Kebesaran Islam Dirusak Oleh Penganutnya Sendiri

Oleh : Nanang Wijaya

cintaSebenarnya tidak salah menjadi seorang yang radikal atau fundamentalis dalam agama….yang menjadi keliru jika menjadi radikalisme ekstrim atau fundamentalisme yang pro kekerasan.Sebab prilaku yang sangat mudah memberikan cap bid’ah – sesat – kafir disertai dengan kebencian dan memperbolehkan penggunanaan kekerasan dan pembunuhan benar-benar mencoreng wajah damai dan karakter rahmatan lil alamin Islam.

Fenomena Radikalisme Eksterim dan fundamentalism pro kekerasan bukan hanya dalam Islam saja, akan tetapi semua agama di muka bumi ini memiliki fenomena ini. Kita tidak bisa lupa sekelompok biksu Budha yang mengusir dan pembunuh masyarakat myanmar atau kita tidak juga bisa lupa bagaimana kelompok fundamentalism pro kekerasan Hindu di India melakukan penghancuran masjid di Babri Ayodhya India.

Dalam agama Kristen Katolik maupun Protesten selalu ada kelompok radikal ekstrik maupun fundamentalism pro kekerasan melakukan kekerasan atas nama agama, sebagaimana konflik Irlandia Utara dengan Inggris adalah konflik berkepanjangan antara Katolik dan Protestan.

Semua agama selalu saja ada sekelompok kecil yang memiliki tafsiran yang memilih jalan kebencian dan kekerasan. Sehingga kelompok radikal ekstrim dan fundamentalism pro kekerasan tidak identik dengan Islam. Memang dalam Islam ada banyak kelompok yang memilih idiologi kebencian dan kekerasan.

Bahkan kelompok-kelompok Radikalisme ekstrim dan fundamentalism pro kekerasan dalam Islam diakui memiliki persenjataan modern yang cukup lengkap dengan melakukan segala jenis kekerasan, seperti penculikan, pembunuhan, menyembelih tawanan, melakukan pengepungan/embargo, melakukan perampasan dan pencurian, dan lainnya.

Kelompok radikal ekstrim dan fundamentalis pro kekerasan benar-benar berbeda dan berlawanan sikap yang di tunjukan oleh Rasulullah yang diutus untuk menyempurnakan akhlak. Bahkan berbeda dengan prilaku Rasulullah tatkala harus berperang mempertahankan negeri dari serangan musuh.

Problematika radikalisme ekstrim dan fundamentalisme pro kekerasan semakin rumit tatkala negara-negara barat ikut campur demi kepentingan politik. Terkadang negara-negara barat diam-diam memberikan bantuan persenjataan dan pendanaan untuk kelompok-kelompok radikal ekstrik dan fundamentalism pro kekerasan.

ketika negara-negara barat mulai tidak suka dengan pemimpin/presiden sebuah negara karena kepentingan ekonomi-politik mereka terganggu, segera negara-negara barat menyusun strategi membantu kelompok-kelompok radikal ekstrim dan fundamentalism pro kekerasan untuk melakukan aksi-aksi terorisme.

Dan biasanya campur tangan negara barat tidak nampak dan tidak diketahui oleh khalayah umum, sementara isu konflik antar mazhab, konflik antar etnis, konflik antar agama hanyalah isu yang dimainkan agar konflik berlanjut dan pemerintahan yang sah jatuh.

Yang paling memiriskan hati adalah jumlah korban dalam setiap konflik dan setiap aksi terorisme kelompok radikal ekstrim dan fundamentalism pro kekerasan tidak tanggung-tanggun bahkan mencapai dengan jumlah ribuan dan pengungsi dengan jumlah jutaan hanya karena kebencian atas nama agama dan kekerasan atas nama Tuhan.

Menjadi kewajiban kita mengembalikan karakter Islam yang damai dan Rahmatan lil alamin dengan kembali menggunakan jalan-jalan yang ditunjukan Rasulullah selama hidupnya.

Kebesaran Islam Dirusak Oleh Orang-orang Yang Mengaku Penganutnya Sendiri….

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s