Diskusi Kecil Tentang Taqiyah

Tanya : Pak, Bukankah Taqiyah itu berbohong pak ? Taqiyah itu sifatnya munafik pak !!!Jawab :

Coba baca dulu al Quran

Ali Imran : 28 : Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).
—————
Coba pahami dulu ayat itu baik-baik, coba baca tafsiran ayat itu dari para ulama
terus baca lagi al Quran

an Nahl : 106. Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar
—————-
Jadi melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keimanan itu tidak apa-apa selama untuk siasat, memelihara diri atau terpaksa.

ayat itu sebenarnya berawal dari Sahabat Nabi bernama Ammar bin Yasir ditahan oleh kafir Quraisy. Lalu dia diperintahkan agar Memuji-muji berhala dan mencela Rasulullah.

lalu Ammar bin Yasir melakukan hal itu, yaitu Memuji berhala dan mencela Nabi.

setelah itu Ammar bin Yasir melaporkan perbuatannya kepada Nabi bahwa telah kafir, justru Nabi memberitahu perbuatan itu tidak apa-apa sambil membaca ayat Quran itu.
—————–
Atas dasar Ayat Quran Ali Imran : 28 dan An Nahl 106 serta kisah Ammar bin Yasir itu, sehingga pada mazhab ahlul bait membenarkan Taqiyah dengan asal kata “kecuali dengan siasat (tat-taquh) untuk melindungi diri (tuqatan) dari mereka.
—————-
Hanya saja yang paling tahu tentang keadaan dirinya sedang membutuhkan siasat, memelihara diri atau sedang terancam adalah masing-masing diri.

Kita tidak boleh menilai suatu keadaan baik-baik saja kepada orang lain padahal bisa jadi bagi orang lain keadaan sedang tidak baik. Jadi melakukan Taqiyah itu diserahkan pada masing-masing orang kapan dia melakukannya tergantung penilaian kondisi masing-masing
——————
Contohnya begini.

Ada dua orang masuk kedalam satu peristiwa yang sama. Satu orang menilai peristiwa itu biasa saja dan tidak mengancam. Sementara bagi yang lain keadaan itu sedang mengancam sehingga dia perlu melindungi diri.

Maka orang yang merasa kedaan tidak mengancam tidak perlu Taqiyah. sementara yang merasa keadaan mengancam dirinya perlu Taqiyah.

coba perhatikan contoh diatas, 2 orang bertemu 1 peristiwa yang sama, tapi sikapnya berbeda. Sikap kedua-duanya benar
——————
Karena Taqiyah itu diserahkan pada masing-masing orang menilai keadaan, kita tentu tidak menilai apakah Taqiyah dilakukan oleh orang lain boleh atau tidak boleh.
——————
Yang paling dasar adalah bahwa pelaksanaan Taqiyah itu ada Dasar al Quran dan Dasar Riwayatnya dari Sahabat,
———————
Tanya : Berarti boleh berbohong demi melindungi diri Pak ?

Jawab : Yang terpenting adalah hatinya tetap tenang dalam beriman ya tidak ada masalah sebagaimana surah an Nahl : 106 itu

Nah soal hati…..itu urusan yang paling tahu hanya orangnya sendiri dan Allah.
———————–
Tanya : Lalu apa bedanya Taqiyyah dengan Munafik ?

Jawab : Coba baca ulang ali Imran : 28 dan an Nahl : 106 tadi.

Munafik itu Menyembunyikan kekafiran menampakkan keimanan
Taqiyah Menyembunyikan Keimanan Menampakkan kekafiran

Jadi munafik itu pada dasarnya dia kafir tapi memperlihat diri sebagai orang beriman
Taqiyyah itu pada dasarnya beriman tapi menunjukkan kekafiran karena siasat, sedang melindungi diri atau sedang terpaksa.
———————-
Tanya : Ooooooohhhh
Jawab : smile emotikon
———————-
Waktu masih aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) saya mendapat materi tentang konsep siasat, melindungi diri dan masuk kedalam keadaan terpaksa tapi di PII tidak disebut Taqiyyah tapi disebut “Materi Security”

Bahkan Materi Security itu bahkan jadi salah satu materi utama dalam setiap jenjang trainning ketika PII masih menjadi musuh Orde Baru

‪#‎Edisi‬ Diskusi Singkat Tentang Ajaran Islam.

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s