Apakah Aisyah adalah ahlul bait atau bukan ?

ada dua jawaban , yakni mayoritas Mazhab Sunni menganggap bahwa Aisya itu adalah ahlul bait Nabi

Mayoritas Mazhab Ahlul Bait mengganggap bahwa Aisyah itu bukanlah ahlul Bait Nabi

Problemnya adalah setiap jawabannya sebenarnya harus dicek dan dikaji terlebih dahulu dasar dari Quran maupun dari riwayat Nabi, riwayat Ahlul Bait dan Riwayat para Sahabat

Pertanyaannya mengapa Mazhab Syiah tidak menganggap Aisyah bagian dari ahlul bait ?

Karena ahlul bait itu adalah manusia suci, maka Aisya bukanlah ahlul bait
Alasannya :

1. Asbabun Nuzul Surah al Ahzab : 33

“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

Ayat ini diturunkan di rumah Ummu Sulamah (istri Nabi), ketika Rasulullah menyelimuti Ali, Fatimah, Hasan dan Husein. Lalu ayat ini diturunkan. Rasulullah membacakannya. Mendengar itu Ummu Salamah berkata “apakah aku ini juga ahlul baitmu ? Lalu Rasulullah menjawab “inilah ahlul baitlku Sesungguhnya kamu berada dalam kebaikan (diulangi sebanyak) dua kali.

Diriwayatkan Shahi Bukhari jilid 7 halaman 81 dan halaman 102

Dari asbabun nuzul ini Mazhab ahlul bait berkesimpulan ahlul bait Nabi itu hanyalah mereka berempat itu, sementara istri-istri lain tidak termasuk Aisyah diyakini bukanlah ahlul bait.
—————————————–
2. Ayat Mubahallah

Ali Imran : 61. Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

Ketika Rasulullah diperintah untuk membawa diri, istri dan anak untuk bermubahalah dengan orang-orang Yahudi. Rasulullah hanya membawa Ali, Fatimah, Hasan, da Husein.

Rasulullah tidak membawa Aisyah sebagai Istri dalam proses Mubahalah itu
——————————————-
3. Hadits 4 wanita utama

Rasulullah bersabda perempuan yang paling unggul di seluruh alam yang di pilih Allah di antara seluruh perempuan adalah Asiah istri Firaun, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah bin Muhammad.

Diriwayatkan
at Turmudzi jilid 5 halaman 702
Hakim jilid 3 halaman 157
Ahmad bin Hanbal jilid 3 halaman 755
Dll

Empat orang wanita utama itu tidak ada nama Aisyah
——————————————

4. Pelanggaran Aisyah atas Quran

al Ahzab : 32. Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik

Al Ahzab : 33. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu
————–
Ayat ini adalah larangan dari Allah agar supaya istri-istri Nabi tidak boleh lagi keluar rumah. Akan tetapi Aisyah sepeninggal Rasulullah keluar rumah pergi memimpin pemberontakan terhadap khalifah yang sah yakni Khalifah Ali.

Aisyah keluar rumah itu, membuat Aisya melanggar larangan dari Allah. akibat perang Jamal itu dua puluh ribu sahabat dan Tabi’in meninggal
———————————————

5. Aisyah Menyuruh Nabi Mengharamkan Yang Halal

At Tahrim : 1. Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
—————–
Ayat ini larangan Allah kepada Nabi untuk tidak mengikuti kemauan Aisyah dan Hafsah untuk Nabi mengharamkan madu

————————————————–
6. Aisya Mendapat Teguran dari Allah Karena Menyusahkan Nabi

At Tahrim 3. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

At Tahrim : 4. Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong ; dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
——————————
Ayat ini berkenaan dengan teguran Allah kepada Aisyah dan Hafsah kerena selalu menyusahkan Nabi
———————————————
7. Aisyah dan Hafsah mendapat ancaman perceraian dari Nabi

at Tahrim : 5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Ayat ini berkisah tentang ancaman Allah kepada Aisyah akan diceraikan oleh Nabi
———————————————-
8. Aisyah Selalu Cemburu dengan Khadijah

Dalam Shahih Bukhari hadis 5.168b, juga dilaporkan dalam Shahih Muslim,,
dikatakan, pada satu kesempatan ketika Nabi Muhammad SAW menyebutkan
Khadijah di depannya, Aisyah berkata,
“Suatu ketika Halah binti Khuwailid, saudara perempuan Khadijah,
meminta izin Nabi Muhammad SAW untuk masuk. Melihat hal itu, Nabi
Muhammad SAW teringat kepada cara Khadijah meminta izin, dan itu
membuat beliau sedih. Beliau berseru, “Ya Allah Halah!”
Maka aku menjadi cemburu dan berkata, ‘Apa yang membuatmu teringat
kepada seorang perempuan tua di antara perempuan-perempuan tua
Quraisy seorang perempuan (dengan mulut yang tak bergigi) bergusi
merah dan telah meninggal sejak lama, dan yang Allah telah menggantikan
tempatnya dengan memberimu seseorang yang lebih baik dari dia?” Nabi
Allah SAW menjadi sangat marah mendengar perkataan itu sehingga
rambut beliau berdiri.

Lebih jauh, Bukhari meriwayatkan pada hadis 5.166 bahwa Aisyah mengakui,
“Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi sebesar
kecemburuanku kepada Khadijah. Meskipun aku tidak pernah melihatnya,
namun Nabi Muhammad SAW sangat sering menyebutnya, dan setiap kali
beliau menyembelih domba, beliau tentu memotong salah satu bagian dan
diberikan kepada teman-teman perempuan Khadijah. Ketika kadangkadang
aku berkata kepada beliau,.’(Engkau memperlakukan Khadijah)
seolah-olah tidak ada perempuan lain di bumi kecuali Khadijah!’ Maka beliau berkata, ‘Khadijah adalah begini begitu, dan darinyalah aku mendapatkan anak.”
—————————————–
9. Aisyah selalu memecahkan piring makanan jika Shafiyah (istri Nabi) mengirimkan makanan kepada Nabi

(Hadits Riwayat Ahmad bin Hambal jilid 6 halaman 227 dan an Nasa’I jilid 2 halaman 148. Dan Bukhari Bab Kecemburuan hadis 7.152)

“Shafiyah istri Nabi (suatu ketika) mengirimkan
sepiring makanan yang dia buat untuk beliau ketika beliau sedang bersamaku. Ketika aku melihat sang pelayan perempuan, aku gemetar karena gusar dan marah, dan aku
ambil mangkuk itu dan melemparkannya. Nabi Muhammad SAW lalu memandangku.
Aku melihat kemarahan di wajah beliau dan aku berkata kepadanya, Aku berlindung
dari kutukan Rasulullah hari ini.’ Nabi Muhammad SAW berkata, ‘Ganti!’ Aku
berkata, ‘Apa gantinya duhai Nabi Allah?’ Beliau berkata, ‘Makanan seperti makanan dia (Shafiyah) dan sebuah mangkuk seperti mangkuknya!”
———————————–
10. Rasulullah menyebut kata-kata Aisyah bercampur air laut

Aisyah berkata tentang dirinya sendiri, aku berkata
kepada Nabi Muhammad SAW, ‘Cukuplah bagimu tentang hafiyah begini dan begitu.’
Nabi Muhammad SAW berkata kepadaku, kamu telah mengucapkan kata-kata yang jika
dicampur dengan air laut, akan mewarnainya.

(Hadits Riwayat at Turmudzi dan Zamakhsyari halaman 73
———————————–
11. Aisyah Cemburu berat dengan Mariah al Qibtiah (Istri Nabi)

“Aku belum pernah cemburu kepada seorang perempuan sebagaimana
kecemburuanku kepada Mariah. Itu disebabkan karena dia memiliki baju
dalam yang cantik. Dia biasa tinggal di rumah Haritsah bin Uman. Kami
menakut-nakutinya dan aku menjadi khawatir. Nabi Allah SAW
mengirimnya ke tempat yang lebih tinggi dan beliau suka mengunjunginya di
sana. Hal itu menyusahkan kami, dan Allah memberkahi beliau dengan
seorang bayi laki-laki melaluinya dan kami (lalu) menjauhi beliau.”

(Hadits Riwayat : at Tabaqat, Ibnu Saad jilid 8 halaman 212)
————————————
12. Aisyah Selalu melancarkan tuduhan kepada Mariah al Qibtiah (Istri Nabi) Karena Cemburu

Aisyah sangat dipenuhi oleh emosi dan motif-motif egoistis. Ketika beberapa orang
dengan liciknya melancarkan tuduhan kepada Mariah, Aisyah lah yang mendukung para
penuduh dan berusaha menegaskan tuduhan yang salah tersebut. Namun Allah Yang Maha
Tinggi dan Mulia, membebaskan Mariah dari tuduhan tersebut dan menyelamatkannya dari
kezaliman, melalui Amirul Mukminin Ali. (untuk keterangan detil tentang Mariah ra, lihat
al-Mustadrak oleh Hakim jilid 4, halaman 30 atau dalam Talkhis al-Mustadrak, oleh
Dzahabi)
(Hadits Riwayat Hakim jilid 4 halaman 30)
—————————————
13. Aisyah Selalu Memata-matai rasulullah setiap Rasul keluar Rumah Sehingga Rasulullah Marah

(Hadits Riwayat Shahih Muslim jilid 2 halaman 461-462 edisi bahasa inggris
(Hadits Riwayat Musnad Ahmad bin Hanbal jilid 6 halaman 147, 115)
—————————————
14. Aisyah berdusta kepada Rasulullah

(Hadits Riwayat Kanz al Ummal, Muttaqi Hindi jilid 6 halaman 294
(Hadits Riwayat Tabaqat, Ibnu Saad Jilid 8 halaman 115)
Suatu ketika,
Nabi Muhammad SAW meminta Aisyah mengumpulkan informasi tertentu tentang
seorang perempuan bernama Syarraf, saudara perempuan Dihya Kalbi. Informasi
yang dia bawakan kepada beliau bukanlah informasi benar, tetapi informasi palsu
yang didorong oleh motif egoistisnya. Ketika Nabi Muhammad SAW
memberitahunya tentang informasi seber~arnya yang telah dia amati, Aisyah
menjawab, “Ya Nabi Allah! Tidak ada rahasia yang tidak engkau ketahui. Siapakah
yang dapat menyembunyikan sesuatupun darimu?
———————————————
15. Rasulullah Pernah mengasingkan diri dari Aisyah dan Hafsah Selama Sebulan

Al Ahzab : 51. Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun
———————
Ayat ini berkenaan kemarahan Rasulullah kepada istri-istri Beliau (Aisyah dan Hafsah)
————————————————
16. Aisyah Sering Menjulurkan Kakinya ke tempat Rasulullah Sujud disaat Rasulullah Shalat

Dalam Shahih Bukhari: 1.492 dan 1.379 diriwayatkan oleh Aisyah, ‘Aku
biasa tidur di depan Rasulullah dengan kakiku berada di kiblat beliau (di
depan beliau). Dan ketika beliau bersujud, beliau menekan (mencubit)
kakiku dan aku lalu menariknya dan ketika dia berdiri, aku menjulurkannya
lagi.
————————————————
17. Aisyah Pernah di Tampar Oleh Ayahnya (Abu Bakar) Karena Aisyah Memarahi Rasulullah dan Menyebut Rasulullah tidak adil

(Hadits Riwayat Kanz al Ummal, Muttaqi Hindi jilid 7 halaman 116)
(Referensi ihya ulumuldin, Ghazali bab 3 Tentang Nikah jilid 2 halaman 35)

Suatu hari, di depan ayahnya (Abu Bakar), dia memulai sebuah pertengkaran
dengan Nabi Muhammad SAW dan berkata kepada beliau, “Adililah!” Ayahnya
menghukum kekurang ajarannya dengan memberinya tamparan keras di wajahnya
sehingga berdarah-darah dan darah itu mengalir mengenai pakaiannya.
———————————————
18. Aisyah jika marah lebih memilih menyebut Rasulullah sebagai Tuannya Ibrahim

(Hadits Riwayat Shahih Bukhari Bab Kecemburuan dan Tipu Muslihat hadits 7.155 dan 8.101)
————————————————
19. Aisyah Sering Mempengaruhi Calon Istri Rasulullah agar sang calon Istri tidak menikah dengan Rasulullah

(Hadits Riwayat Mustadarak, al Hakim jilid 4 halaman 37)
————————————————-
20. Aisyah Memarahi Rasulullah Dengan Menyebut “Kamulah orangnya yang menganggap diri seolah-oleh Nabi dari Allah”

(Referensi Ihya Ulumuddin, Kitab Etika Perkawinan, Ghazali Bab 3 jilid 2 halaman 29
———————————————-
21. Aisyah Menjadi Pemberontak Dalam Perang Jamal terhadap Khalifah Yang Sah yakni Imam Ali

(Referensi seluruh buku Sejarah Islam)
——————————
22. Rasulullah bersabda sambil menunjuk kamar Aisyah

Hadits Riwayat Shahih Bukhari jilid 2 halaman 503

Rasulullah keluar dari rumah (kamar) Aisyah lalu Beliau berkata : Kepala kekufuran berasal dari sini, dimana tanduk setan akan muncul
———————————
23. Aisyah Menyuruh Orang-orang agar Membunuh Utsman bin Affan

(Riwayat Tarikh Ibnu Jarir dan
(Riwayat Ibu Atsir jilid 3 halaman 80)
———————————–
Berdasarakan al Quran dan Riwayat Kenabian, Riwayat ahlul Bait dan Riwayat para Sahabat….maka Mazhab Ahlul Bait berkesimpulan Aisyah bukanlah seorang ahlul bait yang suci

sebab ahlul bait adalah seseorang yang seharusnya terjaga dari perbuatan kesalahan apalagi pelanggaran atas Al Quran

Berdasar dari riwayat ini semua sebagian kecil Kaum Wahabi selalu menuduh penganut Mazhab ahlul bait sedang menghina Aisyah, padahal semua riwayat jelas sumbernya

‪#‎Edisi‬ Kajian Kehidupan istri-istri Nabi Dalam Kajian Kritis dan Braindstorming

Tentang laboratoriumpencerahan

I'm a student......
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s