Nasehat Untuk Penguasa

Nanang Wijaya leaderPenghitungan suara pemilu legislatif sudah mendekati akhirnya, jumlah suara dan siapa-siapa yang akan akan menjadi wakil rakyat untuk duduk memikul beban amanah kesejahteraan rakyat sudah mulai terlihat.

Untuk mereka yang tinggal menunggu waktu untuk mulai memperjuangkan hak-hak rakyat ada baiknya membaca kembali surat yang dikirimkan oleh Amirul Mukminan Ali Bin Abi Thalib ketika mengangkat Malik bin Al Harits Al Asytar sebagai gubernur Mesir di tahun 83 H. Berikut petikan surat tersebut yang diabadikan dalam kitab Nahjul Balaghah (Kumpulan pidato dan surat-surat Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib) :

Ketahuilah hai Malik, saya telah mengirim engkau kesatu daerah yang telah memiliki pemerintahan sebelumnya, baik yang adil maupun yang zalim. Rakyat akan memperhatikan tindakanmu sebagaimana mereka telah memperhatikan para penguasa sebelum kamu. Rakyat akan mengkritik kamu seperti kamu juga mengkritik mereka. Sesungguhnya orang-orang baik dikenal dari keharuman namanya yang diedarkan lewat lidah-lidah makhluk-Nya. Karena itu, perbendaharaan yang harus engkau kumpulkan adalah amal saleh.

Karena itu kendalikanlah hawa nafsumu dan tahanlah hatimu dari berbuat sesuatu yang tidak boleh kamu lakukan. Biasakanlah hatimu menyayangi rakyatmu, janganlah berdiri di atas mereka seperti binatang rakus yang ingin menerkam mereka. Ada dua jenis rakyatmu : satu saudaramu dalam agama dan satu lagi saudaramu sesama makhluk. Sewaktu-waktu mereka dapat berbuat salah, baik sengaja atau tidak sengaja, ulurkanlah maafmu sebagaimana Allah mengulurkan ampunanNya kepadamu.

Mereka berada di bawah kamu, kamu berada di bawah iman mu dan Allah berada diatas dia yang menunjuk kamu. Jangan menempatkan dirimu melawan Allah, karena kamu tidak punya kekuasaan di hadapan kekuasaanNya.

Kamu tidak dapat berbuat tanpa kasih sayangNya. Jangan menyesal karena memaafkan, jangan menaruh iba dalam menghukum, jangan bertindak tergesa-gesa ketika kamu marah dan janganlah berkata : “saya telah diberi kekuasaan karena itu saya harus dipatuhi ketika saya memerintah” karena hal itu menimbulkan kebingungan dalam hati, melemahkan rasa beragama dan membawa orang kepada kehancurannya.

Jika kekuasaan menimbulkan rasa sombong pada dirimu, perhatikanlah kebesaran Allah di atas kamu. Berbuatlah adil karena Allah, walaupun itu bertentangan dengan kepentinganmu, kepentingan orang-orang disekitarmu atau kepentingan orang-orang kamu sukai. Tapi berbuat adil lah kepada seluruh rakyatmu.

Jika kamu tidak berbuat adil maka kamu menjadi penindas. Bila kamu menjadi menindas makhluk Allah, bukan saja makhlukNya, tapi Allah pun akan menjadi musuhmu. Bila Allah menjadi musuh seseorang, dia akan menghancurkan hidupnya. Dia akan selalu berperang dengan Allah sampai ia bertobat.

Tidak ada yang lebih cepat menghalangi karunia Allah dan mempercepat datangnya azab Allah selain melakukan penindasan, karena Allah mendengar doa orang yang tertindas dan senantiasa siap menghukum para penindas. Takutlah kepada Allah dalam mengurus orang-orang kecil, yang memiliki peluang yang sedikit : fakir miskin, gelandangan dan orang-orang tidak mampu. Jagalah baik-baik kewajiban yang ditimpakan Allah untukmu dalam mengurus mereka.

Usahakan sebagian dari dana negera diperuntukkan untuk mengangkat nasib mereka. Janganlah kemewahan menyebabkan kamu membuat jarak dengan mereka. Kamu tidak akan dimaafkan bila melalaikan hal-hal yang kecil karena sedang memutuskan masalah-masalah besar. Janganlah melalaikan derita orang-orang kecil dan jangan kamu palingkan wajahmu dari mereka karena kesombongan. Uruslah kepentingan orang-orang yang tidak sanggung menemuimu karena penampilan mereka yang jelek dan karena orang lain menganggap mereka rendah.

Tunjuklah pejabat yang takwa dan rendah hati untuk mengurus mereka. Peliharalah anak-anak yatim, orang-orang tua yang melarat dan tidak sanggup mencari nafkah. Tugas ini memang berat untuk para pejabat. Setiap kewajiban memang berat. Allah akan meringankan tugas ini bagi mereka yang mencari kebahagiaan di hari akhirat. Bersabarlah dalam mengurus mereka dan bertawakallah kepada Allah.

Tetapkanlah waktu untuk menerima pengaduan mereka, berikanlah kepada mereka kebebasan untuk menyampaikan keluhan mereka kepadamu. Duduklah bersama mereka dan bersikap rendah hati demi mencapai ridha Allah yang menciptakan kamu. Pada saat seperti itu, jauhkanlah dari kamu pengawalmu yang membuat orang takut untuk berbicara kepadamu karena aku mendengar Rasulullah berkata beberapa kali : Orang-orang yang tidak dapat menjaga hak orang lemah dalam menghadapi orang-orang yang kuat tanpa rasa takut, mereka tidak akan pernah mencapai kesucian” Demikian sebagian petikan isi surat Amirul Mukminin kepada Malik bin Al Harits Al Asytar, semoga calon-calon anggota wakil rakyat kita dapat mempedomaninya dalam keseharian mereka dalam mengemban amanah dari rakyat tersebut.

Nanang Wijaya

Diterbitkan di Harian Mercuasuar 29 April 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s