UJIAN NASIONAL TIDAK LAMA LAGI

……….UJIAN NASIONAL TIDAK LAMA LAGI…………..
Oleh : Nanang Wijaya
(Tenaga Pengajar di Fisip Untad dan
aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulaesi Tengah

Ujian Nasional (UN) tidak lama lagi, seorang pelajar dari negeri antah berantah mengirim surat kepada sahabatnya, seorang pelajar di negeri Indonesia, berikut isi suratnya :

Sahabatku di Indonesia…….di negeri kami tidak lama lagi akan dilaksanakan Ujian Nasional (UN), kami menyambutnya dengan gembira, tidak ada seorang pun pelajar di negeri kami cemas, takut apalagi stress untuk tidak lulus, sebab di negeri kami Ujian Nasional bukanlah penentu kelulusan siswa, Ujian Nasional bukanlah evaluasi terhadap siswa, akan tetapi evaluasi terhadap sistem pendidikan di Negeri kami, ya… yang namanya sistem, Ujian Nasional adalah evaluasi kepada sisiwa, kepada guru, kepada kurikulum, kepada manajemen pendidikan yang nantinya akan menjadi ukuran bagi pemerintah kami dalam memperbaiki proses pendidikan di negeri kami. Jadi kami tidak perlu takut untuk tidak lulus, sebab kelulusan sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing sekolah yang paham benar sampai dimana kemampuan kami, bagaimana prilaku dan sikap kami di sekolah.

Perlu engkau ketahui sahabatku…….di negeri kami, kelulusan tidak hanya ditentukan oleh bisa tidaknya kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tertulis dalam test. Akan tetapi juga ditentukan prilaku kami selama ini di sekolah. Sebab banyak orang pintar tapi tidak bermoral dan ada juga orang yang bermoral tapi tidak pintar. Dan pendidikan di negeri kami ingin mencetak orang pintar sekaligus bermoral……itu yang kami sebut dengan kecerdasan ! Sebab kami tidak ingin setelah selesai sekolah, pelajar-pelajar di negeri kami justru jadi penjahat, penipu, tukang manipulasi, koruptor, apalagi penjahat bagi rakyat.

Sahabatku di Indonesia……….Kesiapan kami dalam menghadapi Ujian Nasional tidak lepas dari peran guru-guru kami yang berdedikasi sangat tinggi terhadap pendidikan dan pencerdasan bangsa. Profesi Guru di negeri kami adalah profesi yang sangat dihormati dan di agungkan. Sebab baik tidaknya negeri kami, tergantung dari para guru. Semakin baik guru, maka bangsa semakin cerdas. Untuk memperoleh guru yang berkualitas, pemerintah kami, benar-benar menjamin kehidupan para guru dengan baik, memenuhi kebutuhan mereka serta terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.

Sahabatku……..di negeri kami, tidak ada guru yang merangkap sebagai tukang ojek hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka, tidak ada guru yang merangkap pedagang, tukang kebun, atau nelayan apalagi jadi pengumpul sampah hanya untuk mencukupkan penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan. Gaji guru di negeri kami, lebih tinggi dari gajinya anggota dewan, kamu tahu alasannya kenapa ? karena guru lah yang ”mencetak” anggota dewan. Lagian anggota dewan di negeri kami mengereti akan hal ini, jadi mereka (anggota dewan) rela untuk tidak naik gaji sebelum gaji dinaikkan. Saya tidak bisa bayangkan jikalau ada guru kami yang harus mengerjakan pekerjaan lain selain mengajar, tentunya, tentunya pelajaran pada sisiwa akan terbengkalai.

Karena seluruh kebutuhan guru dijamin oleh pemerintah, maka guru di negeri kami betul-betul menghabiskan waktunya untuk belajar dan memberikan pelajaran. Dan pada akhirnya kualitas guru di negeri kami setiap saat terus meningkat, kualitas kamipun sebagai pelajar semakin meningkat. Setiap hari metodologi pembelajaran guru-guru kami terus berkembang, jadi jangan kamu bayangkan …sahabatku….kami akan bosan di kelas. Sebab guru-guru kami asyik ! Di negeri kami, banyak sekali pelatihan untuk peningkatan kualitas guru dan semuanya gratis lho, guru tidak dipungut biaya apapun. Sebab semua yang selenggarakan pemerintah, khan lucu, guru yang digaji pemerintah, suruh membayar lagi pada pemerintah, itu sama dengan disuruh mengembalikan gaji.

Sahabatku di Indonesia…….Sekolah tempat kami belajar adalah tempat yang paling menyenangkan. Kami tidak pernah bosan di sekolah, bagaimana tidak ! gedungnya sekolah bagus, fasilitasnya lengkap, buku-buku perpustakaannya terus bertambah dan baru-baru, laboratoriumnya lengkap, jadi kalo praktek asyik ditambah gurunya pada bersahabat, jangan mimpi kami akan mendapati muka-muka garang dari guru-guru kami.

Memang pemerintah di negeri kami sahabatku….betul-betul memperhatikan sekolah. Jangankan rubuh, catnya terkelupas saja, pasti sudah dilakukan pengecetan ulang. Jadi kami tidak pernah takut untuk ditimpa sekolah yang ambruk….jangan kamu kamu bayangkan, kami akan belajar dikelas, sementara atapnya bocor dan hujan masuk membasahi kami, hal demikian tidak akan pernah terjadi di negeri kami.

Di negeri kami sahabatku……tidak ada istilah ”sekolah unggulan”, ”Sekolah favorit”, ”Sekolah Teladan”. Semua sekolah diseluruh pelosok negeri adal;ah sekolah unggulan, sekolah favorit dan sekolah teladan. Sebab semua sekolah di negeri kami mendapat perlakuan yang sama oleh pemerintah, tidak ada pembeda-bedaan, baik itu sekolah di Kota maupun sekolah di pedalaman, semua mendapat fasilitas yang sama. Bagi kami adanya ”sekolah unggulan” hanya melahirkan ketidakadilan dan diskriminasi. Jadi tidak ada lagi sekolah di negeri kami hanya beratap rumbia, berdinding papan dan berlantai tanah.

Sahabatku……semua yang saya ceritakan diatas adalah wujud dari perhatian besar pemerintah kami terhadap pendidikan. Di negeri kami, orang lebih memilih bangun sekolah dari pada studi banding keluar negeri. Lebih memilih membeli buku untuk perpustakaan dari pada bangun jembatan yang tidak terlalu berfungsi. Lebih memilih memberikan beasiswa kepada pelajar dibandingkan mengoleksi mobil. Lebih memilih gaji guru naik, dibanding gaji mereka yang naik. Pemerintah di negeri kami memberikan anggaran yang sangat besar bagi pendidikan dibanding yang lain, sebab pemerintah kami sadar betul akan pentingnya pendidikan

Sahabatku……bagaimana dengan pendidikan di negeri mu……Indonesia ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s