Diskusi Soal Shalawat Kepada Sahabat Nabi (Diskusi di Kampus)

Mahasiswa : Pak….menurut Ustad saya….membacaka shalawat untuk sahabat Nabi itu wajib….bagaimana menurut bapak ?

Saya : Saya ceritakan kepadamu 2 kasus sahabat

Kasus pertama : baca Quran at Taubah : 58. Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.

————-

Ayat ini berkisah ketika Nabi sedang membagi zakat, tiba-tiba sebagian sahabat berdiri dan mencela Nabi sedang berbuat tidak adil. Sampai Rasulullah marah dengan tindakan mereka.

Menurut kamu : Kita wajib bershalawat kepada sahabat seperti ini ?

Menurut kamu : Kita masih menghormati sahabat yang mencela Nabi seperti ini ?

Menurut kamu : kita masih mengagungkan sahabat yang membuat Nabi marah ?

Saya tidak…………

—————

Kasus kedua : baca Quran al Qlam : 10 – 14

10 : Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina.

11 : Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah”.

12. yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa

13. yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,

14. karena dia mempunyai harta dan anak

Ayat ini bercerita tentang seorang sahabat bernama al-Hakam bin al-Ash yang ketika di Makkah dia adalah tetangga Rasul tapi senangannya mengganggu Nabi. Jika Nabi saaw berbicara dalam majelis, ia mengejek Nabi dengan meniru-niru gerakan Nabi dari belakang.

Ketika Fathu Makkah, Hakam in Ash masuk Islam dan pindah ke Madinah, tapi walaupun sudah Muslim perbuatannya tidak berubah, tetap memfitnah, bersumpah palsu dan mencela Nabi

Suatu hari, Nabi memergokinya saat mengejek cara bicara Nabi saaw, kemudian nabi bersabda : “Fakadzalika faltakun” (Jadilah kamu seperti itu). Sampai akhir hayatnya, tubuhnya selalu bergetar dan bergerak.

Ia juga sering mengintip pembicaraan Nabi, apabila beliau berbicara tentang nama-nama orang musryik dan munafik. Kemudian, Hakam menyebarkannya kepada orang banyak.

Kadang-kadang ia mengintip Nai saaw ketika di rumah istri-istrinya. Saat itu Nabi kembali memergokinya mengintip pembicaraan Nabi, dan Nabi pun melaknatnya : “Sesungguhnya orang ini akan mengkhianati kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Dan dari sulbinya akan lahir fitnah yang kabutnya sampai ke langit”. (Kanz Ummal 6: 39; Ushud al-Ghabah 2: 34).

Kemudian atas perintah Nabi, al-Hakam dan anaknya Marwan di usir ke Thaif. Tapi di masa khalifah Utsman mereka kembali lagi ke Madinah dan Marwan bin Hakam menjabat sebagai sekretaris negara

————————————–

Sahabat yang sering mencela, menghina dan menebar fitnah seperti ini

Menurut kamu : Kita wajib bershalawat kepada sahabat seperti ini ?

Menurut kamu : Kita masih menghormati sahabat yang mencela Nabi seperti ini ?

Menurut kamu : kita masih mengagungkan sahabat yang membuat Nabi marah ?

————————————-

Kalau saya…..Saya tidak mau bershalawat kepada para Sahabat yang munafik lagi mencela dan menghina Nabi

Mahasiswa : Saya simpulkan Pak…..ada Sahabat yang beriman dengan baik…..ada sahabat yang tidak baik…munafik pak

Saya : Iya….kita terlalu terpengaruh dengan kata “sahabat”…..seolah-olah semuanya baik…..padahal tidak.

Kepada Sahabat yang beriman dan berprilaku baik kita sembahkan penghormatan kita……sementara sahabat yang munafik kita berlepas dengan mereka….bahkan kita patut marah sebab mereka senang mencela dan menghina Rasulullah.

Mahasiswa : Masalahnya Pak…..kita tidak tahu banyak tentang riwayat-riwayat Nabi dan Sahabat.

Saya : itulah tugasnya membaca…..banyak bacaan….nama-nama dan riwayat tentang Sahabat banyak di Quran dan Sejarah Kenabian…..membacalah….

#‎Edisi‬ Diskusi Agama Dengan Kritis dan Braindstorming

Catatan : Marwan bin Hakam malah jadi khalifah setelah Yazid (Pembunuh Husein) meninggal……Satu Kelompok dalam Islam sangat mengagungkan Marwan bin Hakam karena jadi khalifah.

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s