Tanggungjawab Sosial Mahasiswa

Oleh : Nanang Wijaya

Sebenarnya tidak mudah menjadi seorang mahasiswa, butuh kesiapan mental, butuh kesiapan fisik, terlebih butuh kesiapan finansial yang cukup banyak. Tapi setiap tahun ajaran selalu ribuan orang yang tercatat menjadi mahasiswa baru. Bagi orang tua yang memiliki pekerjaan dengan pendapatan yang baik tentulah kebutuhan finansial menjadi mahasiswa dapat terpenuhi.

Tapi bagaimana orang tua mahasiswa yang hanya memiliki pekerjaan sebagai nelayan, buruh, tukang batu/kayu, petani yang memiliki pendapatan tidak merata dalam setiap penerimaannya, bahkan pada waktu-waktu tertentu terkadang tidak menerima penghasilan apapun. Orang tua seperti itu tetap saja penuh dengan semangat memutuskan untuk berusaha agar anak-anak mereka tetap kuliah agar nantinya bisa memiliki masa depan baik yang tidak sama dengan meraka sebagai orang tua.

Mahasiswa Kritis

Tatkala ana-anak mereka yang sedang menempuh kuliah membutuhakan uang untuk keperluan kuliah, tidak jarang para orang tua harus yang harus menjual tanah, ternak atau modal lainnya, bahkan ada berusaha untuk meminjam uang kepada orang lain, bahkan rentenir agar kebutuhan anak-anak mereka.

Celakanya keadaan di kampung-kampung semakin hari semakin susah dan menyulitkan masyarakat dalam berusaha mendapatkan penghasilan. Sawah-sawah mulai diambil oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit, hutan-hutan mulai dikuasai oleh para pemegang HPH, gunung dan sungai mulai dikuasai oleh para penambang. Sementara tangkapan ikan semakin turun jumlah produksinya akibat tangkapan pukat harimau dari kapal-kapal besar penangkap ikan.

Dahulu masyarakat kampung banyak yang sejahtera karena harga cengkeh begitu tinggi, tapi persaingan antara perusahan cengkeh, perusahaan kakao dan perusahaan kelapa sawit dalam dunia kapitalisme berdampak buruk dengan pendapatan petani di kampung-kampung. Sementara impor beras dan tingginya harga pupuk serta tingginya biaya produksi menyebabkan kehidupan petani sawah juga semakin sulit.

Pemerintah sebagai penanggungjawab yang mempersiapkan segala kebijakan dan tata kelola sumber daya alam dan sumber-sumber produksi dalam masyarakat demi kesejahteraan dan keadilan tidak berdaya apa-apa berhadapan dengan perdagangan dunia internasional dan bertekuk lutut dihadapan kebijakan-kebijakan kapitalisme internasional. Ditambah dengan perilaku korup para pejabat dan pegawai semakin memperburuk kehidupan masyarakat.

Pemerintah tidak berdaya berhadapan dengan semakin naiknya harga-harga kebutuhan pokok di pasar-pasar, justru pemerintah seakan-akan ikut-ikutan mempersulit kehidupan masyarakat dengan terus menerus menaikkan harga BBM, menaikan tarif dasar listrik dan tarif PDAM, biaya kesehatan serta biaya pendidikan. Pemerintah seakan-akan ikut mengambil bagian menjadi pihak yang menyengsarakan kehidupan masyarakat.

Tapi ditengah-tengah keadaan semakin sulit dan semakin tidak menentunya kesejahteraan, para orang tua tetap bertekad untuk terus membiayai perkuliahan anak-anak mereka. Apapun cara akan ditempuh untuk biaya para mahasiswa yang setiap bisa mengirimkan kabar bahwa mereka membutuhkan uang demi kuliah.

Pada situasi demikian, mahasiswa selalu mengambil peran. Mahasiswa bisa mengambil peran menjadi bagian yang akan mempersulit kehidupan keluarga terutama kedua orang tua mereka. Dengan tidak peduli keadaan orang tua dan keluarga bisa mahasiswa terus menerus membombardir orang tua dengan permintaan uang untuk kebutuhan kuliah dan kebutuhan pribadi tanpa henti Bak pemerintah yang selalu mengeluarkan kebijakan yang menjerat leher masyarakat dan mendorongnya ke lubang kesusahan.

Atau mahasiswa mengambil peran dalam membantu dalam meringankan beban orang tua. Pada level individual, mahasiswa bisa menekan pengeluaran dan kebutuhan sehingga memberi keringanan bagi orang tua. Pada level kelurga, mahasiswa bisa membantu keluarga dengan bekerja sambil kuliah sehingga bisa membiayai diri sendiri dan membantu kebutuhan biaya dalam keluarga.

Pada level tertinggi dalam peran membantu orang tua dan keluarga adalah level tanggungjawab sosial. Mahasiswa tidak saja berperan pada level individual maupun level keluarga akan tetapi bisa mengambil pada level sosial kemasyarakatan. Mahasiswa menjadi bagian dalam aktivitas perubahan sosial kemasyarakatan dalam skala negara, pemerintahan lokal atau pada perubahan sosial dengan skala yang lebih kecil.

Memiliki tanggungjawab sosial membuat mahasiswa memiliki status tersendiri pada masyarakat. Mahasiswa selalu berada yang diantara masyarakat yang selalu mendapati kenyataan kehidupan mereka semakin lama semakin sulit dengan pemerintah yang penuh dengan pejabat korup yang selalu mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menindas dan semakin mempersulit hidup.

Mahasiswa menjadi penyambung aspirasi masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan, mahasiswa yang menjadi kekuatan penyeimbang dihadapan penguasa, pemerintah dan para pejabat yang hanya mementingkan diri mereka sendiri. Karena berdiri membela kepentingan masyarakat, itulah sebabnya mahasiswa memiliki kekuatan besar yang dapat mengubah kebijakan-kebijakan publik yang merugikan, menuntut pejabat-pejabat yang mempermainkan kekuasaannya bahkan mahisiswa tidak jarang meruntuhkan dan menumbangkan rezim penguasa yang zhalim menindas masyarakat.

Jika mahasiswa membela para petani, pedagang, nelayan, buruh, maka sesungguhnya mahasiswa itu juga membela orang tua mereka sendiri yang petani, nelayan, pedagang atau mungkin orang tua yang pekerjaan sebagai buruh. Dalam relasi pekerjaan sejahteranya petani, nelayan, buruh, pedagang dan pekerjaan lainnya akan memberikan penghidupan yang lebih baik pada keluarga pada setiap masyarakat.

Tidak mudah memiliki rasa tanggungjawab sosial pada mahasiswa, sebab rasa tanggungjawab itu tenggelam dengan kesibukan kuliah demi gelar kesarjanaan sebagai tujuan utama sebagai mahasiswa. Rasa tanggungjawab sosial itu tertutupi dengan kesibukan pada kegiatan-kegiatan dengan begitu banyaknya lembaga, organisasi atau kelompok-kelompok yang mengabaikan rasa tanggungjawab sosial dalam aktivitas kelembagaannya.

Tidak jarang pula rasa tanggungjawab sosial mahasiswa harus berhadapan rasa takut mahasiswa karena rasa tanggunjawab sosial selalu diidentikan dengan unjuk rasa, demontrasi dan chaos yang membuat mahasiswa harus berhadapan dengan para petugas keamanan yang tidak jarang bersikap brutal dan tanpa prikemanusiaan.

Unjuk rasa dan demontrasi hanyalah salah satu cara mewujudkan rasa tanggungjawa sosial, tapi ada banyak aktivitas yang penyaluran rasa tanggungjawab sosial itu. Berusaha untuk menemukan kesalahan, kekeliruan dan penyimpangan pada kebijakan-kebijakan publik dan masalah sosial yang terjadi pada daerah asal masing-masing mahasiswa dan terus menerus mensosialisasikan telah terjadi penyimpangan kebijakan yang merugikan masyarakat dan mengusulkan jalan keluar masalah sosial sudah merupakan wujud nyata dari rasa tanggungjawab sosial.

Membangun opini publik bahwa telah terjadi akivitas yang merugikan masyarakat atau masalah-masalah sosial pada daerah asal mahasiswa dalam bentuk tulisan opini atau tulisan ilmiah dalam bentuk karya tulis ilmiah dan skripsi, merupakan bentuk lain dari tanggungjawab. Dengan harapan tulisan-tulisan itu dapat membangkitkan kesadaran sesama mahasiswa dan khalayak umum serta menawarkan pemecahan masalah-masalah sosial yang terjadi sudah merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial.

Menjadi mahasiswa tentulah menjadi harapan bagi masyarakat. Akan tetapi sayang jika menjadi mahasiswa justru menjadi beban orang tua dan keluarga tatkala mencapai sarjana juga pada akhirnya menjadi pengangguran. Atau pilihannya menjadi mahasiswa yang memiliki rasa tanggungjawab sosial dengan segala aktivitas sosial yang dapat membantu orang tua dan masyarakat dengan mendorong perubahan sosial mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.

 

* Pemerhati Sosial Kemasyarakatan

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s