Membaca Konflik Suriah dari Kota Palu

(Pertemuan singkat dua sahabat)

Setelah sekian lama tidak berjumpa, tanpa disengaja saya bertemu dengan salah seorang sahabat lama saya yang dulu sama-sama aktif di pergerakan Pelajar Islam Indonesia.

Lalu dia menceritakan bahwa dirinya sedang aktif di sebuah lembaga di Palu yang aktif menghimpun dana bantuan untuk konflik suriah. Bahkan bukan cuma dana yang dikumpulkan tapi jika ada yang mau berangkat ke Suriah, akan di fasilitasi.

Saya sangat mendukung aktifitasnya itu, sebab apapun alasan sebuah konflik pasti akan selalu meminta korban orang2 yang tidak tahu apa-apa dan korban tidak bersalah.

Konflik selalu menciptakan korban yang tidak sedikit, apalagi jika konflik itu melibatkan negara dengan kelompok oposisi.

Lalu saya bertanya kepada siapa dana-dana yang terkumpul itu diberikan ? Sahabat saya itu hanya menyebutkan kepada kelompok Mujahidin.

Lalu saya bertanya kepada sahabat saya itu, apakah dia tahu ada berapa banyak kelompok oposisi di Suriah ? sahabat saya itu mulai terlihat keheranan dan bertanya apakah di Suriah itu banyak kelompok mujahidin ? soalnya dia tidak tahu kepada kelompok mana dana-dana itu diserahkan.

Akhirnya saya menceritakan tentang kelompok SNC (Syirian National Council) yang kemudian sebagian memisahkan diri menjadi kelompok FSA (Free Syirian Army)

Dari SNC dan FSA lalu memisahkan diri lagi sekelompok yakni Jabhah al Nusrah.

Dari tiga kelompok SNC, FSA dan Jabhah al Nusrah kemudian memisahkan diri lagi Ahrar Al Sham Kataeb, Liwaa al Tawhiid, dan Ahrar Suriah.

Sahabat saya semakin bingung mendengar cerita saya mengenai kelompok-kelompok oposisi di Suriah.

itu belum selesai, sebab dari enam kelompok lahir lagi 2 kelompok yakni kelompok ISIS (Islamic State of Irak and Syam dan kelompok (NCSROP) National Coalition for Syrian Revolutionary and Opposition Forces

lalu negara-negara Eropa juga mengirimkan pasukannya untuk melawan pasukan pemerintah suriah yaitu RAND Corporation.

yang lebih memiriskan adalah kelompok-kelompok oposisi itu saling bertempur dan berperang satu dengan yang lainnya.

Terus kepada kelompok mana uang-uang kita kumpulkan itu diserahkan di Suriah ?
Sahabat saya itu tidak bisa menjawab dan ingin pelajari lagi tentang konflik Suriah.

akhirnya kami harus berpisah, dengan sebuah kesimpulan mungkin banyak orang-orang Indonesia khususnya orang Palu tidak tahu menahu perpecahan kelompok2 itu.

Korban konflik harus dibantu, tapi dengan catatan bantuan kita sampai kepada mereka.

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s