuk menyerang Jalur Gaza dan membunuhi rakyat-rakyat Palestina, tak peduli dewasa, wanita bahkan anak-anak bayi menjadi korban kebrutalan tentara Israel.

Penjajahan Israel atas Palestina merupakan aib besar sepanjang sejarah manusia modern pasca Perang Dunia ke 2. Aib yang dimulai dari Resolusi PBB 181/1947 yang menyetujui dibangunnya sebuah negara khususYahudi di atas tanah yang telah ditempati bangsa Arab Palestina selama ribuan tahun. PBB mengalokasikan 56,5 persen wilayah Palestina untuk pendirian negara Yahudi, 43 persen untuk negara Arab, dan Jerusalem menjadi wilayah internasional. Tapi kelak, pada tahun 1967 setelah terjadinya Perang 6 Hari Arab-Israel, Israel menduduki Sinai, Golan, dan seluruh wilayah Palestina.

PBB menjadi majelis dunia yang paling tumpul dalam menangani kejahatan Israel, hal ini mengikuti sikap Amerika Serikat tiba-tiba menjadi bisu dan tuli atas kejahatan Israel, Amerika sebagai negara adi daya yang selalu mengkampanyekan diri sebagai negara penjaga keamanan, penjaga demokrasi dan hak asasi manusia. Amerika akan segera mengirimkan pasukannya untuk membela HAM seperti yang terjadi di Libya, Irak bahkan terakhir di Suriah. Tapi untuk kejahatan Israel, Amerika dan negara-negara Eropa tak melakukan apa-apa, bahkan terus menerus membela sikap Israel.

Sikap yang menerapkan standar ganda HAM dalam melihat tragedi kemanusiaan Palestina oleh Amerika juga diikuti semua negara-negara Eropa yang menjadi anggota PBB. Seluruh negara Eropa hanya diam membisu dan mematung tatkala roket-roket Israel menghujani Jalur Gaza. Seolah-olah kematian ratusan rakyat Palestina akibat kejahatan Israel bukanlah pelanggaran Hak Asasi Manusia. Padahal menurut Piagam PBB setiap bangsa berhak untuk meraih kemerdekaannya dan bangsa Palestina tidak terkecualikan dari hak ini. Akan tetapi hak untuk hidup merdeka bagi Amerika dan Negara-negara Eropa bukan milik Rakyat Palestina.

Kekejaman Israel telah mencorengkan arang di wajah orang-orang beriman, apapun agamanya. Isreal melakukan pembunuhan kontinyu, perusakan rumah-rumah dan ladang pertanian, merusak tampat-tempat suci, masjid, dan gereja, menyerang kawasan-kawasan permukiman dan non-permukiman secara kontinyu, serta melakukan teror-teror yang sudah direncanakan dan (bahkan) diumumkan terlebih dahulu.

Pasca perang 6 hari Isreal-Arab tahun 1967, setidaknya Israel telah melakukan beberapa kali serangan besar-besaran ke Jalur Gaza diluar serangan sporadis tentara Israel kepada rakyat Palestina, Pada tahun 2006, Israel membombardir Gaza dengan  Summer Rains and Autumn Clouds Operation, tahun 2009 dengan ‘Cast Lead Operation’, tahun 2012 dengan ‘Pillar of Defence Operation, dan kini tahun 2014 aksinya diulang lagi dengan diberi nama ‘Protective Edge Operation’

Prilaku Israel tidak hanya menginjak-injak kehormatan bangsa Palestina tetapi juga kehormatan semua kaum muslimin dan kaum pencinta kebebasan di dunia. Manusia yang beriman dan berhati nurani, apapun agamanya, sudah sepntasnya merasa terhina bila melihat saudaranya-sesama umat manusia-diinjak-injak dan diperlakukan dengan sedemikian hina.

Akan tetapi yang sangat mengherankan jika negara-negara Arab terkesan hanya diam tak membantu. Keberanian Israel kembali melakukan serangan besar-besaran ditahun 2014 ini tidak lepas dari kekisruhan internal di negara Mesir dan Suriah. Kesibukan negara Mesir dan konflik yang berkepanjangan antara pemerintah Suriah dengan pemberontak memberi kesempatan Isreal untuk membunuh rakyat Palestina khususnya Jalur Gaza.

Sebagaimana diketahui pasca Perang 6 Hari Arab-Israel yang berakhir dengan kekalahan negara-negara Arab di tahun 1967, negara-negara Arab mulai tidak mau mengganggu Israel dan terkesan membiarkan konflik Israel-Palestina terus terjadi tanpa ada tindakan yang berarti, kecuali negara Lebanon, Suriah dan Mesir yang terus melakukan perlawanan. Perang kali ini hanya Hizbullah dari Lebanon yang membalas Israel dengan menembakkan beberapa roket ke Israel sebagai bantuan kepada Hamas dan rakyat Palestina yang tengah berperang.

Negara Suriah selama ini adalah negera yang memiliki sikap yang cukup keras terhadap Israel dan selama ini terus mengirimkan bantuan kepada rakyat Palestina. Akan tetapi konflik politik yang berujung pada perang saudara cukup memporak-porandakan negara Suriah. Selama ini Suriah menjadi jalur masuknya bantua makanan, obat-obatan dan persenjataan bagi perjuangan Rakyat Palestina. Lemahnya negara Suriah memberikan Israel keberanian kembali membuka perang besar-besaran dengan Palestina.

Kita berharap negara-negara Arab lainnya mau bekerja sama untuk menekan Israel dan memberikan bantuan kepada rakyat Palestina. Kita tentunya menunggu sikap dan tindakan dari Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, Yaman, Bahrain, Qatar bersama Lebanon, Suriah dan Mesir untuk membantu Palestina, sebagai negara-negara Islam dan sebagai bangsa yang memiliki kemanusiaan.

Kita berharap peperangan segera usai sehingga jatuhnya korban-korban yang tak berdosa tidak lagi terjadi. Israel telah melakukan kejahatan perang haruslah mendapat hukuman internasional, tentunya OKI harus mengambil sikap yang tegas dan jelas sehingga perang berhenti dan Israel bisa diseret ke pengadilan internasional atas kejahatan perang atas rakyat Palestina. Satu-satunya negara yang berhak berdiri hanyalah Palestina yang membawahi semua pemeluk agama yang ada khususnya Islam, Kristen dan Yahudi.

Saat ini perang terus berlanjut, kebrutalan terus dilakukan oleh Israel, rasa solidaritas keagamaan dan rasa prikemanusiaan kita mendorong agar selalu mendukung Palestina. Segala bentuk dukungan akan terus diupayakan, disuarakan dan terus digelorakan sebagaimana pesan Ayatullah Khomeini sejak jauh-jauh hari. Agar isu Palestina tak terlupakan, beliau mencanangkan Jumat terakhir setiap Ramadhan sebagai Hari Al Quds (Yaumul Quds), hari dimana kaum muslimin diseru untuk berdemonstrasi menyuarakan pembelaan terhadap Palestina.

Musuh umat Islam adalah Zionis Israel, bukan yang lain dan kita wajib mendukung Palestina lahir dan bathin.Palestina

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s