Bunuh Diri Politik Ala SBY-JK

BUNUH DIRI POLITIK ALA SBY-JK

Nanang Wijaya

(Pengamat Sosial Budaya dan Staff Pengajar FISIP UNTAD)

Adalah rumus politik paten ketika tidak lama lagi pelaksanaan pemilihan, entah itu PILKADA ataupun PEMILU maka para praktisi politik berlomba-lomba melakukan politik pencitraan yakni membangun citra positif ditengah-tengah masyarakat. Maka tidak jarang kita melihat tiba-tiba muncul politisi yang menjadi pahlawan ditengah-tengah masyarakat padahal sebelumnya tidak pernah kelihatan. Tidak jarang pula kita melihat tiba-tiba begitu banyak politisi yang begitu dermawan, begitu peka dengan persoalan, penderitaan dan kesusahaan masyarakat.

Mereka terlihat sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat, sangat dekat sehingga tidak jarang mereka berusaha hadir di acara-acara hajatan sambil memperlihatkan bahwa mereka memberikan sumbangan kepada tuan rumah hajatan atau hadir dalam acara-acara keagamaan sambil menebar senyum dan tidak lupa memberikan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah sehinga terlihat begitu peduli kepada pembangunan dan kepentingan masyarakat.

Politik pencitraanlah yang melahirkan politisi yang tiba-tiba terlihat begitu saleh dan begitu bijak dengan ungkapan yang begitu arif, padahal sebelumnya tidak pernah. Bahkan tidak jarang mereka sangaja meperlihatkan bahwa mereka juga adalah pribadi-pribadi yang dekat dan bergelut dengan ajaran agama dengan memperlihatkan bahwa mereka sering mengutip ayat-ayat dari kitab suci dalam setiap pidato atau pembicaraan. Semua itu adalah demi kepentingan politik.

Demi politik pencitraan, para praktisi politik berusaha menghindari kesan-kesan negatif pada masyarakat. Kesan yang lahir dari prilaku, ucapan ataupun kebijakan. Maka para praktisi politik tersebut begitu menjaga prilaku mereka, jika selama ini mereka memiliki kebiasaan buruk, untuk kepentingan pencitraan mereka rela untuk menghentikan kebiasaan itu untuk sementara. Mereka menunjukan prilaku-prilaku yang begitu ideal sebagaimana harapan masyarakat, menjaga ucapan yang enak didengar oleh masyarakat Tidak hanya sekedar menjadi “orang baik” akan tetapi berusaha menjadi “orang yang sangat baik” bahkan kalau bisa menjadi “orang super baik”. Jika mereka adalah pejabat, maka diupayakan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang terlihat begitu memihak kepada masyarakat. Mereka menghindari kebijakan-kebijakan yang akan mendapat sorotan negatif dari masyarakat, kebijakan yang tidak populis atau kebijakan yang membuat masyarakat tidak akan lagi memilih mereka menjadi pejabat.

Ketika orang-orang beramai-ramai membangun citra positif kepada masyarakat demi kepentingan pemilu 2009, pemerintahan SBY-JK justru mengeluarkan kebijakan yang sangat tidak populis dan bertentangan dengan kehendak rakyat Indonesia yakni menaikkan harga BBM dalam negeri. Tentunya kebijakan yang akan menyengsarakan rakyat kecil, dimana daya beli masyarakat begitu rendah sementara harga BBM melambung naik hingga 30 %. Akibatnya masyarakat melakukan aksi-aksi protes dijalan yang mengecam rencana kenaikkan tersebut. Ada mempertanyakan, ada yang menyesali bahkan ada yang menghujat kebijakan pemerintah tersebut.

Dengan menggunakan pendekatan “Politik Pencitraan” sebagaimana dijelaskan diatas seharusnya SBY-JK membangun citra positif dalam rangka pemilu 2009 tetapi kenapa justru mengapa justru membuat kebijakan yang akan membangun citra negatif pada masyarakat yang tentunya akan merugikan mereka pada pemilu 2009 ? Kebijakan menaikkan harga BBM didalam negeri sama dengan “bunuh diri politik” dan menjadi pertanyaan besar bagi kita semua, mengapa SBY-JK justru melakukan “Bunuh Diri Politik” jelang pemilu 2009 ?

Ada beberapa kemungkinan jawaban untuk menjawab pertanyaan diatas. Kemungkinan pertama-memakan buah simalakama, bahwa SBY-JK memang tidak memiliki pilihan lain untuk tidak menaikkan harga BBM walaupun citra mereka harus menjadi negatif dan kebijakan ini akan merugikan mereka. Artinya kenaikkan BBM adalah sebuah keharusan saat ini yang siapa pun yang menjadi pemimpin/pemerintah pasti akan mengambil kebijakan yang sama. Tentunya kebijakan menaikkan harga BBM adalah keputusan sulit yang harus diambil bak memakan buah simalakama. Sudah pasti pemerintah SBY-JK telah memperhitungkan efek negatif atas citra mereka, akan tetapi efek negatif yang timbul ketika harga BBM tidak dinaikkan justru mereka lebih hindari.

Kemungkinan kedua – SY-JK digembosi, bahwa ada orang-orang tertentu dalam pemerintahan SBY-JK sedang melakukan pegembosan atas kekuatan SBY-JK dengan melakukan pencitraan negatif atas pemerintahan sekarang. Dan pegembosan itu dilakukan dengan memberikan informasi-informasi dan data-data yang tidak valid kepada presiden dan wakil presiden sehingga presiden dan wakil presiden dalam hal ini SBY-JK mengambil kebijakan-kebijakan yang nantinya akan melahirkan citra negatif terhadap SBY-JK. Tentunya orang-orang yang melakukan pegembosan ini adalah musuh-musuh politik SBY-JK yang diam-diam telah melakukan upaya pembangunan citra negatif atas SBY-JK.

Kemungkinan ketiga – SBY-JK Tidak Berminat Pemilu 2009, bahwa Sby-JK tidak lagi berminat untuk maju pada pemilu 2009, sehingga tidak lagi memperhitungkan citra, apakah memiliki citra positif atau citra negatif. SBY-JK dalam mengambil kebijakan menaikkan tidak dibebani oleh keinginan untuk mempertahankan citra untuk pemilu 2009.

Kita berharap pemerintah yang masih menunda tanggal kenaikkan adalah upaya memantau respon masyarakat atas rencana kenaikkan BBM, sehingga jika semua elemen masyarakat menunjukan ketidaksepakatan dan penolakan atas kenaikkan BBM, maka pemerintah akan membatalkan rencana kenaikkan sehingga masyarakat tidak menderita lagi. Dan kita benar-benar berharap agar pemerintah benar-benar membatalkan rencana kenaikkan BBM ini.

2 Balasan ke Bunuh Diri Politik Ala SBY-JK

  1. m34lh berkata:

    aslm kum. salam kenal
    jazakallah atas postingannya,
    alhamdulillah bisa jadi referensi
    silahkan kunujungan baliknya ditunggu
    semoga bisa mengikat silaturahmi

    http://m34lh.blogspot.com/

  2. haji umrah berkata:

    Assalamu’alaikum …. Tolong ditanggapi rencana kenaikan harga BBM tahun 2012 menurut kacamata sosial politik…. apa sih yang ingin dicapai dari rencana ini, atau hanya pengalihan isu’ atau karena pemilu yang akhirnya BLT dll akan dihidupkan lagi….?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s