Cinta Ideal vs Cinta Pragmatis

Sampai kapan saya bisa bertahan untuk menanti sebuah jawaban….haruskah bertahan dalam idealisme cinta atau masuk kedalam pragmatisme pemenuhan kebutuhan akan perkawinan….artinya apakah saya bertahan untuk tetap menunggu orang yang saya cintai sampai dia menerima cinta atau saya memilih siapa saja untuk menjadi pendamping hidup.

Iklan

2 Balasan ke Cinta Ideal vs Cinta Pragmatis

  1. Herman berkata:

    ini sekedar tanggapan sok tau..

    cinta itu pekerjaan hati, bukan pekerjaan otak.. kalo jatuh cinta jangan pake logika tapi pake perasaan…

    pagmatis itu hanya sementara….. taqiyah aja ustad…

  2. Moh. Nutfa- Sosiologi Untad 2008 berkata:

    Kalau saya lebih memilih cinta ideal (yang terbebas dari nafsu). inilah cinta murni…. sedangkan pragmatis hanya sekedar pemuas dari kegelisahan. tapi jgn jadi Scopenhauer yg mati kehendak krn kehendak butanya sendiri…. hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s