Sahabat Nabi Peminum Khamar

Adakah Sahabat Peminum Khamar atau mabuk-mabukan ?

Awalnya sebagian besar sahabat Nabi peminum khamar sampai mabuk-mabukkan sampai turun ayat Quran

al Baqarah 219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

akan tetapi sebagian dari para sahabat Nabi itu tetap minum khamar sampai mabuk-mabukkan. Bahkan disaat shalat pun mereka sementara mabuk, lalu Allah menurunkan ayat lagi

an Nisa’ : 43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.

Akan tetapi ayat ini pula tidak mengubah kebiasaan sebagian para sahabat Nabi untuk terus mabuk, salah seorang sahabat mabuk sampai sambil meratapi kematian kaum musryikin, lalu Allah menurunkan ayat untuk menegur

al Maa idah : 90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Kita juga mendapat riwayat dari al Baihaqi dalam sunannya juz 8 hlm 29 dan Ibnu Hajar dalam Fathu al Bari juz 10 hlm 30 Tentang Abu Thalhah Zaid bin Sahal mengadakan pesta minuman keras di rumahnya, mereka minum sampai mabuk sampai bersyair karena mabuk.
——————————
Braindstorming :

1. Siapa-siapa sahabat yang shalat tapi mabuk itu ?

2. Siapa-siapa sahabat ditegur Allah melalui ayat al Maa Idah : 90

3. Siapa-siapa sahabat yang hadir di pesta Abu Thalhah Zaid bin Sahal
————————–

Semua riwayat itu lengkap di buku-buku asbabun nuzul dan di buku-buku tentang riwayat-riwayat para sahabat

Kecuali buku-buku yang menyembunyikan siapa semua nama orang-orang itu, untuk melindungi nama baik. Lalu mengubah versi cerita tiga ayat itu hanya sekedar strategi dakwah

‪#‎Edisi‬ Mengenang Sahabat Nabi Dalam Tinjauan Kritis dan Braindstorming

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s